Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 04 Mei 2026
Resmikan Tol Kualanamu - Sei Rampah dan Medan - Binjai

Presiden Perintahkan Kapolda, Pangdam I/BB dan Kajatisu Selesaikan Masalah Lahan

* Waktu Tempuh Medan - Danau Toba Jadi Cuma 2 Jam * BPN Serahkan Ratusan Sertifikat untuk Proyek Strategis Nasional
- Sabtu, 14 Oktober 2017 10:39 WIB
793 view
Presiden Perintahkan Kapolda, Pangdam I/BB dan Kajatisu Selesaikan Masalah Lahan
SIB/Dok
TOMBOL PERESMIAN : Presiden Joko Widodo didampingi Gubsu HT Erry Nuradi, Menteri BUMN Rini M Soemarno, Dirut Jasa Marga Desi Arryani, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung memencet tombol bersama, bertanda diresmikannya Ruas
Medan (SIB)- Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) didampingi Gubernur Sumatera Utara H T Erry Nuradi, Menteri BUMN Rini M Soemarno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono meresmikan Ruas Jalan Tol Kualanamu-Sei Rampah dan Medan-Binjai (ruas Helvetia-Binjai), Jumat (13/10) sore. Ruas jalan tol yang melintasi Bandara Kualanamu-Lubuk Pakam-Teluk Mengkudu-Sei Rampah itu merupakan ruas jalan tol terpanjang di Sumatera, mencapai 42 Km, sedangkan jalan tol Helvetia-Binjai yang diresmikan sepanjang 10,46 Km.

Rampungnya jalan tol ini akan mempersingkat waktu tempuh dari Bandara Kualanamu menuju Sei Rampah dan akan mengurai kepadatan pada jalan nasional.

Dalam sambutannya Jokowi mengatakan, ruas tol terpanjang di luar Pulau Jawa tersebut dapat berdampak besar bagi proses distribusi barang dan jasa. "Jika semua jalan tol telah tersambung, maka diharapkan dapat menurunkan biaya operasional pengiriman barang dan jasa. Penurunan biaya operasional berdampak pada penurunan harga barang, dengan begitu dapat meningkatkan daya saing," ujar Jokowi.

Presiden juga mengatakan, bahwa pembangunan jalan tol Medan-Kualanamu-Tebingtinggi diharapkan selesai seluruhnya pada tahun 2018. Sehingga bisa mendukung pengembangan Kawasan Strategis Nasional Danau Toba. "Kita harapkan dengan adanya tol ini, Danau Toba dan sekitarnya bisa menjadi kawasan pariwisata yang berkembang. Karena dari Medan-Tebingtinggi-Danau Toba yang sekarang (jarak tempuhnya) 4 jam bahkan 5 jam, nantinya kalau tol jadi, perkiraan hanya kurang lebih menjadi 1,5-2 jam," ujarnya.

Presiden mengatakan, Indonesia sudah tertinggal jauh masalah infrastruktur. Sekali infrastruktur terlambat dibangun, akan semakin mahal biaya pembebasan lahan dan biaya konstruksinya. Keterlambatan pembangunan infrastruktur itu juga akan menimbulkan kehilangan biaya, seperti kemacetan di Indonesia dalam setahun kerugiannya mencapai Rp 28 triliun. "Jika angka itu digunakan untuk pembangunan, akan semakin berlipat-lipat infrastruktur kita," katanya.

Dengan rampungnya jalan tol, mobilitas orang dan barang akan dapat lebih cepat sekali. Artinya, jika mobilitas barang cepat maka harga transportasi akan lebih murah. Jika harga transportasi murah maka harga ke masyarakat tentu akan lebih murah.

Perlu diketahui, ungkap Presiden, biaya transportasi di Indonesia dibanding Singapura dan Malaysia 2,5 kali lipat lebih mahal. Jika nanti diturunkan, negara kita akan sama seperti negara-negara lainnya dan daya saing akan meningkat serta Global Competitiveness Index juga lebih baik.

MENYELESAIKAN
"Saya juga mendapatkan laporan, bahwa ruas jalan tol Medan-Binjai masih ada masalah. Tadi udah saya perintahkan, Kapolda, Pangdam dan Kajati agar ikut mendukung penyelesaian lahan dapat dipercepat. Tentu saja kuncinya ada di Kanwil BPN. Lakukanlah pendekatan-pendekatan yang baik," perintah Presiden.

Hal itu bukan untuk kepentingan 1 atau 2 orang, melainkan untuk kepentingan rakyat dalam mobilitas orang dan barang. "Kita ini sudah tertinggal jauh masalah infrastruktur, sekali infrastruktur terlambat dibangun, akan semakin mahal pula nantinya biaya pembebasan dan konstruksinya," ungkap Jokowi.

MENDORONG PERTUMBUHAN
Sementara itu  Gubsu Tengku Erry di hadapan Presiden menyampaikan, bahwa pembangunan jalan tol Medan-Kualanamu-Tebingtinggi sepanjang 61,65 Km telah selesai dikerjakan sepanjang 42 Km, yaitu pada seksi 2-6. Sedangkan untuk ruas jalan tol  Medan-Binjai sepanjang 16,73 Km telah selesai dibangun sepanjang 10, 46 Km, yaitu  Helvetia-Binjai.

Dikatakannya, pembangunan jalan tol Medan-Kualanamu-Tebingtinggi masih ada sisa sepanjang 13,4 Km lagi, yaitu Tanjungmorawa sepanjang 3,2 Km dan Sei rampah -Tebingtinggi sepanjang 10,15 Km, yang dalam waktu dekat selesai karena masalah pembebasan lahan sudah selesai.

Gubsu juga menjelaskan, bahwa untuk jalan tol Medan -Binjai Seksi 1, yaitu Tanjung Mulia-Helvetia sepanjang 3,3 Km masih ada masalah yang berhubungan dengan lahan. "Mudah-mudahan bisa segera dituntaskan," katanya.

Dia memaparkan, bahwa penambahan jalan tol di Sumut akan memacu pembangunan daerah.  Sepanjang 3 tahun terakhir, ekonomi Provinsi Sumut tumbuh 5-6,5 persen per tahun. "Kami yakin setelah ada jalan tol, maka  pertumbuhan ekonomi Sumut bisa lebih dari 6 persen," katanya.

Gubsu mengatakan, dengan beroperasinya dua jalan tol ini akan menjadikan panjang jalan tol di Sumut mencapai  113 Km.  Padahal selama lebih kurang 30 tahun terakhir Sumut hanya miliki jalan tol Belawan - Medan - Tanjung Morawa (Belmera) sepanjang 33 Km. "Dengan hadirnya dua ruas jalan tol baru tersebut tentunya ada penambahan jalan tol di Sumut sepanjang 80 Km," katanya.

Harapan pemerintah provinsi, kata Gubsu, kiranya Pemerintah Pusat tetap berkomitmen meneruskan pembangunan jalan tol di Sumut. "Tentunya dengan adanya dukungan pembangunan infrastruktur melalui pendekatan kewilayahan di kawasan Industri Kuala Tanjung, KEK Sei Mangkei dan KSN Danau Toba, serta meneruskan akses jalan tol Medan-Tebingtinggi-Pematang Siantar-Parapat-Sibolga tentu akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat," jelasnya.

TOL MEDAN-BINJAI
Usai meresmikan Jalan Tol-Medan-Kualanamu-Tebingtinggi ruas Kualanamu-Sei Rampah, presiden kembali meresmikan Jalan Tol Medan-Binjai seksi Helvetia-Semayang-Binjai Jumat (13/10). Peresmian ditandai dengan penekanan tombol sirine dan penandatanganan prasasti.

"Ikan Arsik Bumbu Andaliman. Rasanya lezat tiada tara. Sudah dibangun jalan tol yang nyaman.  Ayo maju Sumatera Utara. Dengan mengucapkan Bismillahirahmanirahim, Jalan Tol Medan-Binjai seksi Helvetia-Semayang-Binjai sore ini resmi dibuka," ujarnya.

Jalan Tol Medan-Binjai dari gerbang tol Helvetia- Binjai sepanjang 10,6 Km siap dioperasionalkan. Tinggal pembangunan jalan tol seksi Tanjung Mulia sepanjang 3,3 Km masih menunggu proses pembebasan lahan yang ditargetkan akan selesai Desember ini.

SERAHKAN SERTIFIKAT
Terpisah, sebanyak 245 sertifikat tanah Proyek Strategis Nasional (PSN) Jalan Tol Binjai-Medan, Medan-Kualanamu-Tebingtinggi diserahkan kepada Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) melalui Kementerian Keuangan di Kantor Wilayah (Kanwil) BPN Sumut Jalan Brigjen Katamso Medan, Jumat (13/10).

Dalam acara itu, Kakanwil BPN Sumut Bambang Priono SH MH menyerahkan sebagian dari ratusan sertifikat tersebut secara simbolis kepada Direktur Utama LMAN Dr Rahayu Puspa Sari dan PPK PSN Jalan Tol Kementerian PUPR Fainir Sitompul, disaksikan Kepala Kantor Pertanahan (Kakantah) BPN Kota Medan Saiful SP MH, Kakantah BPN Deliserdang Drs Hiskia Simarmata MSi, dan Kakantah BPN Sergai Drs M Alwi MSi.

Diwawancara usai acara, Bambang Priono mengatakan, sertifikat yang diserahkan merupakan hasil kerja keras pihaknya  melaksanakan pendaftaran tanah yang dilintasi Jalan Tol Medan sebanyak 285 bidang dengan luas sekira 1.450.000 M2. Menurutnya, hal ini merupakan prestasi Kakantah BPN Medan, Deliserdang dan Sergai, yang berhasil menuntaskan proses sertifikasi dalam waktu 2x24 jam.

"Hal ini wujud apresiasi kami kepada negara yang sudah mau membangun infrastruktur, sehingga dengan terbitnya sertifikat di atas tanah jalan tol yang diresmikan bapak Presiden RI Joko Widodo itu, benar-benar keseluruhannya tuntas, baik mengenai pertanahannya serta pembangunan jalan tol. Ini pertama di Indonesia, dan hasil kerjasama yang baik antara Kementerian ATR/BPN dengan Kementerian PUPR dan LMAN," ujarnya.

Diakui, dalam proses sertifikasi ratusan bidang lahan yang dikerjakan selama 2x24 jam itu, pihaknya mengalami sejumlah kendala seperti keterbatasan sumber daya manusia (SDM). Namun hampir 90 persen sertifikat PSN itu sudah rampung.

"Yang belum tuntas itu di Seksi 7 daerah Seibamban - Tebing tinggi yang saat ini tinggal menunggu pembayaran dari LMAN. Kemudian seksi 1 wilayah Tanjungmulia-Hilir yang masih tersangkut sengketa hak milik. Dalam waktu dekat akan dilakukan tindakan sesuai Pasal 86 Undang-Undang (UU) No 2 Tahun 2012, dengan  melakukan konsinyasi yang melibatkan pengadilan," tegasnya. (A11/C06/A15/detikcom/f)



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru