Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 06 September 2026
Jalan di Medan Kembali Digenangi Banjir

Wali Kota Instruksikan Jajaran Pemko Siaga Hadapi Cuaca Buruk

* Cek Pembangunan Drainase, Dzulmi Eldin Marah-marah
- Selasa, 05 Desember 2017 10:06 WIB
341 view
Wali Kota Instruksikan Jajaran Pemko Siaga Hadapi Cuaca Buruk
SIB/Dok
CEK LAPANGAN: Wali Kota Medan Drs T Dzulmi Eldin melakukan cek lapangan pembangunan drainase di Jalan Cik Ditiro, Senin (4/12).
Medan (SIB) -Sejumlah ruas jalan di Kota Medan kembali dilanda banjir setelah hujan deras mengguyur sejak, Senin (4/12) sore hingga malam hari. Kondisi ini diperparah dengan padamnya arus listrik di beberapa kawasan.

Di sejumlah kawasan seperti di Jalan Sempurna, Jalan Air Bersih, Jalan Sempurna Medan Area, kawasan Medan Amplas, Jalan Turi, Jalan Mandala By Pass, kawasan Medan Perjuangan dan hampir merata di seluruh kecamatan di Kota Medan terjadi genangan air hingga ada yang sampai masuk ke rumah warga.

Jalan-jalan utama seperti Jalan Sudirman, Gatot Subroto, Jalan Balai Kota, Jalan HM Yamin, Jalan Sutomo juga terlihat digenangi air hingga sempat membuat kemacetan lalu lintas. Tidak sedikit ditemukan kendaraan bermotor roda dua maupun roda empat mogok di tengah jalan karena terjebak banjir.

Warga yang kendaraannya mogok terpaksa meminta bantuan warga sekitar untuk mendorong kendaraannya keluar dari lokasi banjir. Sebagian warga terutama dari kalangan anak-anak dan remaja terlihat memberikan jasa bantuan kepada warga yang kendaraannya terjebak banjir dan mendapatkan tips atau tanda terima kasih.

"Lumayan bang kalau banjir seperti ini bisa dapat sampai Rp50 ribu. Sekalian membantu juga dapat tips," kata Danni, seorang remaja di Jalan Letda Sujono kepada SIB, Senin (4/12) malam.

INSTRUKSIKAN SIAGA
Sementara itu, Wali Kota Medan Drs T Dzulmi Eldin MSi telah menginstruksikan jajaran BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kota Medan serta aparat kecamatan dan kelurahan maupun Petugas Penanganan Prasaran dan Sarana (P3SU) atau tim Buser (Buru Sergap) untuk siaga mengantisipai kemungkinan terjadinya dampak buruk dari cuaca ekstrim atau hujan deras yang diiringi angin kencang dan petir.

"Wali Kota sudah menginstruksikan agar BPBD dan semua stake holder untuk siaga mengantisipasi dampak cuaca buruk yang terjadi beberapa hari belakangan ini," kata Sekda Ir Syaiful Bahri MM kepada SIB, Senin (4/12) malam.

Kesiagaan tersebut termasuk untuk membantu jika terjadi air bah yang besar atau terjadinya pohon tumbang termasuk antisipasi jika terjadi kemacetan lalu lintas dampak dari adanya genangan air,

Selain itu juga diimbau kepada warga yang berdiam di sepanjang jalur hijau di pinggiran aliran sungai untuk meninggalkan kawasan tersebut guna menghindari terjadinya korban jiwa akibat naiknya arus sungai.

Namun sejauh ini, kata Sekda belum ada dilaporkan terjadinya kerusakan rumah atau korban jiwa akibat hujan deras dan genangan air di sejumlah kawasan.

Marah-Marah
Terpisah,  Dzulmi Eldin juga meninjau pembangunan drainase di Jalan Cik Ditiro, persisnya di depan SMA Negeri I Medan, Senin (4/12).  Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan pembangunan drainase yang  sedang dikerjakan asal-asalan sehingga hasilnya tidak maksimal.

Wali Kota didampingi Kadis Perumahan, Kawasan Permukiman  dan Tata Ruang Kota Medan Sampurno Pohan terlihat memarahi pekerja karena ada beberapa riol dibiarkan teronggok di dalam drainase.

Ia langsung memanggil seorang pekerja. "Bagaimana cara kerja kalian? Masak riol dibiarkan begitu saja dalam drainase. Kalau tidak segera diangkat, inilah yang akan menyebakan terjadinya penyumbatan. Ayo, cepat angkat sekarang!" kata Wali Kota bernada tinggi.

Pekerja kemudian ramai-ramai   mengangkat riol dari dalam drainase. Selain riol, Wali Kota juga minta agar papan yang dipergunakan sebagai mal untuk mengecor pinggiran drainase segera diangkat, tidak  dibiarkan teronggok di pinggir jalan karena dapat mengganggu kelancaran arus lalulintas.

Kemarahan Wali Kota bertambah lagi, sebab tanah bekas galian drainase tak kunjung diangkat meski pengerjaan drainase telah rampung. Selain mengganggu kenyamanan warga sekitar, terutama para pelajar yang hendak memasuki sekolah, tumpukan tanah  dikhawatirkan akan masuk kembali ke dalam drainase mengingat intensitas hujan belakangan ini cukup tinggi.

"Saya minta tanah bekas galian ini segera diangkat.  Saya tidak mau pengerjaan drainase yang dilakukan mengganggu kenyamanan warga sekitar. Di samping itu saya khawatir tanah ini akan masuk kembali dalam drainase pada saat hujan deras turun. Kalau itu terjadi tentunya perbaikan drainase yang kita lakukan akan sia-sia," tegasnya.

Pengawas proyek  selanjutnya berjanji  segera menyampaikan perintah Wali Kota kepada pemborong drainase tersebut. "Begitu ketemu pemborong, langsung saya sampaikan, pak,"  jawabnya.

Tak lupa mengingatkan agar pembangunan drainase yang dilakukan harus diikuti dengan pembuatan lubang inlet. Hal itu penting untuk mengantisipasi terjadinya genangan air pada saat hujan deras turun. Dengan adanya lubang inlet, air hujan tidak akan menggenangi badan jalan karena langsung masuk dalam drainase melalui lubang inlet.

"Ingat, pembangunan pembangunan drainase ini harus diikuti dengan pembuatan lubang inlet. Jika tidak ada lubang inlet, air hujan tidak dapat masuk dalam drainase sehingga tergenang di jalan. Apabila jalan sering tergenang air, aspalnya dapat mengelupas  sehingga memicu kerusakan jalan," pesannya. (R18/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru