Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 31 Maret 2026

Korban Bertambah, Wabah Rabies di Nias Selatan Belum Teratasi

* Kapuskesmas: Pihak Korban Tidak Menginformasikan Penyakitnya * Keluarga Korban Kesal Vaksin Tidak Bereaksi
- Jumat, 06 Oktober 2017 10:34 WIB
863 view
Korban Bertambah, Wabah Rabies di Nias Selatan Belum Teratasi
Nisel (SIB) -Persoalan rabies di Nias Selatan (Nisel) hingga kini belum teratasi. Seorang ibu hamil Irawati Giawa warga Soledua Kecamatan Hilimegai, Sabtu (30/10) meninggal dunia akibat digigit anjing diduga mengidap rabies.

Sepupu korban, Pemandangan Halawa mengatakan, sekitar dua minggu lalu Irawati digigit anjing milik tetangganya Ama Eri, setelah itu dia merasa kesakitan dan sesak nafas. Kemudian hari Jumat (29/10) dibawa ke Puskesmas Lolowau namun sangat disayangkan ibu hamil ini tidak mendapat perawatan intensif, hanya diberikan infus, sementara dokter dikatakan tidak ada di Puskesmas.

Pihak Puskesmas sesuai pengakuan Pemandangan mengatakan, pasien mengidap penyakit semacam masuk angin makanya mengalami sesak nafas, namun bantuan oksigen tidak diperoleh pasien sehingga pada akhirnya pihak keluarga membawa pulang kerumah.

Pagi Sabtu (30/10) keluarga berniat membawa korban ke RSU Gunung Sitoli namun sangat disayangkan mobil ambulance tidak ada di Puskesmas Plus Lolowau. Akhirnya, korban terpaksa diangkut melalui mobil Pickup L 300 bersama dengan keluarganya. Sekitar 10 menit sesampai di RSU Gunung Sitoli korban akhirnya meninggal dunia dan langsung dibawa pulang oleh keluarganya.

Dikatakan Pemandangan, dua anaknya, Wiliam Halawa (6) dan Bilbrice Halawa (5) juga tergigit anjing yang tak dikenal pemiliknya. "Ketika sedang menunggui Irawati yang baru saja meninggal akibat rabies tiba-tiba kedua putra saya menangis histeri menjerit kesakitan dari belakang kami dan ternyata mereka digigit anjing," tuturnya.

Sekitar pukul 20:00 WIB langsung dibawa ke Puskesmas Plus Lolowau dan ternyata kata perawat stok vaksin rabies habis. Akhirnya Wiliam Halawa dan Bilbrice Halawa pada hari Minggu sore baru divaksin oleh salah seorang pegawai tidak tetap daerah (PTTD) didampingi pihak Puskesmas.

Kepala Puskesmas Lolowau Hermit Giawa dikonfirmasi justeru mengatakan pihak keluarga korban belum memberitahu gejala penyakit Irawati Giawa. "Kita tidak tahu apa gejala penyakitnya karena belum ada pemberitahuan dari pihak keluarga," kata Hermit melalui telepon seluler, Minggu (1/10) sembari mengatakan Irawati meninggal bukan karena kelalian pihaknya, Hermit justru menuding pihak korban lalai tidak langsung berobat ketika digigit anjing.

Vaksin
Pemandangan Halawa ayah Wiliam Halawa dan Bilbrice Halawa korban gigitan anjing curiga terhadap keaslian vaksin yang diberikan oleh pihak Puskesmas Plus Lolowau karena tidak berefek sebaik dipergunakan. "Saya curiga itu pasti vaksin palsu atau kadaluarsa karena setelah divaksin anak saya malah tambah sakit, kaki kebas suhu badan sangat panas, bahkan susah bergerak," kata Pemandangan.

Ditambahkan Pemandangan, awalnya pihak Puskesmas Plus Lolowau mengatakan stok obat di Dinkes Nisel sudah habis, Senin baru dijemput dari Jakarta. Setelah diributi di Medsos tiba-tiba hari Minggu vaksin ada di Dinkes.

Sementara Kadis Kesehatan Nisel melalui Kabid Pemberantas Pengendalian Penyakit, Ufati Fau ketika dikonfirmasi, Rabu (4/10) membantah pernyataan ayah korban Pemandangan terkait vaksin palsu. "Itu tidak benar, vaksin yang diberikan tersebut vaksin khusus rabies," katanya  sambil menjelaskan vaksin yang diberikan kepada masyarakat yang diduga terjangkit rabies. (Dik-HH/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru