Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 14 Februari 2026
Terkait Rencana Penghapusan FDT 2020

Bupati Humbahas Ajak Se-Kawasan Danau Toba Laksanakan FDT Berskala Internasional Menggunakan APBD Kabupaten

Redaksi - Kamis, 16 Januari 2020 09:28 WIB
1.102 view
Bupati Humbahas Ajak Se-Kawasan Danau Toba Laksanakan FDT Berskala Internasional Menggunakan APBD Kabupaten
tribunnews.com
Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor
Humbahas (SIB)
Menyikapi informasi dan pernyataan Gubernur Provinsi Sumatera Utara Edy Rahmayadi terkait rencana penghapusan atau pembatalan Festival Danau Toba (FDT) tahun 2020, Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas) Dosmar Banjarnahor secara tegas menolak rencana tersebut dan meminta agar even yang sudah ditetapkan menjadi agenda rutin tahunan di Kawasan Danau Toba itu tetap dilaksanakan.

Menurut dia, seharusnya Gubernur Edy Rahmayadi tidak meniadakan even skala nasional dengan target meningkatkan kunjungan wisatawan ke Danau Toba tersebut. Melainkan lebih kepada perbaikan atau evaluasi secara menyeluruh supaya apa yang menjadi kendala sehingga kegiatan itu dikatakan kurang bermanfaat dan sepi pengunjung. "FDT harus tetap dilaksanakan dengan melakukan evaluasi secara menyeluruh," kata Dosmar Banjarnahor kepada SIB via selulernya, Selasa (14/1) malam.

Dengan evaluasi itu, lanjut Dosmar menjelaskan, nantinya diketahui apa-apa saja yang perlu untuk dibenahi dan dilakukan panitia maupun tiap-tiap daerah. Terlebih para kepala daerahnya harus berani untuk mengambil sikap agar kegiatan itu menjadi even internasional yang mampu untuk mendatangkan wisatawan nusantara dan mancanegara.

"Supaya FDT lebih baik dan berkualitas, terutama dalam mendatangkan Wisnus dan Wisman, para bupati harus membuat FDT berkelas dunia dengan memakai EO (Event Organizer) dengan dana APBD kabupaten dan kita pasti bisa," ucapnya.

Dosmar juga mengajak seluruh masyarakat Sumatera Utara, khususnya se-Kawasan Danau Toba untuk tidak terlalu reaktif terhadap pernyataan Gubernur Sumatera Utara tersebut. Menurut dia, sangat lebih bermanfaat apabila disikapi secara arif.

"Masyarakat se-Kawasan Danau Toba tidak perlu reaktif, tetapi disikapi secara arif. Mari kita kompak mewujudkan destinasi pariwisata KSPN yang sudah diseriuskan oleh Bapak Presiden Jokowi. Apabila ada yang kurang berkenan, mohon maaf," pungkasnya.

Kaji mendalam
Sementara itu, Bupati Karo Terkelin Brahmana SH meminta Pemprov Sumut mengkaji secara mendalam soal pernyataan Gubsu Edy Rahmayadi untuk tidak menggelar Festival Danau Toba (FDT) 2020.

Alasan peniadaan Festival Danau Toba (FDT) tidak tepat hanya karena dianggap tidak bermanfaat untuk mendatangkan wisatawan ke Danau Toba.

Demikian disampaikannya di ruang kerjanya, Selasa (14/1) ketika dimintai tanggapannya soal pernyataan Gubsu Edy Rahmayadi baru-baru ini yang memutuskan untuk tidak menggelar FDT 2020.

Menurutnya, event FDT setiap tahun digelar secara bergantian di sejumlah daerah kawasan Danau Toba dan sudah masuk dalam kalender event nasional di Kementerian Pariwisata. "Event FDT ini sebenarnya sangat bermanfaat untuk mempromosikan objek wisata daerah masing-masing di kawasan Danau Toba," ungkapnya.

Disinggung soal pernyataan Gubsu, bahwasanya FDT dianggap tidak bermanfaat untuk mendatangkan wisatawan ke Danau Toba dan hasilnya kurang maksimal, Bupati Karo mengatakan event organizer maupun panitia yang kurang mumpuni dan kurang maksimal untuk melakukan promosi maupun kurang maksimal mendatangkan wisatawan.

Disinggung statement Gubsu Edy Rahmayadi mengusulkan untuk mengganti bentuk acara yang lebih bisa mendongkrak wisata, Terkelin Brahmana menjelaskan hal itu sah-sah saja usulan dari Gubsu dan konsepnya belum ada hingga saat ini.

Lebih lanjut dikatakan, kiranya event FDT 2020 tetap bergulir sebab sudah masuk dalam kalender event nasional. Membuat event FDT 2020 tentu sangat sulit dan harus melalui perencanaan yang matang agar dapat mendongkrak wisatawan, katanya. (BR8/BR2/q/c)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru