Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 16 Februari 2026
Trimedya :

PDIP Sudah Unggul, Ciptakan Suasana Aman Agar Tidak "Nyungsep"

* PDIP Tobasa Targetkan Kemenangan Jokowi-Ma?ruf 89,65 Persen, DPR RI 30,71 Persen
- Minggu, 11 November 2018 10:17 WIB
384 view
Medan (SIB)- DPC PDI Perjuangan Kabupaten Toba Samosir menargetkan kemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin dengan perolehan 111.301 suara  (89,65%) untuk pilpres 17 April 2019. Jumlah pemilih tetap di Tobasa adalah 124.145 orang, tersebar di 16 kecamatan dan 621 TPS. Sedangkan untuk pemilu legislatif yang juga bersamaan dengan pilpres ditargetkan 38.129 suara (30,71%) untuk DPR RI dapil Sumut II, 32.400 (26,25%) untuk DPRD Provsu (Dapil Sumut IX) dan 30.400 suara (24,48%) untuk DPRD Kabupaten Tobasa.

Target tersebut dilaporkan Sekretaris BP Pemilu DPC PDI Perjuangan Tobasa Sehat Sintong Pardosi  kepada Ketua DPP PDIP Trimedya Panjaitan SH MH, pada rapat kordinasi pemenangan Pileg dan Pilpres, Kamis (8/11) di Cafe Wita, Lumban Silintong, Balige. Dari target suara tersebut, PDIP yakin menjadi pemenang pemilu legislatif dan pilpres dengan perolehan 7 kursi di DPRD Tobasa dari 30 kursi yang diperebutkan.

Trimedya Panjaitan yang juga Wakil Ketua Komisi III DPR RI ini menegaskan, agar target tersebut bisa dicapai, apalagi  Tobasa adalah bona pasogitnya (kampung halaman) yaitu di Sitorang, Kecamatan Silaen. Untuk mencapainya tidak gampang, karena di Tobasa banyak petarung dari partai lain. Tapi sebagai parpol wong cilik, kader PDIP harus dekat dengan rakyat dan bersama-sama mengatasi kesulitan rakyat. Ditambah Presiden Jokowi sudah banyak berbuat untuk Tapanuli, harapan itu bisa diperoleh.

"Hasil survey beberapa lembaga kita masih unggul, tapi kita harus hati-hati, pileg yang digabung dengan pilpres ini sangat rawan konflik dan gesekan. Waktunya enam bulan, sangat lama, kita harus mengatur tenaga dan logistik karena semakin lama, cost politiknya mahal. Kalau tidak hati-hati, yang awalnya sudah bagus, tapi di akhir-akhir pemilu bisa saja "nyungsep" (terjungkal)," katanya.

Dikatakannya, kepala daerah di Indonesia paling banyak dari PDIP, partai berharap jangan ada lagi kader yang terciduk operasi tangkap tangan (OTT). Karena beberapa kepala daerah yang kena OTT adalah kader PDIP. Untuk itu, Trimedya mengajak, sembari kerja sosialisasi dan kampanye, kader juga harus berdoa agar situasinya aman sampai pelaksanaan pemilu 17 April 2019.

Untuk mengantisipasi gencarnya OTT ini, Trimedya mengungkapkan, bulan Desember, PDIP akan melaksanakan rapat kordinasi nasional bidang hukum. Kepala daerah dari PDIP dan legislatifnya dikumpulkan untuk diberi pengarahan agar tidak rakus. Tapi hati-hati dalam menjalankan kekuasaan dan menggunakan uang negara. Karena KPK ada di mana-mana yang pergerakannya tidak diketahui orang.

"Mari kita ciptakan suasana aman sampai pemilu, jangan ada gesekan sesama kader yang nyaleg. Soliditas kita ciptakan, atur gerak dan langkah tanpa bersinggungan, kalau ini bisa dipertahankan, kita pasti menang. Kami 26 orang pimpinan partai, diperintahkan ibu Megawati turun ke dapil, menghimbau kader agar jangan berbuat yang aneh-aneh yang berakibat konflik," paparnya.

Ditegaskannya, kader harus melihat bagaimana menatap masa depan di Tobasa dan Sumatera Utara. PDIP harus bisa menentukan dirinya sendiri untuk menjadi calon  bupati dan calon gubernur tanpa harus mengemis dengan partai lain. Tidak seperti Pilgubsu baru lalu, di injury time, barulah PDIP memiliki koalisi untuk bisa mengusung Djarot dan Sihar. "Situasi sekarang sedang "berperang", sebagai kader sejati harus kuat dan siap tempur. Kita rapatkan barisan, solidkan struktur partai sampai PAC,  siapkan amunisi dan alat perang untuk meraih kemenangan," tegasnya.

Turut hadir, ketua DPC Mangatas Silaen, Ketua BP Pemilu Sahat Panjaitan, Victor Silalahi, pengurus DPD PDIP Sumut Djojor Tambunan, Rinto Hutapea dan lainnya.(A10/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru