Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 04 Maret 2026

Harga Cabai Rawit di Saribudolok Anjlok, Petani Keluhkan Pendapatan Turun

Mey Hendika Girsang - Rabu, 04 Maret 2026 16:34 WIB
141 view
Harga Cabai Rawit di Saribudolok Anjlok, Petani Keluhkan Pendapatan Turun
Foto: harianSIB.com/Mey Hendika Girsang
Salah satu tanaman cabai rawit milik petani yang belum dipanen di perladangan Kecamatan Silimakuta, Kabupaten Simalungun akibat harga yang anjlok, Rabu (4/3/2026).

Simalungun(harianSIB.com)

Harga cabai rawit di wilayah Saribudolok, Kecamatan Silimakuta, Kabupaten Simalungun dan sekitarnya anjlok dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi ini membuat para petani mengeluh karena pendapatan mereka menurun drastis.

Informasi yang dihimpun dari petani, Rabu (4/3/2026), harga cabai rawit di tingkat petani saat ini hanya berkisar Rp13.000 hingga Rp15.000 per kilogram. Padahal sebelumnya harga sempat mencapai Rp50.000 hingga Rp60.000 per kilogram.

Petani setempat, Dison Purba, mengatakan penurunan harga mulai terjadi menjelang bulan suci Ramadan dan terus berlanjut hingga sekarang.

"Penurunan harga ini mulai terjadi saat menjelang bulan suci Ramadan sampai saat ini," ujar Dison Purba kepada jurnalis SIB News Network (SNN) di Saribudolok, Rabu (4/3/2026).

Baca Juga:
Menurutnya, beberapa minggu sebelum Ramadan harga cabai rawit masih berada di kisaran Rp50.000 hingga Rp60.000 per kilogram. Namun setelah itu harga terus turun secara bertahap.

"Penurunannya secara estafet mulai dari Rp40 ribu, Rp35 ribu, Rp20 ribu hingga sekarang menjadi sekitar Rp12 ribu sampai Rp15 ribu per kilogram di tingkat petani," katanya.

Turunnya harga tersebut membuat petani khawatir akan mengalami kerugian jika harga terus merosot. Pasalnya, biaya produksi yang dikeluarkan tidak sebanding dengan hasil penjualan.

"Kalau terjadi lagi penurunan harga, petani bisa rugi. Sebab, untuk mengumpulkan cabai rawit 10 kilogram saja membutuhkan satu tenaga kerja per hari dengan upah Rp105.000," ujarnya.

Hal senada disampaikan petani lainnya, Rudi Sipayung. Ia mengatakan kondisi harga yang tidak stabil membuat petani enggan meningkatkan produksi pada musim tanam berikutnya.

"Untuk mengumpulkan 10 kilogram cabai rawit saja butuh satu tenaga kerja dengan upah Rp105 ribu per hari. Kalau dikurangi dari hasil penjualan, petani hanya mendapat sekitar Rp95 ribu, sementara harga obat pertanian juga mahal," katanya.

Para petani berharap pemerintah dapat turun tangan menjaga stabilitas harga cabai rawit di tingkat petani.

Mereka berharap harga minimal berada di kisaran Rp25.000 per kilogram agar petani masih bisa memperoleh keuntungan dari hasil panen. (**)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Jalan Rusak di Bandarkhalifah Picu Naiknya Ongkos Angkut Hasil Pertanian
Sudah 4 Tahun Jalan Saribudolok Atas Rusak Parah
Simpang Empat Saribudolok Langganan Banjir
Masyarakat Pertanyakan Legalitas Pemasangan Jaringan Internet di Saribudolok
Vokal Group Sektor 8b Meriahkan Pesta Bapa Jemaat GKPS Saribudolok
Sarapan Pagi Ala Saribudolok, Cipeng dan Secangkir Teh Susu Panas
komentar
beritaTerbaru