Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 30 Januari 2026
Munaslub Golkar Digelar di Minggu Ke-3 Desember

Nusron Wahid: Loyalis Novanto Tak Kita Buang

- Rabu, 06 Desember 2017 10:20 WIB
419 view
Nusron Wahid: Loyalis Novanto Tak Kita Buang
Bogor (SIB) -Partai Golkar bakal menggelar musyawarah nasional luar biasa (Munaslub) untuk menentukan pengganti Setya Novanto sebagai Ketua Umum.
Munaslub didorong digelar pada pertengahan bulan ini.

"Itu antara 16, 17, 18 Desember, (mungkin) tanggal 15. Itu ekspektasi waktu dan yang sedang kita usulkan," kata Ketua Bidang Koordinator Pemenangan Pemilu Partai Golkar Nusron Wahid di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (5/12).

Nusron menyatakan pihak pengusul gelaran Munaslub sedang bernegosiasi dengan Plt Ketua Umum Idrus Marham. Soal tempatnya, Nusron menyatakan Munaslub bakal digelar di Ibu Kota.

"Kita menginginkan di Jakarta," kata Nusron.

Menurutnya, Munaslub memang jalan keluar yang paling mungkin untuk menyelesaikan permasalahan suksesi Ketum. Soalnya, Golkar cuma punya sedikit waktu untuk menghadapi Pilkada 2018 dan Pileg serta Pilpres 2019. Ada risiko bila Munaslub tak digelar.

"Kalau tidak ada Munaslub, ada potensi kita (Partai Golkar) nggak bisa ikut pilkada karena undang-undang. Apa itu tidak dianggap kegentingan yang memaksa dan kondisi darurat?" ujarnya.

Tak Kita Buang
Nusron Wahid juga menyatakan loyalis Novanto tak akan dibuang bila Airlangga benar-benar menjadi Ketua Umum.

"Pendukung Pak Novanto pun tidak kita buang. Kita tampung juga. Kita semua ini kan membutuhkan, demi kebesaran partai," kata Nusron.

Nusron yakin Airlangga bakal menjadi Ketum Golkar lewat mekanisme mufakat (aklamasi) dalam Munaslub. Sebanyak 33 dewan pimpinan daerah (DPD) Golkar disebutnya sudah mendukung Airlangga.

"Semuanya sedang berproses, dan sudah 90 persen. Insyaallah akan terpilih secara aklamasi. Sedang proses menuju ke sana," ujar Nusron.

Sebelumnya, Wakil Ketua Dewan Pakar Golkar Mahyudin menyebut loyalis Novanto masih banyak dan menunggu momentum untuk mencalonkan diri sebagai Ketum Golkar. Nusron menanggapi dengan imbauan agar para loyalis Novanto bisa menerima kenyataan bahwa mayoritas pengurus daerah telah mendukung Airlangga.

"Kalau loyalis Pak Novanto ada banyak pun, kalau mayoritas menghendaki begitu (dukung Airlangga), terus mau apa? Bisa apa? Ya, ada satu-dua (loyalis Novanto), tapi kan harus realistis melihat masa depan partai," kata Nusron.

Siap Jadi Ketum
Terpisah, Siti Hediati Hariyadi atau akrab disapa Titiek Soeharto kembali menegaskan niatnya maju sebagai caketum Golkar. Titiek mengatakan alasan di balik niatnya karena keluarga mendiang presiden ke-2 RI Soeharto prihatin terhadap kondisi Golkar saat ini.

"Kami sangat prihatin. Saya, keluarga Pak Harto, adik, kakak, saudara-saudara saya, kami sangat prihatin atas apa yang terjadi di Golkar saat ini," ujar Titiek di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (5/12).

Menurut Titiek, Golkar sedang berada di titik terendah saat ini. Titiek tergerak untuk menyelamatkan Golkar.

"Insyaallah niat saya baik, saya percaya orang yang niatnya baik, Allah akan berikan jalan," ucap Titiek.

Jika jadi maju sebagai caketum Golkar, Titiek akan berhadapan dengan Airlangga Hartarto, yang diklaim mendapat dukungan hampir dari semua pengurus DPD I Golkar. Siapa yang dukung Titiek?

"Dukungan dari siapa? Dukungannya dari Allah dan dari rakyat semuanya," jawab Titiek. (detikcom/d/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru