Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 25 April 2026

Rupiah Melemah, Sandiaga: Politisi Shut Up Dulu

- Jumat, 07 September 2018 11:40 WIB
376 view
Jakarta (SIB)- Bakal cawapres Sandiaga Uno ingin tensi politik tidak memanas saat nilai tukar rupiah melemah atas dolar AS. Dia berharap tidak ada kegaduhan sampai nilai tukar rupiah kembali menguat.

"Politisi kita minta, politisi shut up dululah. For the next two weeks, jangan dulu, termasuk dari pihak kita. Saya bilang tunggu, kita turunkan tensi dulu," ucap Sandiaga kepada wartawan di Bulungan, Kemayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (5/9).

Sandiaga tidak ingin kondisi Indonesia semakin buruk seperti kondisi ekonomi beberapa negara lain.

"Kita lihat ini, jangan sampai kita kayak Argentina, sama Turki yang sudah. Aduh... sedih kalau di sana, sih," ucap Sandiaga.

Selain itu, Sandiaga menyebut pengusaha paling takut pada kondisi pemilu. Hal itu berdasarkan pengalaman dia, yang juga seorang pengusaha.

"Pengusaha sebenarnya takut sama siklus politik ini. Ini tahun politik gitu, apalagi kalau dari masing-masing pihak gitu, ya saya nggak menyalahkan satu pihak, tapi dari kedua belah pihak itu saling serang, itu pengusaha takut itu," ucap Sandiaga

Ketakutan ini karena saat pilkada terjadi ketidakpastian. Kondisi inilah yang dikeluhkan oleh pengusaha.

"'Waduh, waduh, waduh. Kok ini katanya ini ya. Kok ini statement-nya ini, ya waduh ini'. Jadi itu yang membebani para pengusaha," ucap Sandiaga menirukan ucapan pengusaha.

POLITISI NETRAL
Sementara itu, PPP menanggapi positif ajakan bakal cawapres Sandiaga Uno agar politisi RI shut up atau diam tak memperkeruh pelemahan rupiah terhadap dolar AS. Bagi PPP, pesan Sandiaga merupakan ajakan ke politisi kubu Sandiaga.

"Sandi saya kira sedang mengajak kalangan internalnya untuk lebih bijak dan proporsional menyikapi soal di atas," kata Sekjen PPP Arsul Sani, Rabu (5/9).
PPP ditegaskan Arsul sepakat agar isu nilai tukar rupiah tidak menjadi komoditas politik yang tidak proporsional. Kalaupun isu ini mau diangkat, PPP memandang hal yang diperdebatkan ialah tentang jalan keluar konkret soal pelemahan rupiah.

"Bukan dijadikan gorengan politik, apa lagi dengan melepaskannya dari interdependensi keadaan ekonomi global serta pelemahan mata-mata uang asing lainnya terhadap USD, bahkan dengan tingkat yang lebih parah," ucap Arsul. (detikcom/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru