Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 31 Maret 2026
Diprakarsai Trimedya, Punguan Pomparan Tuan Dibangarna Samosir Terbentuk Secara Spontan

Dana Desa di Samosir Naik Jadi Rp108 Miliar

* Penggunaannya Diminta Dikawal
- Rabu, 07 November 2018 10:52 WIB
470 view
Dana Desa di Samosir Naik Jadi Rp108 Miliar
SIB/ Horas Pasaribu
FOTO BERSAMA: Wakil Ketua Komisi III DPR RI Trimedya Panjaitan SH, Wakil Bupati Samosir Ir Djuang Sinaga dan istri (boru Panjaitan), Ketua Pomparan Tuan Dibangarna Kabupaten Samosir Busmin Panjaitan, foto bersama pengurus pomparan Tuan Dibangarna dari 9
Samosir (SIB)- Punguan pomparan Tuan Dibangarna Kabupaten Samosir terbentuk pada acara ramah tamah di pendopo kediaman Wakil Bupati Samosir Ir Djuang Sinaga, Selasa (6/11) di Kecamatan Palipi, Samosir. Wakil Ketua Komisi III DPR RI Trimedya Panjaitan yang hadir pada pertemuan itu, langsung mengusulkan hari itu juga perkumpulan ini terbentuk. Perwakilan Tuan Dibangarna per kecamatan yang hadir serentak menyatakan setuju dan Busmin Panjaitan dipercaya menjadi ketuanya.

Keturunan Tuan Dibangarna terdiri dari marga Panjaitan, Silitonga, Sianipar dan Siagian. Pertemuan itu berawal dari kerinduan Trimedya Panjaitan ingin bertemu saudaranya marga-marga pomparan Tuan Dibangarna yang ada di Kabupaten Samosir. Keinginan itu dicetuskannya kepada Wakil Bupati Samosir yang juga sebagai boru Tuan Dibangarna karena istrinya boru Panjaitan.

Trimedya yang merupakan Caleg PDIP nomor urut 1 dari Dapil Sumut 2 itu meminta Djuang Sinaga memfasilitasi pertemuan tersebut, hingga akhirnya terlaksana dengan baik. Selama ini hanya perkumpulan per kecamatan yang ada, kepengurusan tingkat kabupaten belum ada. Sehingga, ketika diusulkan agar dibentuk, pengurus sektor dari 9 kecamatan tersebut langsung setuju. Trimedya langsung meminta mereka segera menyusun kepengurusan paling lama akhir November dan menyiapkan proposal untuk Pesta Bona Taon Februari 2019.

Pada pertemuan itu, Trimedya mengajak pomparan Tuan Dibangarna agar menjadi pelopor pembangunan di Samosir. Dengan cara ikut mengawal program pembangunan Bupati dan program nasional Presiden Jokowi sudah termasuk pelopor pembangunan. Salah satu program presiden adalah membangun dari desa, sehingga dikucurkanlah dana agar seluruh desa terbangun sampai 5 tahun ke depan.

Dikatakannya, anggaran dana desa tahun 2019 naik  menjadi Rp 70 triliun (naik Rp 10 triliun). Untuk Kabupaten Samosir terdiri dari 128 desa, dana desanya juga naik menjadi Rp 108 miliar yang sebelumnya Rp 92 miliar. "Semangat Presiden Jokowi membangun desa harus didukung pomparan Tuan Dibangarna juga dengan semangat. Kalau Jokowi terpilih lagi, maka tiap tahun anggaran desa makin bertambah, hingga lima tahun ke depan desa-desa kita sudah berkembang," terangnya.

Untuk itu, lanjut dia, kalau ada pomparan Tuan Dibangarna, apakah itu anak, boru, bere maupun ibebere supaya diingatkan jangan korupsi. Di provinsi lain, sudah banyak kepala desa yang jadi tersangka karena menyalahgunakan dana desa. Bahkan ada dana desa digunakan kepala desanya untuk kawin lagi, dan ada juga meminjam dana tersebut untuk kuliah S2 tapi tidak dikembalikan. Akibatnya banyak dana tersebut yang bocor dan pembangunan desa tidak berjalan.

Namun kejadian seperti itu belum ada terdapat di Samosir dan sampai seterusnya tidak ada penyalahgunaan dana desa. "Saya berharap dana desa untuk kemakmuran masyarakat desa, begitu besar perhatian Presiden Jokowi untuk desa, maka janganlah kita salah gunakan. Keluarga besar Tuan Dibangarna harus  ikut membantu para kepala desa bagaimana cara penggunaan dana yang benar dan tidak jadi temuan," tuturnya.   (A10/c)






SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru