Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 04 September 2026

Gerakan CU YAPIDI Dorong Perempuan Ambil Peran Strategis

Ir Parluhutan Simarmata - Kamis, 03 September 2026 20:41 WIB
161 view
Gerakan CU YAPIDI Dorong Perempuan Ambil Peran Strategis
Foto: Dok Panitia
Ketua Panitia Reantina Novaria Gurusinga SH MH memimpin Hari CU Dampingan YAPIDI, kemarin.

Sukamakur(harianSIB.com)

Gerakan Credit Union (CU) terus didorong menjadi kekuatan ekonomi kerakyatan sekaligus wadah pemberdayaan dan kepemimpinan perempuan.

Hal itu mengemuka dalam Hari CU Dampingan YAPIDI (Yayasan Pijer Podi, kini namanya 'Perkumpulan Pemberdayaan Perempuan Pijer Podi') bertema "Gerakan CU Memacu Peran Strategis Kepemimpinan Perempuan" di Sukamakmur, kemarin.

Ketua Panitia Reantina Novaria Gurusinga SH MH mengatakan, CU yang dibangun dengan prinsip dari, oleh dan untuk anggota tidak hanya bertujuan meningkatkan kesejahteraan ekonomi, tetapi juga membangun pendidikan, solidaritas dan kepemimpinan, terutama bagi perempuan pedesaan.

Menurutnya, perempuan tidak cukup hanya menjadi anggota CU, tetapi perlu memiliki kapasitas dan suara dalam pengambilan keputusan hingga ruang publik.

Baca Juga:
"Melalui CU, kader-kader perempuan didorong untuk berani mengambil peran strategis, mulai dari tingkat desa hingga jenjang yang lebih tinggi. Mereka dibangun melalui pendidikan, pendampingan, solidaritas dan konsolidasi," ujar Reantina.

YAPIDI juga memperkuat kapasitas perempuan melalui Sekolah Perempuan Merdeka, pendalaman empati sosial dan responsif gender serta pengembangan inovasi berbasis komunitas.

Berdasarkan data YAPIDI per Juni 2026, sebanyak 836 anggota kelompok dari total 20.368 anggota disebut telah menduduki jabatan publik. Ke depan, jumlah tersebut ditargetkan meningkat.

Reantina menegaskan, keberhasilan gerakan CU tidak hanya diukur dari aspek ekonomi, tetapi juga kemampuan membangun masyarakat yang mandiri, kritis dan mampu mengambil keputusan.

"CU bukan sekadar lembaga keuangan mikro, tetapi juga wadah belajar dan mencetak pemimpin dari akar rumput," katanya.

Selama 43 tahun sejak 1983, YAPIDI bersama para perintis CU mendampingi masyarakat di sejumlah desa di Sumatera Utara dan Aceh.

"Kepercayaan, kerja sama dan pendidikan adalah napas CU. Mari mengakar, merambat, bersemi dan berkelanjutan," tegas Reantina.(**)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Gereja Pentakosta Sumatera Utara/Pinksterkerk Usul Hapus Pembahasan Sekolah Minggu di UU
Sultan Deli Berharap Presiden Jokowi Sukses Pada Pilpres 2019
Pendidikan Tantangan Terbesar Pemberdayaan Perempuan
Bupati Soekirman: Pemberdayaan Perempuan Fokus Utama
Sekdaprovsu: Sumatera Utara Memiliki Potensi Menjadi Pengekspor Pangan
Djarot Prioritaskan P Siantar Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan
komentar
beritaTerbaru