Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 29 Juni 2026

Januari RI Impor BBM Rp 15 Triliun di Januari, Paling Banyak dari Singapura

- Kamis, 06 Maret 2014 21:34 WIB
459 view
Januari RI Impor BBM Rp 15 Triliun di Januari, Paling Banyak dari Singapura
SIB/Int
Ilustrasi
Jakarta (SIB)- Indonesia masih mengandalkan impor minyak untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat. Total impor minyak pada Januari 2,4 juta ton atau US$ 2,3 miliar atau Rp 25 triliun.

Sementara untuk Bahan Bakar Minyak (BBM) dilaporkan mencapai 1,2 juta ton atau US$ 1,3 miliar atau sekitar Rp 15 triliun. Demikian dikutip dari data laporan Badan Pusat Statistik (BPS), Rabu (5/3/2014).

Dari total tersebut, impor BBM terbesar berasal dari Singapura dengan catatan 886 ribu ton atau senilai US$ 918,6 juta. Tahun 2013 silam, impor dari negara tetangga ini mencapai 9,6 juta ton atau US$ 9,7 miliar.

Selain Singapura, BBM juga diimpor dari negara lain yaitu, Malaysia dengan jumlah 300 ribu ton atau US$ 306,7 juta, Korea Selatan dengan jumlah 53 ribu ton atau US$ 57,04 juta,  Saudi Arabia dengan jumlah 23 ribu ton atau US$ 31,7 juta.

Impor juga dilakukan untuk bahan bakar pesawat dari  Singapura dengan jumlah 30 ribu ton atau US$ 31 juta, Belanda dengan jumlah 253 ton atau US$ 489 ribu, Malaysia dengan jumlah 40 ton atau US$ 75 ribu.

Kemudian untuk bahan bakar diesel, rinciannya adalah : Singapura dengan jumlah 360 ribu atau US$ 322,8 juta, Korea Selatan dengan jumlah 270 ribu ton atau US$ 233,7 juta, Malaysia dengan jumlah 114 ribu ton atau US$ 102 juta, Kuwait dengan jumlah 93 ribu atau US$ 82,4 juta.

RI Juga Ekspor
Tidak cuma impor, Indonesia juga melakukan ekspor minyak. Ini terdiri dari hasil minyak dan minyak mentah. Untuk hasil minyak, terbagi atas Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk kendaraan bermotor, bahan bakar pesawat dan bahan bakar diesel.

Berdasarkan data BPS ekspor hasil minyak pada bulan Januari mencapai 446 ribu ton atau senilai dengan US$ 292,7 juta.

Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, terlihat ada penurunan yang cukup signifikan. Desember 2013 dilaporkan, ekspor hasil minyak bahkan mencapai 725 ribu ton atau senilai dengan US$ 550,8 juta.

Negara tujuan ekspor hasil minyak juga bermacam-macam. Terbesar adalah ke Malaysia dengan volume 370 ribu ton atau US$ 236 juta. Kemudian adalah Jepang sebesar 29 ribu ton dengan US$ 20,3 juta dan Singapura dengan 21 ribu ton atau US$ 20,9 juta.

(detikfinance)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru