Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 14 April 2026

Pasar Masih Cemaskan Virus Corona, IHSG Ditutup Melemah

Redaksi - Rabu, 29 Januari 2020 13:06 WIB
136 view
Pasar Masih Cemaskan Virus Corona, IHSG Ditutup Melemah
tempo.co
Aktivitas di hari pertama perdagangan saham di lantai Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 10 Juni 2019. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) siang ini parkir di zona hijau. 
Jakarta (SIB)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada akhir perdagangan, Selasa (28/1). Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup melorot 0,36 persen atau 22,02 poin ke posisi 6.111,18 dari level penutupan sebelumnya.

Pada perdagangan Senin lalu, IHSG menutup pergerakannya di level 6.133,21 dengan anjlok 1,78 persen atau 110,9 poin. Artinya, telah terjadi penurunan IHSG dua hari berturut-turut sejak wabah virus corona merebak pekan lalu.

Pelemahan IHSG terus berlanjut pada Selasa dengan dibuka terkoreksi 0,37 persen atau 22,99 poin di posisi 6.110,22. Sepanjang perdagangan, IHSG hanya mampu bergerak pada kisaran 6.065,12-6.112,83.

Menurut Suria Dharma, Analis Samuel Sekuritas, pelemahan IHSG ini dipengaruhi oleh masih tingginya kekhawatiran pasar seputar wabah virus corona baru di Cina. “Sebab, jika kasus virus corona berkepanjangan, ekonomi Cina akan terdampak dan permintaan komoditas akan menurun,” terang Suria Dharma, seperti dikutip Bloomberg.

Indonesia pun pasti akan terpengaruh mengingat Cina merupakan salah satu mitra perdagangan terbesar.

Pada perdagangan Asia, aktivitas perdagangan saham beberapa negara di kawasan ini masih ditutup karena libur Tahun Baru Imlek. Namun, indeks saham negara lain yang telah dibuka memperlihatkan tekanan serupa dengan IHSG.

Berdasarkan laporan terkini, wabah virus corona yang dimulai di Kota Wuhan di Cina, telah menewaskan 106 orang di hina dan menginfeksi lebih dari 4.520 secara global. Kebanyakan pengidap virus corona berada di Cina.

"Kekhawatirannya bukan dari tingkat kematian, tetapi seberapa menular virus corona tersebut," tulis ekonom Citi dalam sebuah catatan, seperti dikutip Reuters. "Dampak ekonomi akan tergantung pada seberapa sukses wabah ini dapat dibendung," lanjutnya. (Bisnis/q)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru