Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 17 Februari 2026

DPR RI akan Undang Setneg Bicarakan Relokasi Lapangan Tembak Senayan

- Jumat, 19 Oktober 2018 11:11 WIB
592 view
Jakarta (SIB) -Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) melalui Pimpinan DPR RI akan mengundang Sekretariat Negara (Setneg), Persatuan Penembak Indonesia (Perbakin), serta pengelola Gelora Bung Karno (GBK) untuk membicarakan wacana relokasi Lapangan Tembak Senayan atau pemasangan kaca anti peluru.  

Rapat instansi terkait ini sangat diperlukan, sehubungan terjadinya kasus peluru nyasar ke beberapa ruangan gedung DPR RI, dikompleks gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, beberapa waktu lalu, yang permasalahannya kini tengah ditangani pihak Kepolisian.

Kepala BURT DPR Capt. Anthon Sihombing menyatakan hal itu, Kamis (18/10) kepada wartawan di Jakarta.

"Tanpa bermaksud mendahului penyelidikan dan pengusutan pihak Kepolisian, idealnya Perbakin perlu segera dipindahkan dari lokasi sekarang ini," kata Anthon Sihombing sembari menyebutkan, untuk itulah lembaga terkait seperti DPR, Setneg, Perbakin dan GBK perlu rapat bersama untuk  memikirkan kemungkinan memindahkan Perbakin serta masalah lainnya.

Politisi Partai Golkar ini juga membenarkan, sistem pengamanan di gedung DPR Senayan, Jakarta tampaknya perlu dievaluasi dan dikaji ulang.

Menurut Anthon, walapun Setneg dan DPR sama-sama lembaga negara yang setara, namun sistem pengamanannya agak berbeda.

"Kalau di Setneg, Paswalpres bekerja sebagaimana mestinya, tetapi di gedung DPR, petugas Pengaman Dalam (Pamdal) lebih takut daripada anggota masyarakat yang datang ke gedung DPR," kata Anthon Sihombing seraya menambahkan, sesungguhnya keamanan di kompleks parlemen tidak boleh dianggap enteng.  

Sebab, di sana banyak pejabat yang datang. Selain ratusan anggota dewan, terkadang datang pula pimpinan kementerian dan lembaga, Presiden dan Wapres termasuk pemimpin dari negara-negara sahabat.   

Jika sistem keamanannya tidak betul-betul terjamin, maka dikhawatirkan bisa terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Anggota Komisi III DPR RI Aboe Bakar Al-Habsyi membenarkan, berita peluru nyasar di gedung DPR sangat menonjol, menenggelamkan banyak berita lain seperti kasus Meikarta, dolar dan lain sebagainya.  

Makanya, politisi PKS ini setuju, kasus tersebut dibicarakan secara serius untuk mencari jalan keluar, mengingat peristiwanya  bukan pertama kali terjadi.

"Saya juga pernah latihan di kompleks Perbakin, tetapi biasanya selektif menggunakan senjata," ujar Aboe Bakar Habsy sambil menambahkan, karena itulah persepsi mengenai hal ini tidak sama. Ada pihak yang menganggap merupakan latihan biasa tetapi bagi politisi pandangannya panjang, sehingga perlu mendapat perhatian.

Polisi Temukan Peluru
Sementara itu, Polisi kembali menemukan peluru yang nyasar ke gedung DPR. Kali ini peluru ditemukan di ruang kerja anggota DPR dari Fraksi PDI-P Effendi Simbolon.

"Dari hasil penelusuran maupun penyisiran, sementara kita ada di lantai 6, di kamar 617, di ruangan Pak Effendi Simbolon, ditemukan ada lubang," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (18/10).

Peluru itu ditemukan setelah polisi melakukan penyisiran di gedung DPR. Peluru yang ada di ruang kerja Effendi Simbolon itu ditemukan di sela-sela papan ruangan.

"Artinya lubang di kaca, kemudian dari tim menyampaikan ke drone untuk mengecek. Memang benar ada lubang karena benda tajam dan kemudian setelah kita lakukan pencarian, proyektil kita temukan, ada di sela-sela papan di ruangan itu. Kita temukan. Jadi ada penemuan proyektil," ujar Argo.

Polisi kemudian mengirimkan peluru tersebut ke Puslabfor Polri. Peluru itu akan dicocokkan dengan senjata yang digunakan oleh tersangka peluru nyasar berinisial IAW.

"Intinya dari penyidik Polda Metro akan mengirimkan ke Labfor. Labfor akan mengecek dan mengidentifkasi peluru yang kita temukan proyektil di TKP dengan senjata yang sudah kita sita. Jadi saat ini, dari Labfor sedang bekerja," ujarnya.

Dengan ditemukannya peluru di ruang Effendi Simbolon, total sejauh ini ada 6 tembakan nyasar dan 5 peluru yang ditemukan di DPR. Sedangkan satu peluru lagi tak dapat ditemukan oleh petugas.

"Jadi untuk semuanya, ada 6 lubang yang sudah kita temukan. Tapi proyektilnya ada lima. Jadi satu proyektil belum kita temukan yang di ruangan pak Totok," ujarnya. (J01/detikcom/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru