Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 04 April 2026

Ratusan Rumah Warga di Karo Rusak Diterjang Angin Puting Beliung dan Hujan Es

* Tanaman Pertanian Rusak dan Terancam Gagal Panen
- Rabu, 14 Juni 2017 11:00 WIB
653 view
Ratusan Rumah Warga di Karo Rusak Diterjang Angin Puting Beliung dan Hujan Es
SIB/Sonry Purba
RUSAK: Hujan es seukuran kelereng dengan intensitas tinggi disertai angin puting beliung merusak rumah warga, Senin (12/6) petang.
Tanah Karo (SIB)- Hujan es seukuran kelereng dengan intensitas tinggi disertai angin puting beliung merusak ratusan  rumah warga Desa Pertumbuken dan Bulanjulu di Kecamatan Barusjahe, Karo,  Senin (12/6) petang.

Bahkan  puluhan rumah tidak bisa lagi dihuni karena atap yang terbuat dari seng rusak. Selain rumah, bencana ini juga menyebabkan ratusan pohon tumbang serta merusak berbagai jenis tanaman hortikulutra milik petani terutama tanaman tomat dan cabe gagal panen. Bukan itu saja, air yang membanjiri rumah juga merusak berbagai jenis peralatan elektronik warga.

Peristiwa ini juga menyebabkan listrik padam selama berjam-jam. Meski tak ada korban jiwa dan luka, namun kejadian ini menyebabkan kerugian materi hingga ratusan juta.

Informasi yang diperoleh kejadian itu sekitar pukul 16.30 WIB. Kebanyakan warga yang sore itu masih bekerja di ladang semula tak mengira akan bencana tersebut.

"Awalnya langit sangat gelap, tiba-tiba angin bertiup dengan kencang dan berputar-putar. Tak lama setelah itu, hujan deras diikuti turunnya es sebesar kelereng. Ngeri kali, baru ini kutengok hujan batu es sebesar itu. Warga juga terpaksa mengungsi ke jambur karena merasa khawatir atas bencana alam itu ," ungkap R br Surbakti (62), warga Desa Pertumbuken yang rumahnya juga ikut tergenang air karena atapnya jebol.

Kepala Desa Pertumbuken, Waspada Sembiring mengaku belum bisa mendata berapa rumah warganya yang terdampak bencana ini. "Sampai saat ini kami masih melakukan pendataan," katanya.

 Hal senada juga dikatakan Camat Barusjahe, Kalsium Sitepu. "Sampai malam ini, Senin (12/6) baru dua desa di kecamatan kita yang jadi korban bencana ini. Datanya masih kita kumpulkan. Sejauh ini tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Ia berharap Pemkab Karo segera memberikan bantuan berupa seng untuk mengganti atap rumah mereka yang hancur.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Karo, Natanael Peranginangin, mengatakan hujan es terjadi di dua desa, yakni Desa Pertumbukan dan Desa Bulan, Kecamatan Barus Jahe. "Kejadian hujan es sore, sekitar pukul 16.05 WIB hingga pukul 17.15 WIB. Hujan es ini merusak kurang lebih 100 rumah, mayoritas kerusakan di atap rumah . Desa Pertumbukan hampir semua lahan pertanian rusak. Sehingga ada ratusan hektare lahan pertanian rusak, terutama tanaman tomat dan cabe gagal panen," ujar Natanael kepada SIB.

Menurutnya, saat ini  BPBD terus melakukan pendataan rumah rusak akibat peristiwa alam itu, dengan menerjunkan tim reaksi cepat BPBD Karo.
"Kami dari BPBD Karo memberikan batuan beras kepada warga yang terkena dampak hujan es. Karena atap rusak beras stok warga basah semuanya. Jadinya diberikan bantuan beras kepada warga," tuturnya.

Dia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari BPBD Karo.  Natanael mengakui fenomena alam berupa hujan es ini baru pertama kali dirasakan di Karo. "Saat ini cuaca sudah aman, hujan sudah reda. Sebagian warga sudah membersihkan rumah masing masing," ungkap Natanael. (BR2/c)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru