Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 16 April 2026

Free Float Jadi Kunci Pasar Modal Sehat, BEI Perketat Aturan

Nelly Hutabarat - Kamis, 16 April 2026 06:15 WIB
132 view
Free Float Jadi Kunci Pasar Modal Sehat, BEI Perketat Aturan
harianSIB.com/Dok
Aktivitas perdagangan saham di gedung PT Bursa Efek Indonesia. Free float dinilai menjadi faktor penting menjaga likuiditas pasar modal.

Jakarta(harianSIB.com)

Kualitas pasar modal yang sehat tidak hanya diukur dari banyaknya perusahaan tercatat, tetapi juga dari kualitas perdagangan saham. Salah satu faktor utama yang menjadi perhatian adalah free float atau porsi saham yang dimiliki publik dan bebas diperdagangkan.

Kepala PT Bursa Efek Indonesia Perwakilan Sumatera Utara, Pintor Nasution, dalam siaran tertulis yang diterima Rabu (15/4/2026), mengatakan keberadaan free float yang memadai menjadi fondasi penting dalam menciptakan pasar modal yang likuid, efisien, dan berintegritas.

Menurutnya, saham dengan free float besar cenderung lebih aktif diperdagangkan. Kondisi itu memudahkan investor melakukan transaksi tanpa memicu perubahan harga yang signifikan.

"Sebaliknya, free float rendah membuat saham lebih rentan terhadap volatilitas karena transaksi kecil dapat menggerakkan harga secara tajam," ujar Pintor.

Baca Juga:
Ia menjelaskan, berdasarkan ketentuan BEI, saham free float merupakan saham scripless yang dimiliki pihak dengan kepemilikan di bawah 5 persen, bukan pengendali maupun afiliasinya, serta tidak termasuk saham treasury atau saham yang dibatasi perdagangannya.

Selain memengaruhi stabilitas harga, free float juga menjadi pertimbangan penting bagi investor institusi yang membutuhkan likuiditas tinggi dalam bertransaksi.

Untuk itu, BEI terus memperkuat aturan dengan menaikkan batas minimum free float menjadi 15 persen serta menerapkan skema bertahap bagi perusahaan tercatat.

Langkah tersebut diharapkan mampu mendorong pasar modal yang lebih transparan, kompetitif, serta menarik lebih banyak investor domestik maupun global, termasuk memberi dampak positif terhadap minat investasi masyarakat Sumatera Utara di pasar saham nasional.(**)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Ledakan Toko Kembang Api di Hubei Tewaskan 12 Orang saat Libur Imlek
Pengunduran Pejabat OJK Perlu Respon Cepat Pemerintah untuk Cegah Gejolak Pasar
CTRA dan Kepatuhan Semu: Cermin Retak Kegagalan Sistemik BEI di Mata MSCI
Susul Bos BEI, Mahendra Siregar dan Inarno Djajadi Mundur dari Jabatannya di OJK
IHSG Menguat Usai Dirut BEI Mundur, Emas Masih Prospektif
Petinggi OJK Mahendra Siregar dan Dua Rekannya Mundur Usai IHSG Anjlok
komentar
beritaTerbaru