Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 24 Oktober 2026
Dipecat Jokowi

Nusron, Agus Gumiwang, dan Poempida Otomatis Tak Jadi Anggota DPR

- Kamis, 26 Juni 2014 12:53 WIB
533 view
Nusron, Agus Gumiwang, dan Poempida Otomatis Tak Jadi Anggota DPR
Jakarta (SIB)- Nusron Wahid, Agus Gumiwang, dan Poempida Hidayatulloh telah dipecat dari keanggotaan Partai Golkar. Maka, mereka juga tak menjadi anggota DPR lagi.

"Sudah otomatis (tak menjadi anggota DPR-red)," kata Juru Bicara Golkar Tantowi Yahya saat dihubungi, Rabu (25/6/2014).

Fraksi di DPR merupakan kepanjangan tangan dari DPP Partai. Namun Tantowi belum bisa menjelaskan lebih lanjut mekanisme pemberhentian tiga orang itu dari DPR.

Poempida merupakan anggota DPR Fraksi Golkar yang duduk di Komisi IX. Agus Gumiwang merupakan anggota DPR yang baru saja dipindah ke Komisi VIII. Sedangkan Nusron adalah anggota Komisi VI, yang merupakan caleg Golkar dengan perolehan suara tertinggi di Pileg 2014 kemarin.
Namun gara-gara mereka mendukung Jokowi-JK, alias berseberangan dengan sikap resmi Golkar untuk mendukung Prabowo-Hatta, mereka kini dipecat dari partai.

"Itu sudah diputuskan oleh DPP, itu sudah final," kata Tantowi.

Namun demikian Tantowi menyatakan masih ada langkah yang bisa ditempuh ketiga orang itu, yakni mengadukan ke Mahkamah Partai, sebagaimana diatur dalam Undang-undang Kepartaian.

"Kalau tiga teman baik saya itu tidak puas, maka mereka bisa menyampaikan gugatan ke Mahkamah Partai," kata Tantowi.

 Pendiri Golkar: Saya Bisa Bilang Pecat Ical
Pendiri Partai Golkar Suhardiman menolak keras pemecatan yang diteken Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie (Ical) terhadap tiga kadernya karena mendukung Jokowi-JK.

Bagi pendiri Sentra Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) yang membidani lahirnya Partai Golkar itu pemecatan tersebut sangat keliru. "Berapa kali ia sudah keliru melangkah sebagai seorang pemimpin," kata Suhardiman kepada wartawan di kediamannya, Jl. Kramat Batu No. 1, Cipete, Jakarta Selatan, Rabu (25/6).

Karena itu, Suhardiman memperingatkan kepada Ical untuk mundur dari kegiatan-kegiatan yang dianggap salah langkah ini.

Selanjutnya, Suhardiman yang dikenal sebagai "dukun" politik ini menyebut bahwa ia sebagai satu-satunya pendiri Golkar yang masih hidup berhak meminta ketua umum untuk mundur melalui mekanisme yang ada.

Tokoh politik lintas generasi berusia 90 tahun ini memandang Ical sudah menimbulkan perpecahan di kubu partainya sendiri dengan berbagai langkahnya yang salah. "Saya bisa bilang untuk memecat Ical, melalui Munaslub," kata Suhardiman menegaskan.

Adapun kalangan politikus muda Golkar terus menyuarakan protes keras atas pemecatan Nusron Wahid, Agus Gumiwang, dan Poempida Hidayatullah karena mendukung Jokowi-JK dalam Pilpres.

Seorang tokoh muda Golkar Indra Jaya Piliang menilai pemecatan yang disebabkan karena tidak pro Prabowo-Hatta itu sebagai bentuk diskriminasi.

Indra menyatakan sebagai bentuk perlawanan terhadap keputusan Ical yang dinilai keliru bisa ditempuh melalui jalur hukum dan politik. "Kalau secara politik ke PTUN. Kalau secara hukum ke pengadilan negeri," kata Indra ketika berbincang, Rabu (25/6).(detikcom/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru