Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 24 Agustus 2026
Festival Keraton Nusantara di Istana Maimun

Presiden: Kekayaan Budaya Bagian dari Ketahanan Nasional

- Selasa, 28 November 2017 10:36 WIB
491 view
Presiden: Kekayaan Budaya Bagian dari Ketahanan Nasional
SIB/Dok
DIABADIKAN: Presiden Joko Widodo, Gubsu Tengku Erry Nuradi dan lainnya foto bersama di sela-sela acara Festival Keraton Nusantara XI di halaman Istana Maimun Jalan Sultan Ma’moen Al Rasyid Medan, Minggu (26/11) malam.
Medan (SIB)- Presiden RI Joko Widodo Minggu malam (26/11) membuka dan meresmikan Festival  Keraton Nusantara di kompleks Istana Maimun Medan, yang disertai beberapa menteri terkait dan Gubsu HT Erry Nuradi, dan dihadiri 40 pasang raja dan permaisuri dari 24 propinsi di Indonesia.

"Kekayaan budaya bangsa kita di Indonesia ini jangan sampai dilupakan sedikitpun, justru harus kita jaga sampai generasi anak cucu karena kekayaan budaya nusantara ini juga menjadi bagian dari ketahanan nasional kita," ujar Presiden Jokowi di hadapan raja-raja Nusantara peserta Festival Keraton Nusantara, di Istana Maimun Medan.

Presiden juga mengharapkan peran raja-raja se-Nusantara, baik raja di kalangan adat maupun masyarakat suku, agar bersatu menghempang pengaruh dan inflirtrasi budaya asing yang belakangan kian terasa marak. Di samping itu, Presiden juga menyatakan apresiasi kepada para raja nusantara melalui peran kebudayaannya dalam menjaga Bhinneka Tunggal Ika di negeri ini.

Kehadiran Presiden di acara tersebut ternyata sangat singkat dengan suasana penjagaan dan pengamanan yang sangat ketat di sayap kiri dan sayap kanan kompleks istana Maimun. Banyak warga yang tak diperbolehkan masuk tanpa kartu izin khusus, termasuk bagi kalangan awak media. Sehingga, areal kanan istana yang sebenarnya lapang dan lowong, tampak kosong mubajir dan hanya dipenuhi para petugas keamanan dari unsur Polri, TNI dan Paspampres. Warga akhirnya bisa menyaksikan keramaian dari seberang jalan Katamso yang juga dikawal barisan petugas sepanjang jalan.

Di sekitar kompleks juga tidak dipasang layar CCTV umum sehingga warga tak dapat menyaksikan tahapan acara, juga kata sambutan atau pidato Presiden. Layar CCTV justru terpasang dalam tenda peserta pada sisi kiri-kanan, justru mimbar presiden dan tamu VIP yang tampak langsung bagi para peserta dan undangan.

Pihak panitia dan protokoler acara tidak dapat menjelaskan nama para raja se-Nusantara yang 40 pasang (raja beserta isteri yang disebut permaisuri) yang hadir di acara itu, karena pihaknya memang tak ada menerima daftar raja-raja nusantara dari ke-24 propinsi itu.

Ketika pers diperkenankan masuk seusai acara utama dan presiden meninggalkan lokasi acara bersama para pejabat lainnya, SIB hanya mendapatkan beberapa peserta yang disebut tokoh daerah atau raja nusantara itu, antara lain: Raja Hadi Datulong dari Selaparang Lombok (NTB),  Raja Pejanggi Lombok, Raja Haruku Ambon JA Ferdinandus yang sudah lama berdomisili di Medan-Sumut dan Raja Haruku Muda Sefnat Ferdinandus dari Ambon Maluku (putra kandung JA Ferdinandus di Ambon), Raja Langkat Datuk Sri Lelawangsa Syamsul Arifin, Tokoh Dewan Melayu Dunia Islam (DMDI) Said Aldi, dan tokoh marga Batak Dr Ir Jonner Napitupulu.

"Even ini (Festival Keraton Nusantara) sangat bersejarah, termasuk bagi Sumut atau Medan yang menjadi tuan rumah forum persatuan kekuatan budaya nusantara yang beragam, pesan presiden agar kita menjaga dan melestarikan kebudayaan karena kekuatan kebudayaan itu juga bagian dari ketahanan nasional, juga harus kita lestarikan" ujar JA Ferdinandus bersama putrinya Susie Ferdinandus, kepada SIB dengan nada optimis dan apresiatif.

Acara festival keraton itu disemarakkan dengan parade tarian tradisional daerah dari Sumut seperti, Karo, Melayu. Tarian khas Aceh, Tapanuli Selatan dan lainnya. Panitia menyebutkan kedatangan presiden dan rombongan disambut dengan 100 pasang penari berpakaian adat dari 10 etnis di Indonesia, namun tak sempat meninjau stan-stan pameran budaya di bagian belakang panggung utama.

Raja-raja se Nusantara Hadir
Sebelumnya para raja dari keraton-keraton se-Nusantara menghadiri resepsi pernikahan Kahiyang Ayu-Bobby Nasution. Mereka menilai pernikahan antaradat ini sebagai teladan untuk semua orang.

Para raja-raja itu mengenakan ragam busana ciri khas kerajaan masing-masing. Ketua Umum Forum Silaturahmi Keraton Nusantara, Arief Natadiningrat mengatakan pernikahan tersebut adalah contoh bagi semua masyarakat bahwa dalam berkeluarga itu tidak memandang adat, tradisi dan budaya.
"Ini merupakan contoh bagi kita semua bahwa dalam berkeluarga itu tidak memandang adat, tradisi, dan budaya, tapi tentang bagaimana kita membangun kebahagiaan bersama," tutur Arief.

Arief  yang merupakan Sultan Sepuh ke-XIV Keraton Kasepuhan Cirebon melihat perpaduan adat Batak Mandailing dan Jawa berpadu apik di pernikahan ini.
"Ini merupakan dua adat budaya, antara Jawa dan Batak yang menjadi satu," kata dia.

Sementara Raja dari Kerajaan Adat Paksi Pak Skala Brak Lampung Barat Brigjen Pol Drs Edwar Syah Pernong SH mengatakan mereka juga diundang Kesultanan Deli untuk menghadiri acara di Istana Maimun.

Ditanya apa kado yang mereka berikan, mantan Kapolda Lampung ini mengatakan kadonya yaitu festival keraton se Nusantara yang digelar di Istana Maimun   berupa tampilan beberapa kesenian. (A04/A14/f)


Festival KEraton : Jokowi menyampaikan pidato  pada pembukaan Festival Keraton Nusantara XI di Istana Maimun Medan, Minggu (26/11) malam. (Foto detikcom)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru