Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 31 Maret 2026

Mentan Amran: Target Swasembada Pangan Banyak Hambatan

* 8 Bendungan Dibangun Tahun 2016
- Kamis, 04 Juni 2015 15:21 WIB
492 view
Mentan Amran: Target Swasembada Pangan Banyak Hambatan
Bendungan
Jakarta (SIB)- Pagi ini, Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman membuka acara Musyawarah Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2015 dengan tema Percepatan Pembangunan Infrastruktur Pertanian untuk Pencapaian Swasembada Pangan, Daya Saing Pertanian dan Kesejahteraan Petani. Acara itu dihadiri oleh ribuan peserta termasuk kepala dinas pertanian dari 125 kabupaten se-Indonesia.

Saat membuka acara, Amran langsung membicarakan target swasembada pangan 2017. Amran mengakui target tersebut tidaklah mudah apalagi ditemukan sejumlah kendala di lapangan.

"Upaya Khusus (UPSUS) Padi, Jagung dan Kedelai (PAJALE) masih menjumpai banyak persoalan lapangan," keluh Amran di Auditorium Gedung Kementerian Pertanian (Kementan), Rabu (3/6).

Kendala tersebut antara lain banyaknya irigasi yang bermasalah, keterlambatan pembagian dan distribusi pupuk hingga masalah teknis lainnya.

"Irigasi bermasalah, pupuk terlambat, alsintan (alat mesin pertanian) dan lainnya," sebutnya.

Meski demikian, Amran mengakui ada sedikit peningkatan terutama dalam pencapaian target tanam dan produksi hingga penambahan lahan pertanian. Amran meminta hal ini terus dilanjutkan salah satunya adalah peningkatan indeks pertanaman (IP) dan produktivitas padi sebesar 7-9 ton/hektar. Hal itu dilakukan agar target swasembada pangan bisa direalisasikan tahun 2017 mendatang.

"Dampak UPSUS sudah terasa, Oktober-Maret ada peningkatan luas tanam. Penyaluran pupuk bertambah 265 ribu ton, sudah saya cek. Lalu ada penambahan 400-500 ribu hektar luas tanam baru. Ini capaian tertinggi sepanjang sejarah. Banyak orang yang sangsi. Tapi ini betul terbukti Oktober-Maret ada kenaikan tambah tanam," tegasnya.

Sementara itu di tempat yang sama, Kepala Biro Perencanaan Kementan Kasdi Subagyono, sudah mengkalkulasi kebutuhan anggaran untuk mendukung program swasembada 2017. Ia menghitung setidaknya tahun depan Kementan membutuhkan anggaran hingga lebih dari Rp 30 triliun bahkan bisa diperlebar hingga Rp 45 triliun.

"Pagu indikatif 2016 mulanya kita susun Rp 30,1 triliun. Ada tambah Rp 620 miliar menjadi Rp 30,7 triliun. Sudah ada lampu hijau berkesempatan naikkan anggaran sampai Rp 45 triliun, atau ada penambahan Rp 15 triliun. Ini tidak mudah harus ada perencanaan yang matang," tutupnya.

Bangun 8 Bendungan
Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) akan melelang delapan bendungan baru pada 2016 untuk terus merealisasikan program Nawa Cita Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, delapan bendungan baru itu merupakan bagian dari total 49 bendungan yang akan dibangun hingga 2019.

"Tahun depan ada sekitar delapan bendungan yang akan dilelang dengan nilai kontrak Rp 8 triliun," kata Basuki, pekan lalu.

Kedelapan bendungan itu, antara lain Bendungan Ciawi senilai Rp 1,69 triliun di Jawa Barat, Bendungan Sukamahi senilai Rp 1,1 triliun di Jawa Barat, Bendungan Kolhua senilai Rp 569 miliar di Nusa Tenggara Timur (NTT), Bendungan Rukoh senilai Rp 553 miliar di Aceh, dan Bendungan Kuil senilai Rp 1,5 triliun di Sulawesi Utara.

Selanjutnya, Bendungan Sukoharjo senilai Rp 1 triliun di Lampung, Bendungan Cipanas senilai Rp 2,1 triliun di Jawa Barat, dan terakhir Bendungan Sindangheula senilai Rp 496 miliar di Banten.

Dengan dibangunnya delapan bendungan baru pada 2016, maka pada dua tahun masa pemerintahan Jokowi–Jusuf Kalla, telah dibangun sebanyak 11 bendungan baru.

Sementara itu pada Juni nanti, Kementerian PU-Pera akan melakukan pemancangan tiang pertama (groundbreaking) tiga bendungan yang telah masuk perencanaan di tahun 2015. Menurut Basuki, ketiga bendungan itu adalah Tanju di Nusa Tenggara Barat (NTB), Mila di NTB dan Karian di Banten.

"Ketiganya masih dalam proses lelang dan akan dipercepat prosesnya sehingga bisa segera dimulai konstruksinya," kata Basuki.

Investasi Bendungan Tanju sebesar Rp 330, 26 miliar dan Mila sekitar Rp 198 miliar. Kedua bendungan itu seharusnya sudah di-groundbreaking pada Mei 2015, namun terkendala administrasi yang belum selesai.

Sementara itu, Bendungan Karian mengalami pengulangan lelang dan tersisa dua konsorsium yang memperebutkan bendungan dengan nilai kontrak Rp 1,68 triliun tersebut. (detikfinance/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru