Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 11 April 2026

Nasib First Class Garuda Indonesia di Ujung Tanduk, Kini Tersisa Satu Pesawat Aktif

Redaksi - Sabtu, 11 April 2026 09:52 WIB
148 view
Nasib First Class Garuda Indonesia di Ujung Tanduk, Kini Tersisa Satu Pesawat Aktif
Foto: CNN Indonesia
Pesawat Garuda Indonesia

Jakarta(harianSIB.com)

Layanan first class Garuda Indonesia yang selama ini dikenal sebagai salah satu yang terbaik di dunia kini kian meredup. Dari sebelumnya menjadi andalan penerbangan premium, saat ini maskapai pelat merah itu hanya mengoperasikan satu pesawat dengan kabin kelas satu.

Berdasarkan laporan One Mile at a Time sebagaimana dilansir CNN Indonesia, Garuda Indonesia telah lama membatasi layanan first class seiring tekanan keuangan yang dihadapi perusahaan. Kondisi tersebut berdampak langsung pada armada dan ketersediaan layanan premium tersebut.

Dari total sekitar 80 pesawat yang dimiliki, hanya jenis Boeing 777-300ER yang dilengkapi kabin first class. Awalnya terdapat delapan pesawat dengan konfigurasi tersebut, namun kini hanya tersisa dua unit, yakni PK-GIG dan PK-GIF, setelah enam pesawat lainnya dirombak dan tidak lagi menyediakan kursi kelas satu.

Meski demikian, dari dua pesawat tersebut, hanya PK-GIF yang masih aktif beroperasi. Sementara PK-GIG dilaporkan tidak lagi diterbangkan sejak Januari 2026. Artinya, saat ini hanya ada satu pesawat Garuda Indonesia yang benar-benar melayani penerbangan dengan fasilitas first class.

Baca Juga:
Menariknya, pesawat yang tersisa tersebut juga memiliki peran ganda, yakni melayani penerbangan komersial sekaligus digunakan sebagai pesawat kepresidenan untuk kebutuhan kenegaraan. Hal ini menyebabkan pesawat kerap ditarik dari jadwal reguler, sehingga operasional penerbangan first class menjadi tidak konsisten.

Pada masa jayanya, layanan first class Garuda Indonesia pernah melayani rute unggulan Jakarta–Amsterdam hingga dua sampai tiga kali dalam sepekan. Namun sejak pertengahan 2025, rute tersebut dialihkan menjadi Bali–Tokyo Narita.

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Said Didu Berharap Merpati Fokus Layani Penerbangan Perintis
Menhub Terus Evaluasi Aspek Keselamatan Maskapai Berbiaya Murah
Alasan Maskapai Bertarif Murah Bertahan
Kenaikan Tarif Batas Bawah Cegah Praktik Monopoli Maskapai
Pemerintah Pertimbangkan Bentuk Mahkamah Penerbangan
Harus Dibentuk Mahkamah Penerbangan
komentar
beritaTerbaru