Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 04 Maret 2026

Harga Cabai Rawit di Saribudolok Anjlok, Petani Keluhkan Pendapatan Turun

Mey Hendika Girsang - Rabu, 04 Maret 2026 16:34 WIB
139 view
Harga Cabai Rawit di Saribudolok Anjlok, Petani Keluhkan Pendapatan Turun
Foto: harianSIB.com/Mey Hendika Girsang
Salah satu tanaman cabai rawit milik petani yang belum dipanen di perladangan Kecamatan Silimakuta, Kabupaten Simalungun akibat harga yang anjlok, Rabu (4/3/2026).

Turunnya harga tersebut membuat petani khawatir akan mengalami kerugian jika harga terus merosot. Pasalnya, biaya produksi yang dikeluarkan tidak sebanding dengan hasil penjualan.

"Kalau terjadi lagi penurunan harga, petani bisa rugi. Sebab, untuk mengumpulkan cabai rawit 10 kilogram saja membutuhkan satu tenaga kerja per hari dengan upah Rp105.000," ujarnya.

Hal senada disampaikan petani lainnya, Rudi Sipayung. Ia mengatakan kondisi harga yang tidak stabil membuat petani enggan meningkatkan produksi pada musim tanam berikutnya.

"Untuk mengumpulkan 10 kilogram cabai rawit saja butuh satu tenaga kerja dengan upah Rp105 ribu per hari. Kalau dikurangi dari hasil penjualan, petani hanya mendapat sekitar Rp95 ribu, sementara harga obat pertanian juga mahal," katanya.

Para petani berharap pemerintah dapat turun tangan menjaga stabilitas harga cabai rawit di tingkat petani.

Mereka berharap harga minimal berada di kisaran Rp25.000 per kilogram agar petani masih bisa memperoleh keuntungan dari hasil panen. (**)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Jalan Rusak di Bandarkhalifah Picu Naiknya Ongkos Angkut Hasil Pertanian
Sudah 4 Tahun Jalan Saribudolok Atas Rusak Parah
Simpang Empat Saribudolok Langganan Banjir
Masyarakat Pertanyakan Legalitas Pemasangan Jaringan Internet di Saribudolok
Vokal Group Sektor 8b Meriahkan Pesta Bapa Jemaat GKPS Saribudolok
Sarapan Pagi Ala Saribudolok, Cipeng dan Secangkir Teh Susu Panas
komentar
beritaTerbaru