Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 14 April 2026

Panglima: Tugas TNI-Polri Beririsan, Bukan Rebutan Wilayah Abu-abu

* Jangan Berpolitik Praktis di Pilkada 2020
Redaksi - Rabu, 29 Januari 2020 12:40 WIB
185 view
Panglima: Tugas TNI-Polri Beririsan, Bukan Rebutan Wilayah Abu-abu
Ant/Sigid Kurniawan
RAPAT PIMPINAN  : Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (kiri) menyampaikan arahan disaksikan Kapolri Jenderal Pol Idham Aziz (tengah), KSAU Marsekal TNI Yuyu Sutisna (kedua kiri), KSAL Laksamana TNI Siwi Sukma Adji (kedua ka
Jakarta (SIB)
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto ingin semua personel TNI dan Polri terus bersatu untuk menjaga kedaulatan Indonesia. Dia tidak ingin ada personel TNI-Polri yang berselisih sehingga membuat rakyat khawatir.

“Baju adalah sekitar warna saja dan bordir hanya sekadar pangkat. Tapi semangat yang ada, itulah yang harus kita jaga," kata Hadi dalam acara rapat pimpinan (rapim) TNI-Polri di Mabes TNI, Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (28/1).

"Sinergitas itu adalah milik rakyat dan pasti rakyat akan bangga karena yang memberikan kita baret, topi, sepatu, adalah rakyat. Dan rakyat ingin melihat kekuatan besar yang dimiliki Indonesia, kekuatan vertikal bisa bersatu dan menenangkan hati rakyat," lanjutnya.
Hadi menjelaskan, TNI memiliki 2 tugas. Menurut dia, TNI harus memenangi pertempuran saat perang. Lalu ketika masa damai atau tidak perang, lanjutnya, TNI harus bisa bersifat persuasif untuk menjaga stabilitas bersama-sama polisi.

Panglima TNI menerangkan, semua wilayah di Indonesia adalah medan tugas. Dia tidak ingin ada wilayah yang menjadi abu-abu atau diperebutkan TNI dan Polri karena suatu hal tertentu.

"Tugas TNI Polri pasti ada irisan, itu kita jadikan modal kita melakukan bakti kepada negara. Bukan menjadi wilayah abu-abu yang menjadi wilayah diperebutkan TNI Polri, tidak," tegasnya.

Hadi juga mengatakan, semua personel harus mampu beradaptasi dari perkembangan zaman. Dia tidak ingin ada anggota yang terjebak keberhasilan masa lalu.

"Kita harus selalu melakukan perubahan. Kita tidak boleh terjebak dengan keberhasilan keberhasilan masa lalu karena hari ini tidak bisa dibandingkan dengan masa lalu. Kita tidak bisa membandingkan apple to apple. Kita harus mampu untuk berubah," pungkasnya.

Politik Praktis
Sejumlah wilayah bakal menggelar Pilkada Serentak 2020. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengingatkan seluruh jajaran TNI untuk menjaga netralitas dan tidak berpolitik praktis.

"Kita mengingatkan kembali kepada jajaran unsur-unsur TNI di seluruh wilayah, untuk tetap memegang netralitas TNI, tidak berpolitik praktis," kata Hadi.

Hadi menambahkan, TNI dan Polri siap mengamankan Pilkada Serentak 2020. Selain itu, lanjutnya, TNI-Polri siap mengamankan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua.

"Kita harapkan pelaksanaan PON nantinya bisa berjalan dengan aman dan damai tanpa adanya gangguan keamanan di wilayah tersebut, khususnya di Papua," lanjutnya.

Dalam rapim ini juga, Hadi menyebut, TNI dan Polri akan siap mengantisipasi bencana alam, baik di musim hujan maupun kemarau. "Itu adalah tema yang akan terus kita kembangkan sehingga kita memiliki satu SOP atau rentinkon, rencana tindakan kontingensi dalam rangka mengantisipasi kejadian-kejadian tahun 2020, di samping juga kita melaksanakan program kerja yang sudah kita rencanakan," jelas Hadi.

Marsekal Hadi lanjut menjelaskan soal P5, yakni proper, planing, prevent, peaceful, dan performance. Hadi menjelaskan, perencanaan yang baik akan menghindari performance yang kurang baik.

Yang kedua, lanjutnya, tingkatkan kesiapsiagaan, komando kewilayahan, dan terus berkoordinasi agar TNI-Polri bersinergi mengamankan Pilkada Serentak 2020.

"Dan ketiga, kita ingat, kerawanan pemilu, politik identitas, berita-berita di socmed, dan pantau-pantau di titik kerawanan, namun setiap pemangku wilayah juga harus memiliki asesmen tersendiri bagaimana situasi di wilayahnya. Yang keempat, turunkan ego sektoral, antar-instansi. Kelima tingkatkan kepekaan dan kepedulian dan refleksi diri. Keenam jaga kepercayaan TNI dan Polri di tengah-tengah masyarakat dan ketujuh yang perlu saya tegaskan netralitas TNI, terkait dengan Pilkada Serentak 2020," tutur Hadi.

Kapolri Jenderal Idham Azis menambahkan, polisi telah membentuk satuan tugas (satgas) untuk mengamankan Pilkada 2020 dan event PON XX di Papua. Polisi didukung TNI dalam pengamanan ini.

"Satgas untuk mendukung semua program ini, misalnya Satgas Nusantara, satgas masalah investasi, satgas pangan, satgas khusus pengamanan papua. Dan itu semua kita bersama-sama dengan TNI," ujar Idham. (detikcom/d)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru