Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 20 Februari 2026

Serapan Pupuk Bersubsidi Awal 2026 di Sumut Masih Rendah, DKTPH Sumut: Petani Masih Tahap Pemupukan

Nelly Hutabarat - Jumat, 20 Februari 2026 18:45 WIB
120 view
Serapan Pupuk Bersubsidi Awal 2026 di Sumut Masih Rendah, DKTPH Sumut: Petani Masih Tahap Pemupukan
Ilustrasi pupuk

Medan(harianSIB.com)

Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumatera Utara (DKTPH) menyatakan serapan pupuk bersubsidi pada awal 2026 masih tergolong rendah. Kondisi ini terjadi karena sebagian besar petani masih berada pada tahap pemupukan tanaman.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana DKTPH Sumut, Heru Suwondo, Jumat (20/2/2026), menjelaskan, alokasi pupuk bersubsidi tahun 2026 di Sumatera Utara mencapai 503.780 ton. Rinciannya, pupuk urea 202.258 ton, NPK 241.930 ton, NPK formula khusus 2.181 ton, serta pupuk organik 57.083 ton.

Namun hingga saat ini, realisasi penyerapan masih minim. Serapan urea tercatat 6,62 persen, NPK 6,29 persen, NPK formula khusus 1,38 persen, dan pupuk organik 1,36 persen. Meski demikian, ketersediaan stok pupuk dipastikan masih mencukupi sehingga tidak diperlukan penambahan pasokan.

Sementara itu, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi sepanjang 2025 juga tidak mencapai 100 persen. Faktor yang memengaruhi antara lain keterbatasan daya beli petani, peralihan fungsi lahan dan komoditas, perubahan pola tanam, serta kondisi iklim yang kurang mendukung pada November dan Desember 2025.

Baca Juga:
Padahal, pemerintah telah menurunkan harga pupuk bersubsidi. Harga urea turun dari Rp2.250 menjadi Rp1.800 per kilogram, NPK dari Rp2.300 menjadi Rp1.840, NPK khusus kakao dari Rp3.300 menjadi Rp2.640, pupuk organik dari Rp800 menjadi Rp640, dan ZA khusus tebu dari Rp1.700 menjadi Rp1.360 per kilogram. Meski harga lebih terjangkau, serapan belum maksimal.

Sepanjang 2025, penyaluran tertinggi terjadi pada pupuk jenis NPK dan urea. Dari alokasi urea sebanyak 233.254 ton, terealisasi 176.450,5 ton atau 75,65 persen. Sementara NPK dari alokasi 256.166 ton tersalur 218.437,90 ton atau 88,02 persen.

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
F-PDIP DPRD Sergai Minta Pemkab Upayakan Penambahan Pupuk Bersubsidi
Gereja Pentakosta Sumatera Utara/Pinksterkerk Usul Hapus Pembahasan Sekolah Minggu di UU
Sultan Deli Berharap Presiden Jokowi Sukses Pada Pilpres 2019
Sekdaprovsu: Sumatera Utara Memiliki Potensi Menjadi Pengekspor Pangan
Alokasi Pupuk Bersubsidi di Sumut 329.330 Ton
Kadis Perindag Dairi: Penjualan Pupuk Bersubsidi Harus Sesuai RDKK
komentar
beritaTerbaru