Tapteng (SIB)
Setidaknya 5 kecamatan yakni Kecamatan Barus, Andam Dewi, Sorkam, Kolang dan Pasaribu Tobing di Kabupaten Tapanuli Tengah dilanda banjir dan longsor, Selasa (28/1) malam. Cuaca ekstrim malam itu menelan korban jiwa, korban luka dan ratusan kepala keluarga terpaksa mengungsi. Tidak terhitung kerugian materi akibat bencana alam tersebut.
Bencana terparah terjadi di Barus dan Andam Dewi. Setidaknya 7 kelurahan/desa di Barus, antara lain Desa Kampung Mudik, Pasar Terandam, Bungo Tanjung, Kinali, Ujung Batu, Batu Gerigis dan Padang Masiang, terendam air hingga ketinggian 1 meter lebih. Dua warga dikabarkan meninggal dunia, dan ratusan lainnya mengungsi.
Sementara di Andam Dewi terjadi longsor menimpa rumah penduduk mengakibatkan 4 orang meninggal dunia dan 1 orang hanyut terseret air. Para korban tertimpa longsor, Juster Sitorus (50), Pardamean Manalu (90), Abdul Rahman Simanjuntak (70), Esrin Pane (48). Sedangkan korban lainnya R Marpaung (50) terseret arus air.
Selain ditimpa longsor, meluapnya Aek Sirahar yang turut membawa kayu gelondongan dari hulu sungai menghantam rumah-rumah warga hingga terseret arus sungai antara lain milik Doslan Simamora (62), Pagaraji Tambunan (35), Linda Simatupang (45), Ridwan Simanjuntak Timba Laut.
Doslan Simamora kepada SIB mengatakan, sempat bingung dibuat arus sungai Aek Sirahar yang tiba-tiba meluap. Pasalnya saat itu lampu listrik juga padam. Tetapi dia masih sempat membawa istrinya Yunti Matondang (45) dan anak-anaknya, Imran Simamora (19), Pobby (16), Roy Marten (10) dan Leila Simamora (10) untuk keluar dari rumah.
"Kejadiannya sekira pukul 21.00 WIB, tiba-tiba air masuk ke dalam rumah diiringi suara hujan dan suara rongsokan arus sungai yang membawa kayu-kayu gelondongan. Saya sempat bingung, tetapi kemudian berinisiatif membawa keluarga keluar dari rumah," kata Doslan meneteskan air mata sembari berharap pemerintah memberi perhatian terhadap mereka korban bencana.
Berselang beberapa menit setelah mereka meninggalkan rumah, rumah mereka kemudian hanyut terbawa arus sungai, termasuk sejumlah barang ikut hanyut bahkan ijazah milik anak anaknya tidak sempat terselamatkan.
Sementara di Dusun Ariron Desa Sijungkang, Andam Dewi, satu unit tiang listrik tumbang dan kabel listrik menimpa satu unit rumah milik Galumbang Manalu (40) saat hujan deras malam itu sekira pukul 21.00 WIB. Termasuk rumah milik Oppung Uji Manalu (72) tertimpa kabel listrik yang mengakibatkan kerusakan.
Kepala Desa Sijungkan James Bondar membenarkan bencana alam yang menelan korban jiwa tersebut. Namun malam itu, setelah memperoleh kabar ada longsor menimpa rumah warga, ia tidak dapat berbuat banyak selain meminta bantuan karena listrik juga padam mengakibatkan gelap gulita.
Korban lainnya, Romanus Sibagariang (45) mengaku mobil yang ditumpanginya tertimpa longsor dan sempat terseret arus sungai sepanjang 1 KM. Dikatakannya, sekira pukul 20.30 WIB, mobil yang mereka ditumpangi sedang melintas menuju Pakkat, namun di tengah jalan terperogok dan tertimpa longsor. Tetapi tidak ada korban jiwa, karena Romanus dan rekannya, Seven langsung menghindar keluar dari mobil.
Sedangkan banjir akibat meluapnya Aek Sibundong menggenangi Desa Suka Maju Kecamatan Pasaribu Tobing dan sejumlah pemukiman di Sorkam. Namun tidak ada korban jiwa. Begitu juga dengan meluapnya Aek Raisan menggenangi rumah warga di Kecamatan Kolang, bahkan kendaraan tidak bisa melintas akibat derasnya arus sungai membelah jalan Sibolga - Barus.
Jalan Pakkat Putus
Derasnya luapan arus sungai Aek Sirahar Selasa (28/1) malam turut menghantam tebing jalan Provinsi Barus-Pakkat. Akibatnya badan jalan putus.
Camat Andam Dewi, Demsi Limbong yang dihubungi wartawan mengatakan jalan yang putus tersebut berada di Desa Bonan Dolok, Kecamatan Andam Dewi, Tapanuli Tengah. "Jalan putus di Desa Bonan Dolok, saat ini sedang dievakuasi para stake holder, Tim SAR, Dinas PU dan TNI/Polri serta masyarakat," ujarnya.
Perintahkan BPBD Sumut
Mendengar kabar banjir di Tapteng, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi memerintahkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut Riadil Akhir Lubis memberikan bantuan dan melakukan pendampingan atas kejadian bencana ini.
"Bapak Gubernur langsung memerintahkan saya untuk segera memberikan bantuan dan melakukan pendampingan atas kejadian bencana banjir yang telah merenggut 6 korban meninggal dunia. Bapak Gubernur juga akan langsung meninjau lokasi," ujar Riadil saat dihubungi melalui telepon, Rabu (29/1).
Menurut Riadil, banjir kali ini terjadi akibat derasnya hujan yang turun sejak sore hari dan meluapnya Sungai Sirahar Barus, sesuai informasi masyarakat setempat dan hasil patroli di lapangan. “Personel BPBD langsung menuju Tempat Kejadian Bencana (TKB) dan terus dilakukan evakuasi dengan mendata kerugian dan dampak yang terjadi," ujarnya.
Tidak hanya BPBD, Pemprov Sumut melalui Unit Reaksi Cepat (URC) yang terdiri BPBD - UPT Dinas Bina Marga, Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial juga telah melakukan pendampingan di lokasi dengan kegiatan pendirian posko pengungsian, pos kesehatan, penanganan jalan atau tebing yang hancur, pendirian dapur umum dan melakukan evakuasi korban bersama TNI dan Polri serta masyarakat.
Sebelumnya, Gubernur Edy Rahmayadi telah mengeluarkan Surat Edaran Gubsu Nomor 360/12639/2019 tanggal 26 November 2019 tentang Kesiapsiagaan Menghadapi Musim Hujan 2019-2020 kepada seluruh Bupati/Walikota se-Sumut berdasarkan info Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Pemprov Sumut pun menyatakan turut prihatin atas kejadian bencana banjir di beberapa kabupaten/kota di Sumut seperti di Kabupaten Labura, Kota Padangsidimpuan, Kabupaten Tapanuli Utara dan Kabupaten Tapanuli Tengah.
"Sehubungan dengan informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahwa sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan memasuki awal musim hujan yakni pada Oktober, November dan Desember. Adapun puncak musim hujan umumnya terjadi pada Januari dan Februari. Maka dengan itu diminta kerjasama Bupati/Wali Kota untuk melakukan upaya-upaya pencegahan, mitigasi dan kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman bahaya angin puting beliung, banjir dan gerakan tanah longsor," ujar Riadil menirukan instruksi Gubernur Edy.(G04/M11/d)
PUTUS: Jalan Barus - Pakkat di Desa Bonan Dolok, Andam Dewi putus dihantam luapan sungai Aek Sirahar, Selasa (28/1). (Foto SIB/Helman Tambunan)