Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 04 April 2026

Arus Lalin di Jalan Jamin Ginting Lumpuh Total, Ratusan Pengendara Menginap di Mobil

- Rabu, 10 Juli 2019 10:16 WIB
381 view
Arus Lalin di Jalan Jamin Ginting Lumpuh Total, Ratusan Pengendara Menginap di Mobil
SIB/Dok
MACET TOTAL: Arus lalulintas Medan-Berastagi macet total sejak Senin (8/7) malam hingga Selasa (9/7), sehingga jarak tempuh menjadi belasan jam. Kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah.
Sibolangit (SIB) -Arus lalulintas di Jalan Jamin Ginting tujuan Medan-Berastagi dan sebaliknya lumpuh total diakibatkan satu unit truk kontainer diduga patah as roda di Km 56-57, kawasan tikungan Amoi, Desa Bandarbaru, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, Senin (8/7) sekitar pukul 17.00 WIB.

Pantauan wartawan, posisi truk yang rusak tersebut melintang di jalan membuat pengendara lainnya sulit melintas sehingga terjadi macet panjang hingga puluhan kilometer. Kemacetan panjang ini diperparah pengendara yang tidak sabar dan saling mendahului (jalur berlapis).

Bahkan ratusan pengendara terpaksa menginap dalam mobil disertai hujan lebat sampai truk selesai dikerjakan oleh mekanik. Tampak personil lantas Polsek Pancurbatu turun ke lokasi mengatur pengendara yang telah melakukan jalur berlapis.

Kapolsek Pancurbatu Kompol Faidir Chaniago SH MH mengatakan truk kontainer itu selesai diperbaiki mekanik yang didatangkan dari Medan pukul 06.00 WIB, Selasa (9/7).

"Truk tersebut datang dari Medan menuju Doulu dengan muatan penuh. Tadi malam kita coba tarik menggunakan mobil derek, tapi tidak bisa dilakukan karena muatan penuh," sebutnya.

Mantan Kabag Sumda Polres Karo ini mengutarakan panjang kemacetan arus lalulintas lebih kurang lima kilometer, sehingga banyak pengendara beserta keluarganya menginap dalam mobil.

Kirim Surat ke Dishub
Sementara Camat Sibolangit Febri Gurusinga mengatakan truk tersebut mulai rusak pukul 17.00 WIB, Senin (8/9). Pihaknya akan melayangkan surat ke Dinas Perhubungan Sumut agar melakukan razia rutin terhadap kondisi truk dan bus yang melintas.

"Masyarakat yang melintas sampai menginap dalam mobil dikarenakan truk rusak. Kita akan surati Dishub Sumut tembusan surat ke Gubernur Sumut dan Poldasu. Ini sudah tidak benar lagilah," tegasnya.

Sementara itu, Ogi Bukit (34) pengendara yang terjebak dalam kemacetan mengaku kecewa terhadap akses jalan yang menghubungkan daerah Medan-Karo itu. Sudah layak dibuka jalan alternatif lainnya seperti jalan tol Medan-Karo.

"Lihat sajalah sekarang ini, truk rusak langsung macet, sebelumnya ada tabrakan langsung macet. Akses jalan cuma ini saja," kesalnya. "Bagaimana rencana pembangunan jalan tol yang belakangan ini diperjuangkan DPRD Sumut ke Kementerian PUPR," tanyanya lagi.

Kondisi jalan lintas Medan-Karo sekarang ini sudah terlalu sempit. Lebar jalan tidak sesuai dengan volume kendaraan yang melintas. Pasalnya, jalan itu bukan hanya dipergunakan lalulintas menuju beberapa kabupaten di Sumut, tapi juga sebagian kawasan Aceh.
"Jalannya sempit dan itu merupakan akses utama menuju Dairi, Pakpak Bharat, dan beberapa kabupaten di Sumut lainnya. Itu juga akses utama menuju beberapa kabupaten di Aceh, seperti Aceh Tenggara, Singkil dan lainnya. Jadi memang sudah layak di bangun jalan tol," jelasnya.

Terganggu
Sementara itu, akibat kemacetan membuat arus perdagangan terganggu. Sejumlah pasokan komoditi pertanian dari Karo ke Medan untuk kebutuhan rumah tangga, home industri, dan rumah makan, mengalami keterlambatan tiba di Medan.

Pemasok barang-barang dari kawasan Pancur Batu, Deli Serdang ke kota wisata Berastagi kepada wartawan, Selasa (9/7) siang, di kawasan pusat perbelanjaan tradisional Pasar Los Pancur Batu, mengaku terjebak macet. Untuk sampai ke Berastagi dari Pancur Batu mereka menempuh waktu sekitar 12 jam dari kondisi normal hanya sekitar 1,5 jam-2 jam. "Sehubungan ada info macet dari sore hari, kami semalam berangkat pukul 23.00 WIB dari Pancur Batu. Hari ini tiba di Berastagi lewat jam 11.00 WIB. Sangat terlambat,
biasanya pagi hari kami sudah bongkar muat, untuk kebutuhan buah dan sayur. Banyak pelanggan yang terganggu. Tetapi mereka juga maklum dengan kondisi ini," ujar M Sembiring padagang asal Pancur Batu ketika ditemui di kawasan Pusat Pasar Berastagi.
Pantauan wartawan di lapangan, sejumlah barang dagangan yang mengalami keterlambatan pasokan di antaranya pisang, daun ubi, daun pisang, jagung muda, timun, gori, kelapa, telor, ayam ras, mie, tepung, dan beberapa jenis lainnya. (M17/BR2/K02/d)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru