Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 19 Januari 2026

Ketum PSI Grace Dilaporkan Eggi Sudjana, PSI Siapkan 10 Pengacara

* Grace: Perempuan Korban Pertama Jika ‟Sontoloyo-Genderuwo‟ Menang
- Senin, 19 November 2018 10:26 WIB
436 view
Jakarta (SIB) -Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) melalui kuasa hukum Eggi Sudjana melaporkan Ketum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie terkait pernyataan PSI menolak Perda bernuansa agama. PSI pun akan memberikan bantuan hukum.

"Kita dampingi pastinya, ada 10 lawyer-lah yang mendampingi Ketua Umum," kata jubir PSI Rian Ernest, Jumat malam (16/11).

Menurut Rian, apa yang disampaikan Grace tidak menyudutkan pihak manapun. PSI, kata Rian, dalam posisi menolak politisasi agama.

"Jadi PSI ingin menolak politisasi agama, dalam kebijakan publik memang ada unsur-unsur agama. Beda banget politik dan agama. Semua agama harus dihormati," ujar Rian.

Rian menegaskan partainya bukanlah anti-agama. Tetapi dia menilai wajar ketika ada pihak yang kemudian menyerang PSI.

"PSI kan mulai banyak disoroti orang, banyak partai besar menyoroti PSI, dengan statement seperti itu kemudian di-spin," ungkap Rian.

Sementara itu PPP melalui Waketum Arwani Thomafi juga menyatakan tak sependapat dengan PSI, meski sama-sama di gerbong pendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin untuk Pilpres 2019. Rian menganggap perbedaan pendapat ini juga hal yang wajar.

"Wajar saja, yang penting kita solid mendukung Pak Jokowi jadi presiden lagi. Kalau ada perbedaan, yang penting kita solid satu barisan," kata Rian.

Sebelumnya Eggi melaporkan Grace ke Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (16/11). Laporan tersebut tertuang dalam Laporan Polisi Nomor: 
LP/B/1502/XI/2018/BARESKRIM.
"Dalam kesempatan ini, kita sudah memberikan warning kepada Grace dalam pengertian warning, sekiranya minta maaf karena statement-nya itu sudah masuk unsur pengungkapan rasa permusuhan, juga masuk kategori ujaran kebencian pada agama. Nah ini limitasi pasalnya bisa dikaitkan dengan Pasal 156 A juncto Pasal 14 dan 15 Undang-Undang No 1 Tahun 1946 tentang memberikan ujaran yang bohong," kata Eggi setelah melaporkan Grace. 

Korban Pertama
Sementara itu, Ketum PSI Grace Natalie menyampaikan kekhawatirannya jika politikus sontoloyo dan politikus genderuwo menang pada Pilpres 2019. Grace menyebut perempuan adalah korban pertama jika golongan tersebut menang.

"Pilihan kita hari ini satu-satunya untuk memenangkan demokrasi dan perempuan yang memang hanya Pak Jokowi-Ma'ruf Amin. Ini pilihan terbaik kita hari ini di tengah merebaknya sektarianisme," kata Grace dalam sambutannya pada deklarasi Pertiwi Dukung Jokowi-Ma'ruf di Jalan Ki Mangunsarkoro, Menteng, Jakarta Pusat.

"Kalau sampai politikus sontoloyo dan genderuwo yang menang, korban pertamanya adalah perempuan dengan adanya diskriminasi," sambungnya.

Grace menyebut sebetulnya sosok perempuan, apalagi perempuan yang sudah menjadi ibu, lebih tidak peduli terhadap pemilihan presiden. Namun ia menyebut ibu-ibu itu tergerak hatinya setelah mendengar isu harga pangan yang naik.

Ia menyebut pilihan kaum ibu-ibu dengan memilih Jokowi-Ma'ruf sudah tepat. Jokowi sendiri dikatakannya sebagai sosok yang hadir memikirkan kaum ibu-ibu.

"Tetapi yang menarik, yang terjadi beberapa tahun terakhir, ketika ada seseorang pemimpin yang datang dari kalangan biasa, dia bukan ningrat, bukan anak ketua partai, dan darah biru politik. Tetapi di partai, semua yang dimiliki ketika jadi pemimpin, wali kota, gubernur, sampai jadi presiden, dia menggunakan politik untuk sebuah tujuan yang baik," ungkap Grace.

Diketahui, Perempuan Tangguh Pilih Jokowi (Pertiwi) mendeklarasikan dukungannya kepada pasangan calon nomor urut 01 tersebut. Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Erick Thohir hingga Ketua DPR RI Bambang Soesatyo hadir di lokasi.  (detikcom/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru