Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 08 April 2026

Inflasi Sumut Turun ke 3,96%, Pemprov Tetapkan Peta Jalan Pengendalian 2025-2027

Danres Saragih - Jumat, 05 Desember 2025 17:08 WIB
593 view
Inflasi Sumut Turun ke 3,96%, Pemprov Tetapkan Peta Jalan Pengendalian 2025-2027
(harianSIB.com/Humas)
Poppy Marulita Hutagalung (tengah).

Medan(harianSIB.com)

Inflasi di Sumatera Utara (Sumut) terus menunjukkan tren penurunan. Setelah sempat mencapai 5,32% pada September 2025 dan 4,97% pada Oktober 2025 (y/y), inflasi kembali terkendali di level 3,96% pada November 2025. Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut menegaskan komitmennya menjaga stabilitas harga melalui penetapan Peta Jalan Pengendalian Inflasi Daerah 2025-2027.

Hal itu disampaikan Kepala Biro Perekonomian Setdaprovsu, Poppy Marulita Hutagalung, saat ditemui di ruang kerjanya, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Medan, Jumat (5/12/2025).

Peta jalan tersebut dituangkan dalam Keputusan Gubernur Sumut Nomor 188.44/839/KPTS/2025. Poppy menjelaskan, strategi pengendalian inflasi tetap berpegang pada prinsip 4K, yakni Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif.

"Strategi ini memastikan stabilitas harga dan mengelola permintaan masyarakat," ujar Poppy.

Baca Juga:
Keterjangkauan Harga

Program strategis dalam pilar ini meliputi operasi pasar, sidak pasar dan gudang distributor, monitoring pasokan, gerakan pangan murah, pembentukan toko pantau inflasi, perluasan Rumah Pangan Kita (RPK), hingga penyusunan kajian pengendalian inflasi.

Untuk memperkuat pasokan, tahun 2026 dilaksanakan pengembangan kawasan pangan prioritas:

-Padi: 2.000 hektare di Simalungun dan Deliserdang

-Jagung: 2.000 hektare di Simalungun dan Dairi

-Cabai merah: 200 hektare di Simalungun, Dairi, Humbahas, Samosir

-Bawang merah: 200 hektare di Simalungun, Humbahas, Samosir, Dairi

Produksi pangan juga ditingkatkan lewat gerakan menanam, panen serentak, pengendalian hama, penanganan dampak iklim, serta penguatan sarana penyimpanan dan pengolahan di sejumlah daerah seperti Karo, Simalungun, Batubara, Dairi, Taput, Deliserdang dan Humbahas.

Selain itu, peningkatan produksi ternak, perikanan, serta pengembangan perkebunan tebu dan kelapa sawit juga menjadi fokus.

Program meliputi penguatan infrastruktur, kerja sama antar-daerah, serta peningkatan peran BUMN/BUMD, UMKM, dan koperasi dalam tata niaga pangan strategis. Pemprov Sumut menekankan pentingnya koordinasi lintas lembaga, mulai dari OPD, pemerintah kabupaten/kota, Bank Indonesia, Bulog, Satgas Pangan, PUD Pasar hingga distributor pangan untuk meningkatkan kualitas data serta publikasi pengendalian inflasi.

"Program strategis ini memerlukan komunikasi yang kuat agar informasi komoditas pangan dan langkah pengendalian dapat tersampaikan dengan baik kepada masyarakat," tutup Poppy. (**)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Harga Cabai Merah di Nias Tembus Rp197.500/Kg, Dampak Gangguan Pasokan dari Daerah Bencana
BPS: Inflasi Sumut November 2025 Capai 3,96 Persen, Tertinggi di Gunungsitoli
Harga Cabai di Sumut Tembus Rp100 Ribu, Pengamat Peringatkan Tekanan Inflasi
Jelang Data Inflasi AS, Pasar Keuangan dan Harga Emas Bergerak Stabil
Harga Cabai Masih Tinggi, NTP Hortikultura Justru Turun
The Fed Picu Koreksi Emas, Namun Masih Berpeluang Menguat dalam Jangka Panjang
komentar
beritaTerbaru