Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 31 Januari 2026

Cucu Bung Hatta Protes Keras Kakeknya Disamakan dengan Sandiaga

* Tim Jokowi Nilai Tim Prabowo Lancang
- Jumat, 26 Oktober 2018 09:42 WIB
302 view
Jakarta (SIB) -Timses Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyamakan capres-cawapres nomor urut 02 itu dengan Sukarno-Hatta. Pernyataan itu pun menuai reaksi di media sosial, termasuk dari cucu Bung Hatta.

Pernyataan itu diungkapkan oleh Koordinator Jubir Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak, lewat video bersama deretan jubir lainnya. Ada Irene (Gerindra), Faldo Maldini (PAN), Pipin Sopian (PKS), serta Gamal Albinsaid.

Video itu sendiri diunggah di akun Twitter Faldo Maldini. Di awal, Dahnil memperkenalkan satu per satu anak muda yang jadi jubir Prabowo-Sandi tersebut. Kemudian, dia bertanya alasan mereka yakin Prabowo-Sandi jadi presiden dan wakil presiden.

Terakhir, giliran Dahnil yang menjawab pertanyaan itu. Dia membandingkan Prabowo dengan Sukarno dan Jenderal Soedirman serta Sandiaga dengan Mohammad Hatta.

"Kalau bagi saya nih mereka seperti, apa seperti, bagian baru dari model Bung Karno dan Bung Hatta. Pak Prabowo itu seperti kombinasi Bung Karno dan Jenderal Soedirman, sedangkan Bang Sandi itu adalah bagian baru dari Bung Hatta," kata Dahnil.

"Itulah kenapa mereka berdua pantas jadi presiden dan wakil presiden," lanjutnya.

Ucapan Dahnil itu direspons Gustika Jusuf-Hatta, cucu Mohammad Hatta. Lewat Twitter, Gustika keberatan ketika Sandiaga disamakan dengan Bung Hatta. Dihubungi lewat direct message, Gustika mengizinkan cuitannya untuk dikutip.

"Untuk orang yg kesabarannya minus kyk gue gini denger kakek gue disamain sama sandiaga uno rasanya mau muntah. every. single. time. waktu pilpres. why. cant. you find. your own f*cking voice. hatta is hatta, you is you. i am a hatta, but i ain't bung hatta. anj*ng," tulis Gustika.

Gustika mengaku tidak terima Bung Hatta disamakan dengan Sandiaga. Dia juga keberatan saat kakeknya dibawa-bawa dalam kepentingan politik.

"Tidak kenal dengan Bung Hatta tidak usah mengibaratkan sebagai Bung Hatta. tidak elok menggunakan nama beliau (dan Eyang Karno) demi kepentingan politik. I'm so done, setiap pilpres nama beliau digadai-gadai. it's getting old @Dahnilanzar" tulis Gustika sambil me-retweet video dari akun Twitter Faldo Maldini.
Dia mengatakan Hatta tidak 'asbun' alias asal bunyi seperti Sandiaga. Gustika juga menyinggung perdebatan Sandiaga dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Gustika menegaskan keberatannya ini juga berlaku jika Bung Hatta disamakan dengan tokoh lain. Dia mengambil contoh Ma'ruf Amin.

"Untuk memperjelas, ini berlaku ke semua belah pihak ya. MISALNYA Ma'ruf disamakan sama Bung Hatta (karena Hatta turunan ulama tarekat) ya juga salah. Untung TIDAK terjadi sih. Dan btw pilpres lalu Hatta Rajasa tiba-tiba dipanggil "Bung Hatta", skrg gantian. Kan......... YHA" ungkapnya. 

Dinilai Lancang
Sementara itu video testimoni jubir Prabowo-Sandiaga yang menyamakan pasangan itu dengan Sukarno-Jenderal Sudirman dan Bung Hatta menuai reaksi keras dari timses Jokowi-Ma'ruf Amin. Tim Prabowo-Sandiaga dinilai lancang.

Wakil Direktur Relawan Jokowi-Amin, Deddy Sitorus, mengatakan Bung Karno, Bung Hatta, dan Jenderal Soedirman adalah tokoh besar Indonesia yang dibesarkan oleh ide-ide autentik dan pertarungan ideologi ataupun fisik. Para pendiri bangsa yang bertindak sebagai pejuang pemikir sekaligus pemikir pejuang hingga menginspirasi Indonesia hingga saat ini.

"Tempat mereka (Bung Karno, Hatta, Soedirman) dan sosok mereka dalam sejarah adalah sumber inspirasi bagi Indonesia. Mereka bertransformasi dari masa penjajahan hingga menjadi pribadi-pribadi terbaik bagi negeri ini," kata Deddy melalui pernyataan tertulis kepada wartawan, Kamis (25/10).

Namun kini, kata Deddy, tim Prabowo-Sandiaga berusaha mencocokkan capres-cawapresnya seolah seperti Bung Karno-Jenderal Soedirman dan Bung Hatta. Bagi Deddy, usaha tim Prabowo-Sandiaga itu adalah pelecehan terhadap sejarah.

"Dengan lancang, salah satu kubu yang bertarung di Pilpres ini melecehkan memori kolektif bangsa dengan menyamakan mereka dengan sosok yang sama sekali tidak pantas. Upaya mereka ini adalah wujud kegagalan bernalar yang parah, klaim palsu yang tak punya dasar etis dan historis," ujar caleg PDIP dapil Kalimantan Utara ini.

Kepala Kantor Rumah Aspirasi Jokowi-Amin itu juga menyambar isu viral kabar protes cucu Bung Hatta terhadap penyamaan tersebut. Bagi Deddy, wajar ada pihak-pihak yang protes.

"Bung Karno, Bung Hatta, dan Soedirman adalah nasionalis yang direkam dalam setiap langkah perjuangan. Sementara Prabowo dan Sandiaga adalah sebenar-benarnya kapitalis yang mencoba bersalin wajah menjadi politisi pro-rakyat kecil," ungkapnya.

Menurut Deddy, pasangan Prabowo-Sandiaga gagal menemukan otentisitas diri, baik rekam jejak maupun visi untuk rakyat Indonesia.

"Sandiaga dibesarkan industri keuangan, investasi, dan kapitalis Amerika. Demikian juga dengan Prabowo, yang merupakan produk Barat dan diakui adiknya, Hashim Djojohadikusumo," ujar Deddy.

Gerindra Bela Dahnil 
Menanggapi itu Partai Gerindra membela koordinator jubir Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga itu.

"Ini kan perspektif orang. Kebetulan Mas Dahnil menganggap Bang Sandi itu seperti Bung Hatta," ujar anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra Andre Rosiade saat dihubungi, Kamis (25/10).

Andre tak masalah dengan protes keras Gustika. Bagi salah satu jubir Prabowo-Sandi itu, pernyataan Gustika masih dalam koridor demokrasi.

"Itu haknya cucunya, ini zaman demokrasi. Terserah cucunya nggak sepakat. Namanya demokrasi, ada yang sepakat ada yang tidak. Kami hormati saja perbedaan itu," tegasnya.

Meski demikian, Andre sedikit meluruskan pernyataan Gustika yang menyebut Sandiaga tak pernah melihat harga pasar tradisional. Dia menegaskan Sandi merupakan cawapres yang akrab dengan pasar.

"Yang perlu saya luruskan Gustika nggak paham dia statement Bang Sandi nggak pernah cek harga ke pasar. Sandi tiap hari, setiap kota yang dilewati beliau, ke pasar, selalu berinteraksi dengan pedagang pasar. Nanya harga bawang, cabe hari ini harga bahan kebutuhan pokok ditanya beliau. Salah," sebut Andre. (detikcom/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru