Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 28 Juni 2026

Jokowi Tetapkan 1 Juni Libur, Sebagai Peringatan Hari Lahir Pancasila

* Megawati: Tanpa Pancasila Tak Ada NKRI
- Kamis, 02 Juni 2016 10:04 WIB
673 view
Jokowi Tetapkan 1 Juni Libur, Sebagai Peringatan Hari Lahir Pancasila
SIB/Ant/Agus Bebeng
PERINGATAN HARI LAHIR PANCASILA: Presiden Joko Widodo (keempat kanan), bersama (ki-ka) Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Ketua MPR Zulkifli Hasan dan
Jakarta (SIB)- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menetapkan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila. Keputusan Presiden (Keppres) diteken, Rabu (1/6).
Pengumuman itu disampaikan Jokowi dalam penutupan pidato peringatan Pidato Bung Karno 1 Juni 1945 di Gedung Merdeka Bandung, Jawa Barat, Rabu (1/6) sekitar pukul 11.10 WIB.

"Dengan mengucap bismillah, tanggal 1 Juni ditetapkan diliburkan dan diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila," kata Jokowi yang mengenakan batik lengan panjang di atas mimbar.

Keputusan Jokowi itu disambut tepuk tangan riuh dari seluruh tamu undangan yang memadati gedung. Jokowi kemudian meneken Keppres soal keputusan tersebut. Hari libur 1 Juni akan berlaku mulai tahun depan.

Dalam pidatonya, Jokowi meminta Pancasila harus terus diamalkan oleh segenap rakyat Indonesia. Dia juga mengutip pesan Presiden Sukarno agar rakyat Indonesia senantiasa bergotong-royong demi memajukan bangsa.

Dalam acara itu hadir Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Menko PMK Puan Maharani, Ketua MPR Zulkifli Hasan dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Menkum HAM Yasonna Laoly, Menteri LHK Siti Nurbaya, Menhan Ryamizard Ryacudu, Menko Perekonomian Darmin Nasution, MenPANRB Yuddy Chrisnandi, Ketua DPR Ade Komarudin, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dan lainnya.

Apa alasan Jokowi tetapkan 1 Juni hari libur Nasional?
"Tadi kan sudah saya sampaikan. Disampaikan juga oleh ketua MPR bahwa ini sebuah perjalanan panjang yang menjadi pertimbangan yang sudah melalui kajian yang mendalam yang intinya adalah bahwa Pancasila itu sebagai ideologi negara," ujar Jokowi usai acara.

Jokowi menilai Pancasila adalah posisi tertinggi dalam sebuah negara. Sehingga sudah selayaknya 1 Juni ditetapkan sebagai Hari Lahirnya Pancasila.
"Ini adalah posisi tertinggi di dalam sebuah negara. Sehingga kita putuskan 1 juni ditetapkan, kemudian diliburkan dan diperingati sebagai hari lahirnya pancasila," tambahnya.

Setelah penetapan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila, Jokowi mengatakan pihaknya bersama MPR akan merumuskan cara-cara pengamalan dan implementasi Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

"Setelah ini kita nanti terutama juga dengan MPR akan merumuskan lagi dengan cara-cara yang cepat agar implementasi pengamalan kemudian dalam kehidupan keseharian kita bisa mengamalkan Pancasila sebagai ideologi kita sebagai landasan negara kita," tandasnya.

Terima Kasih
Megawati, mewakili keluarga Bung Karno menyampaikan terima kasih kepada pemerintah atas pengakuan 1 Juni sebagai hari lahir Pancasila. Pemikiran Pancasila ini tercetus dari kontemplasi pemikiran Bung Karno dan disampaikan dalam sidang BPUPKI pada 1 Juni 71 tahun lalu.

"Sebagai hari lahir Pancasila, sudah selayaknya diperingati. Atas nama keluarga mengucapkan terima kasih kepada presiden dan pemerintah RI. Semua pihak yang telah berjuang bersama-sama menjadikan 1 Juni sebagai hari lahir Pancasila," ungkap Mega.

Mega juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada mereka yang berjuang untuk peringatan hari lahir Pancasila 1 Juni.

"Sungguh pengakuan ini momen bersejarah. Menetapkan hari Pancasila adalah suatu upaya untuk membangkitkan nasionalisme," urai dia.

Langkah pengakuan ini, lanjut Mega, amat berarti di tengah liberalisme dan kapialisme yang telah merasuk ke dalam aspek kehidupan.
"Semoga Pancasila tidak hanya jadi memori kolektif, semoga jiwa semangat dan keberanian hidup kembali melingkupi kehidupan berbangsa dan bernegara," imbuh Mega.

"Kembali kepada nilai-nilai Ketuhanan dan musyawarah mufakat untuk keadilan sosial, bangkitlah bangsaku, dengan spirit Pancasila. Pancasila adalah prinsip dasar sekaligus jalan penerang yang ikut terus berjalan, teruslah bergerak teruslah bersama sampai terwujud Indonesia raya Indonesia yang sejati-jatinya," kata Mega.

Menurut Mega, pidato Bung Karno pada 1 Juni 1945 dalam sidang BPUPKI berisi filosofi, pikiran yang sedalam-dalamnya. Bung Karno menyatakan bahwa bukan dirinya yang menemukan Pancasila. Namun tidak dapat dipungkiri persepsi Pancasila hasil pergulatan Bung Karno sejak muda.

"Buah perenungan atau perjuangan berpuluh-puluh tahun, juga hasil kontemplasi di Ende (NTT-red)," tegas Mega.

Bung Karno juga menegaskan bahwa Pancasila adalah dasar negara. Rakyat Indonesia mencatat bahwa Bung Karno telah memperjuangkan Pancasila jadi ideologi dunia, dan disampaikan resmi di Sidang PBB.

"Tanpa pidato Bung Karno pasti tidak akan ada Pancasila, tidak ada untaian sejarah dunia yang saya sampaikan di atas. Tanpa Pancasila tidak akan ada NKRI bahkan telah terbukti Pancasila bukan hanya ideologi pemersatu sejarah bangsa. Pancasila ideologi alternatif dalam menghadapi konflik dunia," urai dia.

Pertimbangan Pemerintah
Sementara itu, Mendagri Tjahjo Kumolo menyebut bulan Juni sebagai bulan Bung Karno karena pada 1 Juni tahun 1945, nilai-nilai Pancasila disampaikan oleh Bung Karno dalam sidang BPUPKI. Juni juga lekat dengan sejarah terkait Bung Karno.

"Bulan Juni adalah bulan Bung Karno, lahirnya Pancasila kita peringati, lahirnya Bung Karno proklamator penggali Pancasila juga bulan Juni. Wafatnya Bung Karno presiden pertama juga bulan Juni. MPR juga memulai setiap 1 Juni mengulang pidato Bung Karno," ujar Mendagri Tjahjo di kantornya, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (1/6).

Pada tanggal 1 Juni ini pula dilaksanakan upacara peringatan Pancasila yang pertama kali digelar usai ditetapkan sebagai Hari Lahirnya Pancasila. Tjahjo berharap agar semua instansi dan masyarakat dapat berlaku hormat kepada bendera merah putih, pembacaan teks Pancasila, dan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang berpadu di dalam upacara sehingga bisa menyatukan keberagaman yang ada.

"Sebagai negara merdeka sudah 70 tahun ini, sudah disepakati Pancasila dasar negara, maka Hari Lahir Pancasila ini perlu dibuat keputusan pemerintah keputusan rakyat yang menyatakan 1 Juni adalah Hari Lahirnya Pancasila. Ini penting karena Pancasila berfungsi sebagai alat efektif untuk mempertautkan kebesaran negara ini yang beragam," ujar Tjahjo.

"Hari ini momen yang baik, tentunya dasar negara, alat perekat, kita jujur mengakui Pancasila 1 Juni yang disampaikan Bung Karno sudah menjadi keputusan bersama, bagian dari proses sejarah bangsa," imbuhnya.

Ia berpesan, dalam mengambil keputusan politik pembangunan dari pemerintah pusat hingga ke daerah, parpol dan masyarakat harus mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila. Meski ada perbedaan pendapat, namun tetap ada proses musyawarah dan mufakat yang bisa dilakukan.
20 HARI LIBUR
Dengan ditambahnya 1 Juni, jadi ada 20 hari libur nasional dan cuti bersama di tahun 2017.

1 Januari tahun Baru Masehi, 28 Januari tahun Baru Imlek 2568 Kongzili, 28 Maret hari raya Nyepi Tahun Baru Saka 1939, 14 April Wafat Isa Al Masih, 24 April Isra Miraj Nabi Muhammad SAW, 1 Mei Hari Buruh Internasional, 11 Mei Hari Raya Waisak 2561, 25 Mei Kenaikan Isa Al Masih, 1 Juni Hari Lahir Pancasila, 25- 26 Juni Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah, 17 Agustus Hari Kemerdekaan Indonesia, 1 September Hari Raya Idul Adha 1438 Hijriah, 21 September Tahun Baru Islam 1439 Hijriah, 1 Desember Maulid Nabi Muhammad SAW dan 25 Desember Hari Raya Natal
Untuk cuti bersama tahun 2017:

23, 27-28 Juni Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah dan 26 Desember Hari Raya Natal. (detikcom/l)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru