Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 03 Februari 2026

GMI Diminta Pedomani Pengalaman Hidup Iman John Wesley dalam Kabarkan Injil

* Bishop Darwis Manurung STh MPSi: Tetap Tingkatkan Pelayanan, Tanpa Tuntut Balas Jasa
- Minggu, 06 Maret 2016 13:59 WIB
582 view
Medan (SIB)- Warga Gereja Methodist Indonesia (GMI) diminta memedomani pengalaman hidup iman Jhon Wesley, dalam mengabarkan Injil. Hal itu disebutkan Pimpinan GMI Wilayah I Bishop Darwis Manurung STh MPSi di hadapan seratusan peserta, dalam pengantar khotbah pembukaan Pembinaan Badan Warga GMI Wilayah I di Crystal Ballroom Hotel Asean International Medan, Jumat (4/3) malam.

Dikatakan, sebagai pendiri gerakan Methodist di Inggris, John Wesley selalu menggugah perasaannya dalam pertobatan yang dilakukannya. Hal itu, menurutnya,  menjadi dasar kebangunan rohani, sehingga John Wesley lebih semangat mengabarkan Injil. Keteguhan hati John Wesley itu, dapat dijadikan pedoman bagi warga GMI untuk meningkatkan pelayanan pengabaran injil lebih semangat.

Sebagai Pimpinan Gereja Methodist Wilayah I, kegiatan pembinaan warga merupakan sukacita yang sangat besar. Sebab, akunya, baru kali ini ada kegiatan pembinaan bagi para utusan Konferensi Tahunan (Konta) GMI Wilayah I untuk berkumpul, bersosialiasi, serta menggumuli peningkatan kualitas pelayanan di gereja.

"Kegiatan ini sudah menjadi agenda yang ditetapkan dalam konferensi tahunan pada Tahun 2015," ujarnya.

Dalam khotbah berdasarkan Roma 1:16-17, Bishop Darwis Manurung mendorong semangat majelis gereja sebagai utusan Konta dalam melayani. 

Menurutnya, teks khotbah itu sangat berperan penting dalam pengalaman hidup iman John Wesley, pendiri gerakan Methodist di Inggris. Dengan memperdomani hidup iman John Wesley, diharapkan warga gereja akan dipakai Tuhan sebagai pelayan gereja. Untuk itu Darwis mengimbau, warga gereja tetap meningkatkan pelayanan, tanpa menuntut balas jasa dari gereja tersebut.

"Kita harus melayani dan rela memberi meski sesungguhnya berkekurangan. Sebab, pelayanan yang sungguh harus memberi dari kekurangan, sebagaimana dilakukan oleh janda di Sarfat sehingga terjadi mujizat dalam kehidupan," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, Bishop Darwis Manurung STh MPSi meminta gereja tidak hanya memikirkan diri sendiri. Untuk itu, warga GMI untuk menggunakan pengajaran yang diterima saat menjalani pendidikan di Perguruan Kristen Methodist Indonesia (PKMI), untuk membangun gereja.

Sementara, Ketua Panitia Pembinaan Warga GMI Wilayah I Ir Jones Simatupang MSi mengaku, kegiatan itu diadakan berdasarkan hasil Konferensi Tahunan (Konta) GMI Wilayah I di Hotel Niagara Parapat Juni 2015 lalu. Selain diisi sejumlah pembinaan, kegiatan pembinaan itu juga diisi dengan sharing pelayanan, kegiatan Outbound di Kampung Ladang Medan, sekaligus pembentukan Pengurus Badan Warga GMI Wilayah I.

"Saat ini, peserta kegiatan terdata 109 orang warga GMI Wilayah I yang terdiri dari Distrik 1-14, meliputi wilayah Aceh, Sumut, Pekanbaru. Kemungkinan jumlah itu akan terus bertambah hingga mencapai 150 orang. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan solidaritas Badan Warga GMI Wilayah I," sebutnya. (A16/l)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru