Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 18 April 2026

Trump Teken Keputusan Pembangunan Tembok AS-Meksiko

* Presiden Meksiko Didesak Batalkan Pertemuan dengan Trump
- Jumat, 27 Januari 2017 09:59 WIB
479 view
Washington (SIB) -Presiden Donald Trump mengatakan pemerintahnya akan segera membangun tembok di perbatasan antara Amerika Serikat dan Meksiko, untuk mewujudkan salah satu janji kampanyenya. Saat berpidato di Kementerian Keamanan Dalam Negeri, Rabu (25/1), Trump mengatakan tembok ini akan mencegah masuknya imigran gelap dan penyelundup narkoba. "Negara tanpa perbatasan bukanlah negara. Terhitung mulai hari ini Amerika Serikat akan mengambil alih kembali perbatasannya," kata Presiden Trump.

Sebelumnya, ia menandatangani surat keputusan pembangunan tembok, yang panjangnya bisa mencapai 2.000 mil dengan biaya miliaran dolar, yang biayanya nanti akan diganti oleh pemerintah Meksiko, posisi yang sudah ditolak oleh pemerintah di sana. "Akan ada pembayaran (dari pemerintah Meksiko)," kata Trump dalam wawancara dengan ABC News.

Ia pernah mengatakan bahwa biaya untuk membangun tembok di perbatasan dengan Meksiko ini sekitar US$ 8 miliar. Namun sejumlah pihak meyakini biaya yang sebenarnya mungkin bisa dua kali lebih besar.

Laporan BBC di Meksiko mengatakan, banyak kalangan di Meksiko yang menganggap tembok ini sebagai 'perwujudan sikap rasis Amerika' yang membuat mereka menentang rencana pembangunannya.

Tembok ini, jika nantinya selesai dibangun, akan memisahkan keluarga dan mencegah warga Meksiko untuk mencari pekerjaan musiman di Amerika, jenis pekerjaan yang sebenarnya 'membantu pertumbuhan ekonomi' Amerika. Soal biaya, kantor presiden Meksiko sudah menegaskan bahwa mereka tak ingin membayar kepada Washington, baik untuk saat ini maupun di masa mendatang.

Didesak Batalkan Pertemuan
Perintah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk segera merencanakan dan membangun tembak perbatasan dengan Meksiko menuai kecaman.
Oposisi Meksiko mendorong Presiden Enrique Pena Nieto untuk membatalkan rencana pertemuan dengan Trump, pekan depan. "Pengumuman @realDonaldTrump soal tembok (perbatasan) sebelum kunjungan @EPN (Presiden Nieto) adalah penghinaan untuk Meksiko," ucap Margarita Zavala, yang merupakan calon presiden Meksiko dari Partai Aksi Nasional (PAN), via Twitter, seperti dilansir AFP, Kamis (26/1).

"Kunjungan itu harus dipertimbangkan kembali," imbuh Zavala. Rencananya, Presiden Nieto akan berkunjung ke Washington DC pada 31 Januari. Sejumlah pejabat tinggi Meksiko, seperti Menteri Luar Negeri dan Menteri Perekonomian Meksiko telah berada di Washington DC untuk mempersiapkan kunjungan Presiden Nieto.

Pada Selasa (24/1) waktu setempat, Menteri Perekonomian Meksiko Ildefonso Guajardo menyatakan Meksiko akan menarik diri dari perundingan dengan pemerintahan Trump, jika AS bersikeras membuat pemerintah Meksiko membayar pembangunan tembak perbatasan itu. Belum ada komentar dari kantor Presiden Nieto terkait hal ini.

Terakhir kali Presiden Nieto bertemu Trump semasa kampanye pilpres, dia dikritik habis-habisan di dalam negeri. Terlebih karena Presiden Nieto menjamu Trump yang pernah menyebut imigran Meksiko sebagai pemerkosa dan penjahat narkoba.

Kini, Presiden Nieto berada di bawah tekanan karena akan bertemu Trump lagi. Senator Miguel Barbosa dari Partai Revolusi Demokratik (PRD), yang juga oposisi, menyebut Presiden Nieto tak seharusnya berunding saat di bawah tekanan atau membiarkan pemerintahan Trump menentukan hasil perundingan. Sedangkan Senator Armando Rios Piter yang juga dari PRD menyebut pengumuman pembangunan tembok perbatasan itu sebagai 'aksi keji' yang seharusnya membuat Presiden Nieto membatalkan kunjungan ke AS. (detikcom/l)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru