Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 14 April 2026

Jokowi: Pemerintah Punya Opsi Evakuasi WNI di China

* TNI AU Siagakan 3 Pesawat untuk Evakuasi
Redaksi - Kamis, 30 Januari 2020 09:23 WIB
161 view
Jokowi: Pemerintah Punya Opsi Evakuasi WNI di China
news.detik.com
"Yang berkaitan dengan evakuasi WNI kita yang ada di Wuhan dan 15 kota lain, tentu saja pemerintah memiliki opsi untuk evakuasi, tetapi sekali lagi, kota-kota itu masih dikunci," kata Jokowi di Puskesmas Cimahi, Kota Cimahi, Jawa Bara
Cimahi (SIB)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut beberapa kota di China seperti Wuhan masih diisolasi terkait wabah virus Corona (2019-nCoV). Pemerintah Indonesia sudah memiliki opsi untuk mengevakuasi WNI yang berada di sana.
"Yang berkaitan dengan evakuasi WNI kita yang ada di Wuhan dan 15 kota lain, tentu saja pemerintah memiliki opsi untuk evakuasi, tetapi sekali lagi, kota-kota itu masih dikunci," kata Jokowi di Puskesmas Cimahi, Kota Cimahi, Jawa Barat, Rabu (29/1).

Untuk saat ini, Jokowi mengatakan pemerintah intens berkomunikasi dengan WNI yang berada di Wuhan dan sekitarnya. Pemerintah juga mencari solusi untuk mengirimkan bantuan logistik.

"Tetapi yang paling penting komunikasi antara KBRI dan mahasiswa dan masyarakat yang ada di sana selalu terjalin dengan baik. Ini nanti mungkin dalam 4-5 hari baru urusan logistik yang akan dicarikan solusinya," ujar Jokowi.

RI Komunikasi Intensif
Masih ada WNI yang terjebak di Wuhan, China, di tengah bahaya virus corona. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) terus mematangkan rencana evakuasi WNI di Provinsi Hubei dengan menjalin komunikasi intensif kepada otoritas China.

"Kemlu tentunya bekerja sama dengan kementerian-kementerian lembaga lain terus mematangkan proses rencana evakuasi dan Menteri Luar Negeri telah secara khusus minta Dubes RI Beijing untuk melakukan komunikasi intensif dengan otoritas RRT agar RRT memberikan fasilitas bagi proses evakuasi WNI di Provinsi Hubei," kata Plt Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Teuku Faizasyah kepada wartawan di Kementerian Luar Negeri, Jalan Taman Pejambon, Jakarta Pusat.

Faizasyah mengatakan WNI yang tercatat di Hubei, China ada 243 orang. Angka tersebut diharapkan angka final oleh Kemlu namun tidak menutup kemungkinan jika nanti ada penambahan data jumlah WNI yang berada di sana.

"Provinsi Hubei itu dari pendataan kita ada 243 WNI. Mudah-mudahan angka tersebut adalah angka yang final karena seringkali ini juga mungkin bantuan dari rekan-rekan media untuk mengkomunikasikannya ke publik ya, warga negara kita berpergian tapi tidak melaporkan keberadaannya ke tiap perwakilan," kata Faizasyah.

Faizasyah menyebut dari total 243 WNI di China, 100 orang berada di pusat Wuhan. Sisanya sekitar 143 orang tersebar di Provinsi Hubei.

"Memang tersebar di Kota Wuhan ada 100 orang ya, itu saja menunjukkan bahwa masih ada 143 lainnya yang tersebar di titik-titik lainnya di Provinsi Hubei," ujarnya.

"Pada intinya penyaluran kita, kita yakini ya, kita sama-sama meyakini bahwa teman-teman kita di perwakilan sudah melakukan koordinasi yang erat dengan pejabat di lapangan, apakah itu otoritas Provinsi Hubei di Kota Wuhan," kata Faizasyah.

Siagakan
TNI Angkatan Udara menyiagakan tiga pesawat untuk membantu mengevakuasi warga negara Indonesia (WNI) terkait penyebaran wabah virus Corona di Wuhan, China. Tiga pesawat itu, yakni dua unit Boeing 737 dan satu unit C130 Hercules.
"Kami sudah siapkan pesawat Boeing 737 dan C130 Hercules. Hal ini berdasarkan hasil rapat dua hari lalu bersama Kemenko Polhukam, Kemenkes, dan Kemenlu," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama Fajar Adriyanto seperti dilansir Antara, Rabu (29/1).

Selain menyiagakan tiga unit pesawat, TNI AU menyiapkan personel dari batalion kesehatan. Namun, lanjut Fajar, pihaknya masih menanti instruksi dari Kemenlu karena sejauh ini pemerintah China melarang transportasi dari dan ke luar wilayah Wuhan.
"Nunggu dari Kemenlu bisa tembus enggak ke pemerintah sana agar kita bisa berangkat atau tidak, yang jelas TNI AU siap 24 jam," kata Fajar.

Terkait jumlah WNI yang akan dievakuasi, dia belum bisa memastikannya. Berdasarkan estimasi, 100-200 WNI bisa dievakuasi dalam sekali penjemputan.

Tenaga medis dari TNI AU yang akan ditugaskan untuk menjemput WNI di China ini pun telah siap untuk diberangkatkan. Meski demikian, TNI AU belum merinci berapa banyak petugas yang akan dikerahkan. Yang pasti, kata Fajar, semua anggota yang akan berangkat telah dibekali dengan berbagai peralatan medis hingga dipantau aktivitas kesehatannya mulai saat ini.

"Semua itu sudah menyiapkan antipenularan untuk kru yang menjemput. Itu mungkin dengan masker dan segala macam, kemudian makanannya juga harus dikontrol dan juga begitu kembali nanti akan dikarantina dulu. Jadi tidak langsung turun langsung bebas, dikarantina dulu. Yang kita siapkan itu, briefing-nya demikian," ujar Fajar. (detikcom/d)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru