Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 14 April 2026

AS Umumkan Kembangkan Vaksin untuk Lawan Wabah Virus Corona

* Presiden Xi Jinping Yakin Mampu Menang Lawan Virus Corona
Redaksi - Kamis, 30 Januari 2020 09:52 WIB
205 view
AS Umumkan Kembangkan Vaksin untuk Lawan Wabah Virus Corona
internasional.kompas.com
Menurut pejabat Institut Kesehatan Nasional (NIH), Anthony Fauci, mereka sudah membentuk tim untuk mempelajari data mentah soal virus corona. "Kami sudah memulainya di NIH, dan bekerja sama dengan beberapa pihak untuk mengembangkan vaksin
Beijing (SIB)
Amerika Serikat (AS) mengumumkan, saat ini sedang mengembangkan vaksin untuk memerangi wabah virus corona. Selain itu, negeri ‘Paman Sam’ juga mendesak Pemerintah China meningkatkan kerja sama dengan otoritas kesehatan internasional.
Menurut pejabat Institut Kesehatan Nasional (NIH), Anthony Fauci, mereka sudah membentuk tim untuk mempelajari data mentah soal virus corona. "Kami sudah memulainya di NIH, dan bekerja sama dengan beberapa pihak untuk mengembangkan vaksin itu," terang Fauci, dikutip dari AFP, Selasa (28/1).

Nantinya, proses fase pertama uji coba bakal dilakukan selama tiga bulan, kemudian tiga bulan lainnya adalah melakukan pengumpulan data. Proses pengumpulan data dilakukan sebelum AS memulai fase kedua, di mana pengembangan obatnya bakal diambil alih firma bioteknik, Moderna. "Kami melakukannya seakan kami sudah harus mengirim vaksinnya. Dengan kata lain, kami harus siap dengan skenario terburuk, penyakit ini bakal jadi wabah besar," papar Fauci.

China menerima kritikan buntut cara mereka menangani Sindrom Pernapasan Akut Parah (SARS) yang menjadi wabah di daratan utama dan Hong Kong pada 2002-2003, di mana ratusan orang terbunuh. Fauci mengatakan, saat wabah itu merebak ke seluruh dunia, sebenarnya ilmuwan sudah mengembangkan vaksin. Namun, belum pernah digunakan.

Secara terpisah, kepala peneliti Johnson & Johnson, Paul Stoffels menuturkan, perusahaan yang berbasis di New Jersey, AS, itu juga sedang mencari tahu vaksin virus corona. Stoffels menjelaskan, mereka melakukan pengembangan obat berbekal metode penanganan Ebola yang saat ini dipakai di Republik Demokratik Kongo dan Rwanda. "Teknologi yang saat ini juga kami uji cobakan terhadap calon obat untuk HIV dan Zika," papar Stoffels, seperti dilansir AFP.

Lebih lanjut, Menteri Kesehatan dan Pelayanan Publik Alex Azar berkata, pihaknya sudah tiga kali menawarkan bantuan kepada China, tetapi tidak berhasil. Dia berujar, bantuan itu penting sehingga Washington bisa juga mendapatkan data dan bukti mentah, serta membantu analisis dan kerangka pikiran.

Menurut Azar, mereka harus menjawab pertanyaan penting seperti masa inkubasi dan apakah virus tersebut bisa menular meski pasien tidak menunjukkan gejala. "Kami mendesak China agar lebih transparan dan bekerja sama agar langkah penting dan efektif bisa diambil," jelas Azar kepada awak media.

Beijing sendiri sudah mengizinkan tim dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk masuk dan bekerja bersama otoritas setempat. "Negeri Panda" menuai pujian setelah secara cepat mengumumkan genome baru virus corona sehingga ilmuwan seluruh dunia bisa mengembangkan metode diagnosisnya.

Lawan Corona
Sementara itu, Presiden China Xi Jinping menyatakan bahwa negaranya punya keyakinan penuh dan kemampuan untuk memenangi perang melawan wabah virus corona. Xi menyampaikan hal tersebut dalam pertemuan dengan Dirjen Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus yang berlangsung di Beijing, China pada Selasa (28/1). Xi mengatakan bahwa rakyat China saat ini sedang melakukan perang yang sangat serius melawan wabah ini.

Xi menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan rakyat adalah yang terpenting, dan karena itu pencegahan dan pengendalian wabah ini merupakan pekerjaan paling penting di negara tersebut saat ini. "Epidemi ini adalah iblis. Kami tak akan membiarkannya bersembunyi," ujar Xi dalam pertemuan itu seperti dilansir kantor berita China, Xinhua, Rabu (29/1).

Kepada Tedros, Xi juga mengatakan bahwa pemerintah China telah merilis informasi mengenai wabah coronavirus ini secara terbuka, transparan dan bertanggung jawab, serta secara aktif merespons kekhawatiran semua pihak dan meningkatkan kerja sama dengan komunitas internasional.

Xi menambahkan bahwa China siap bekerja sama dengan WHO serta komunitas internasional untuk menjaga keamanan kesehatan publik regional dan global. Xi juga mengatakan bahwa dirinya yakin WHO dan komunitas internasional akan menghadapi situasi epidemi ini dengan cara yang obyektif, tepat, tenang dan masuk akal.

Dalam pertemuan itu, Tedros memuji pemerintah China telah menunjukkan tekad politiknya yang kuat dan mengambil langkah tepat waktu dan efektif dalam menangani epidemi ini. Bahkan Tedros mengatakan bahwa langkah-langkah yang diambil China bukan hanya melindungi rakyatnya, namun juga melindungi rakyat di seluruh dunia. Dirjen WHO itu juga memuji kecepatan tinggi dan skala besar langkah-langkah China yang jarang terlihat di dunia. Disebutkan Tedros, hal itu menunjukkan efisiensi dan keunggulan sistem China. (Xinhua/AFP/dtc/kps)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru