Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 14 April 2026

Ormas Islam Ajukan Cawalkot Medan, Gerindra: Jangan Politik Identitas

Redaksi - Rabu, 29 Januari 2020 10:02 WIB
3.145 view
Ormas Islam Ajukan Cawalkot Medan, Gerindra: Jangan Politik Identitas
news.detik.com
Ilustrasi
Medan (SIB)
Sejumlah ormas Islam di Kota Medan mengajukan 6 nama sebagai bakal calon wali kota untuk maju di Pilkada Medan 2020. Partai Gerindra meminta agar Pilkada Medan tidak dikaitkan dengan politik identitas.

"Kita berharap kawan-kawan umat Islam mencari solusi terhadap permasalahan di Kota Medan. Paling penting semangatnya bukan berhenti di politik identitas, tapi semangatnya Kota Medan bisa bangkit seperti dulu, menjadi kota terbesar nomor 3 di Indonesia," ujar Wakil Ketua DPD Gerindra Sumut, Sugiat Santoso, saat dihubungi, Selasa (28/1).

Sugiat menyebut 6 nama yang diusung ormas Islam memiliki cukup pengalaman di Kota Medan. Namun, Gerindra tidak mempertimbangkan nama-nama itu untuk diusung di Pilkada Medan 2020.

"Calon-calon yang diusung ormas Islam ini punya track record terhadap umat. Nama-nama yang diusung aliansi ormas Islam itu tidak ada yang mendaftar di Gerindra," jelas Sugiat.

"Kalau Gerindra prosesnya sudah dari tingkat DPC Kota Medan sudah pendaftaran, dan sudah juga fit and proper test calon-calon yang mendaftar ke kita. Yang mengikuti proses di Gerindra itukan Bobby Nasution, Ihwan Ritonga dan ada beberapa calon lain, tapi yang menguat itu Bobby dan Ihwan Ritonga," imbuhnya.

Adapun keenam nama yang diajukan oleh koalisi Ormas Islam itu adalah Irfan Hamidy, Dedi Iskandar Batubara, Azwir Ibnu Azizi, Latif Khan, Qosim Nurseha, dan Abdul Hakim Siagian.

Ajukan
Keenam nama itu disebut merupakan representasi dari ulama dan tokoh pergerakan di Kota Medan.

"Iya kemarin beberapa elemen pergerakan Islam untuk membahas persoalan Medan. Ada 6 nama ulama yang kita ajukan yang bisa jadi representasi ulama dan tokoh pergerakan," kata salah satu anggota tim perumus calon untuk pilkada Medan aliansi ormas Islam, Rafdinal, Selasa (28/1).

Dia mengatakan, enam nama itu bakal dibahas lagi nantinya. Menurutnya, keenam nama itu akan dikerucutkan lagi menjadi dua orang calon yang bakal didukung untuk Pilkada 2020.

"Dari enam itu akan kita lihat lagi siapa yang akan kita jadikan dua orang untuk satu pasangan," tuturnya.

Sementara itu, Juru bicara PA 212 Haikal Hassan menyebut pihaknya belum ada membahas nama-nama tertentu untuk Pilkada Medan.

"PA 212 sampai dengan saat ini tidak pernah menerbitkan nama-nama wali kota Medan. Nama-nama wali kota Medan tidak pernah diterbitkan oleh PA 212," ujar Haikal.

Pilkada Medan sendiri bakal digelar tahun 2020 ini. Ada sejumlah nama yang sudah menyatakan siap maju dan mendaftar di beberapa parpol, antara lain Plt Wali Kota Medan, Akhyar Nasution; Menantu Presiden Jokowi, Bobby Nasution; dan Wakil Ketua DPRD Kota Medan dari F-Gerindra Ihwan Ritonga.

Pertimbangkan
Sementara itu, PAN mengatakan nama-nama itu nantinya bakal menjadi pertimbangan, meski saat ini PAN masih sibuk mempersiapkan keperluan kongres.

"Kita memang lagi fokus persiapan kongres. Jadi belum ada satupun kita concern untuk urus khususnya Pilkada di Medan. Tapi ada beberapa calon yang memang masuk dalam radar kita. Bisa saja salah satunya usulan dari ormas-ormas Islam itu jadi bahan-bahan pertimbangan kita untuk memutuskan nanti ke mana PAN harus diarahkan," kata Sekretaris DPW PAN Sumut Hendra Cipta, Selasa (27/1).

Dia mengatakan PAN memiliki mekanisme sendiri dalam menjaring dan menentukan calon kepala daerah yang bakal diusung. Hendra memastikan PAN di daerah bakal melaksanakan mekanisme yang sesuai aturan partai.

"Kalau DPD dan DPW akan mengikuti mekanisne," ucapnya.

Perjuangkan Kader
Sedangkan PKS mengapresiasi langkah ormas-ormas Islam itu, namun tetap memperjuangkan kader sendiri untuk Pilkada Medan.
"Hasil keputusan ormas-ormas tersebut mudah-mudahan menjadi khazanah bagi bursa bakal calon wali kota dan wakil wali kota Medan. Kedua, kita belum sampai kepada tahapan apakah nama-nama itu masuk radar PKS atau tidak, sampai hari ini kita masih memperjuangkan mengusung kader partai," kata Ketua PKS Medan Salman Alfarisi Selasa (28/1).

Dia menilai parpol-lah yang merupakan 'pabrik' bagi calon pemimpin. Salman juga mengatakan PKS bakal melihat respons masyarakat soal nama-nama bakal cawalkot Medan yang ada.

"Respons masyarakat ini kita harapkan hadir dalam rangka supaya warna Pilkada Medan ini betul-betul dirasakan menjadi milik semua warga Kota Medan. Jadi bukan milik bakal calon, partai politik, bukan pula milik ormas," ujarnya.

Lalu, siapa kader yang sedang diperjuangkan PKS untuk menjadi cawalkot Medan?
"Seluruh kader PKS berpotensi menjadi cakada (calon kepala daerah). Itu sangat bergantung kepada dinamika komunikasi politik baik kepada parpol, bakal calon, ormas, maupun masyarakat," jelas Salman. (detikcom/d)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru