Medan (SIB) -Tanpa dukungan pemerintah daerah, maka pembangunan infrastruktur di kawasan Danau Toba tidak akan berkembang. Sementara melalui kegiatan lokakarya dan Pameran Indonesia Traffic Engineering and Road Environment Camp (Indo-TREC)/Better Connectivity Attractive Regions yang berlangsung 22-24 Nopember 2016 di Medan ini, pemerintah pusat memiliki komitmen besar dalam menyiapkan infrastruktur di Indonesia, khususnya di bidang jalan yang terkait pendukung pariwisata. "Kementerian PUPR memiliki peran strategis dalam mewujudkan infrastruktur yang handal dalam mendukung Indonesia yang berdaulat , mandiri dan berkepribadian yang berlandaskan gotongroyong. Juga menyediakan ilmu pengetahuan dan teknologi. Makanya himpunan para pengusaha swasta yang ada di Indonesia dapat menjadi mitra pemerintah dalam membangun infrastruktur secara nasional, khususnya jalan ke kawasan Danau Toba," kata Kepala Badan Litbang Kementerian PUPR Dr Ir Danis Hidayat Sumadilaga MEng Sc mewakili Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono dalam sambutannya saat membuka lokakarya dan Pameran Indonesia Traffic Engineering and Road Environment Camp/Better Connectivity Attractive Regions, Rabu (23/11) di Hotel Santika Medan.
Hadir dalam acara tersebut, Direktur Jenderal Bina Marga Dr Ir Arie Setiadi Moerwanto MSc, Ketua Komite DPD RI Parlindungan Purba SH MM, Ketua DPP HPJI Ir Hediyanto W Husaini M.SCE, Kepala Pusat Litbang Jalan dan Jembatan, Balitbang Kementerian PUPR Dr Ir Herry Vaza, MEng Sc, Plt Bina Marga Sumut Abdul Harris Lubis mewakili Gubsu, Kadis Tarukim Sumut Ibnu Hutomo, Wakil Walikota Medan Akhyar Nasution dan lainnya.
Sejalan dengan arah kebijakan umum pembangunan nasional 2015-2019, kata dia, yaitu pembangunan percepatan di bidang infrastruktur untuk pertumbuhan dan pemerataan harus melalui konektivitas. "Dengan perbuatan konektivitas kita mampu menjawab tantangan efisiensi dan keseimbangan pembangunan. Hal ini selaras dengan agenda kegiatan pembangunan Presiden Joko Widodo yang tertuang dalam nawacita, yaitu kemandirian ekonomi, peningkatan produktivitas rakyat dan daya bersaing di pasar internasional, serta pembangunan Indonesia dalam kerangka kesatuan. Namun pemerintah mempunyai tantangan besar dalam mewujudkan itu karena Indonesia adalah negara maritim terbesar di dunia," katanya.
Namun lanjut dia, Tuhan telah memberikan sumber kekayaan alam yang luar biasa kepada bangsa Indonesia. Itu perlu dijaga kelestariannya, serta harus dioptimalkan pemanfaatannya untuk seluruh rakyat Indonesia dan tetap memegang teguh pembangunan yang berkelanjutan.
Pariwisata, lanjut dia merupakan faktor utama untuk menjaga kelestarian alam di Indonesia dan masyarakat perlu didukung dalam pengembangannya. "Ini merupakan komitmen kita bersama dalam arah kebijakan pembangunan untuk menyediakan infrastruktur yang handal untuk mendukung 10 destinasi prioritas nasional, salah satunya adalah kawasan Danau Toba. Kami menyadari potensi pariwisata di Sumut, bukan hanya di Danau Toba, tapi juga di kepulauan Nias, Sibolga, Deliserdang dan berbagai daerah lainnya," katanya.
Dia mengatakan, pembangunan ekonomi yang merata dan seimbang khususnya sektor pariwisata tidak akan terwujud tanpa dukungan infrastruktur-infrastruktur dan transportasi yang handal, baik darat maupun udara. "Namun perlu digarisbawahi, apapun konektivitas yang terbentuk dari infrastruktur dan transportasi tersebut, menjadi tidak berarti dalam meningkatkan pariwisata jika pemerintah daerah setempat, tidak turut berperan serta menciptakan daerah tujuan wisata yang menarik, khususnya dalam hal-hal fasilitas yang mendasar. Karena itu sangat dibutuhkan dukungan dalam hal kebijakan teknis dan dokumentasi yang singkron, antara pusat dan daerah. Sehingga pengelolaan dan investasi infrastruktur di kawasan pariwisata Danau Toba dapat bersinergi," ujarnya.
Menurut dia, dari 10 destinasi pariwisata tersebut ada tiga prioritas pemerintah pusat, di antaranya Danau Toba di kawasan Indonesia Barat. Untuk mewujudkannya, diperlukan terobosan yang inovatif, efektif, efisien dan berkelanjutan. "Seluruh stakeholder dapat lebih bersinergi, kerja keras memperkuat kerjasama dengan instansi terkait lainnya, untuk mewujudkan teknologi inovatif hasil karya anak bangsa, guna mendukung konektivitas yang pada akhirnya dapat meningkatkan daya saing negara kita di kawasan Asia," katanya.
Sementara sambutan Gubsu HT Erry Nuradi yang dibacakan Plt Kadis Bina Marga Sumut mengatakan, pembangunan kawasan destinasi kawasan Danau Toba dan kepulauan Nias, penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan kemajuan Sumut di bidang pariwisata. "Kami sangat berterimakasih atas program destinasi tersebut sehingga kawasan Danau Toba menjadi salah satu Monaco Asia nantinya. Itu juga harus mendapat dukungan dari semua pihak, agar pengembangannya dapat berjalan dengan baik dan cepat sesuai harapan kita bersama," katanya.
Menurut dia, di Sumut terdapat tiga kawasan strategis nasional yaitu ; Mebidangro (Medan, Binjai, Deliserdang dan Karo), KEK Sei Mangkei danau Toba dan Kepulauan Nias. Ketiga kawasan strategis ini sangat membutuhkan infrastruktur konektivitas. "Untuk itu kami berterimakasih kepada pemerintah pusat yang telah memfasilitasi pembangunan jalan tol Medan-Binjai, Medan-Kualanamu-Tebingtinggi. Juga Rel KA Medan-Kualanamu, trans Sumatera, Bandara Silangit, pembangunan pelabuhan Kuala Tanjung dan lainnya," katanya.
Namun, lanjut dia, untuk percepatan ketiga kawasan nasional tersebut masih diperlukan pembangunan jalan tol Medan-Tebingtinggi-Danau Toba, juga pembangunan infrastruktur konektivitas kawasan Danau Toba dan kepulauan Nias, peningkatan kapasitas jalan nasional dari Danau Toba ke Kutacane, Aceh serta ke Sumatera Barat. "Melalui acara ini juga kami menitipkan beberapa hal, antara lain membangun sebanyak mungkin akses infrastruktur di Sumut, yang menuju kawasan wisata, baik darat, laut dan udara. Menyederhanakan perizinan di Sumut, membangun energi listrik untuk kebutuhan kawasan wisata, membangun kerjasama promosi wisata dalam dan luar negeri," imbaunya.
Sedangkan penyelenggara Herry Vaza (Kepala Pusat Litbang Jalan dan Jembatan, Balitbang Kementerian PUPR melaporkan, hasil kegiatan ini bisa menjadi acuan akan kebutuhan dalam pengembangan kawasan wisata di Sumut, khususnya di kawasan Danau Toba. Hal ini sebagai upaya meningkatkan kunjungan wisata di Sumut. Acara ini juga sekaligus sebagai sarana memperkenalkan berbagai perkembangan teknologi di bidang pembangunan pariwisata.
Dia juga melaporkan, selain menggelar seminar terkait dukungan kepariwisataan, juga digelar pameran terkait pembangunan infrastruktur dalam mendukung pariwisata ke depannya. "Diharapkan hasil seminar ini juga bisa menjadi panduan bagi kepala daerah kabupaten/kota di Sumut dalam meningkatkan kunjungan wisatawan di daerahnya. Termasuk melakukan konsultasi dengan berbagai sumber yang hadir dalam meningkatkan dan membangun pariwisata di daerahnya masing-masing," katanya.
Acara ini dibuka dengan pemukulan gordang sembilan secara bersama oleh Kepala Badan Litbang Kementerian PUPR Danis Hidayat Sumadilaga mewakili Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono, Direktur Jenderal Bina Marga Arie Setiadi Moerwanto, Ketua Komite DPD RI Parlindungan Purba, Ketua DPP HPJI Hediyanto W Husaini, Kepala Pusat Litbang Jalan dan Jembatan, Balitbang Kementerian PUPR Herry Vaza, Plt Bina Marga Sumut Abdul Harris Lubis mewakili Gubsu, Wakil Wali Kota Medan Akhyar Nasution dan lainnya pertanda dibukanya lokakarya dan Pameran Indonesia Traffic Engineering and Road Environment Camp/Better Connectivity Attractive Regions yang berlangsung 22-24 Nopember 2016. Kemudian dilanjutkan dengan acara Deklarasi Forum Infrastruktur Transportasi Pariwisata serta penandatanganan Deklarasi Forum Infrastruktur Transportasi Pariwisata. (A12/d)