Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 14 April 2026
Pimpinan BI Perwakilan Sumut Berkunjung ke Harian SIB

Ekonomi Petani dan UKM Jadi Prioritas 2020, Pariwisata Terdampak Corona

Redaksi - Kamis, 30 Januari 2020 20:18 WIB
185 view
 Ekonomi Petani dan UKM Jadi Prioritas 2020, Pariwisata Terdampak Corona
SIB/Danres Saragih
AUDIENSI : Pemred SIB diwakili Wapemred III Anton Panggabean SE MSi, Wartawan Senior Frans Sihombing foto bersama dengan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumut Wiwiek Sisto Widayat, Deputi Kepala Perwakilan Andiwiana, Asisten Direkt
Medan (SIB)
Bank Indonesia Perwakilan Sumut menetapkan sektor pertanian dan usaha menengah kecil dan mikro (UMKM) sebagai prioritas pelayanan dan pengembangan ekonomi pada tahun 2020 ini, untuk mempertahankan bahkan meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumut, Wiwiek Sisto Widayat, mengungkapkan tingkat pertumbuhan ekonomi di Sumut pada 2020 ini tidak akan mengalami banyak perubahan dibanding pertumbuhan ekonomi pada 2019 lalu, termasuk dalam hal kinerja dan peran perbankan.

"Pada 2020 ini kita (BI Perwakilan Sumut) menetapkan sektor prioritas untuk mendukung dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah, terutama di sektor pertanian atau agribisnis, UMKM dan industri pengolahan. Sementara, sektor pariwisata yang meliputi jasa penerbangan (mancanegara) sedikit banyaknya akan terdampak akibat wabah virus Corona dari Tiongkok. Tapi yang jelas Sumut masih punya kehebatan dalam indikator pertumbuhan ekonomi," papar Wiwiek Sisto Wdayat di Medan, Rabu (29/1).

Dia memaparkan hal itu dalam kunjungan audiensi ke kantor Harian Sinar Indonesia Baru (SIB) di Jalan Brigjen Katamso Medan, yang diterima Wakil III Pemred Harian SIB Anton Panggabean SE MSi mewakili Pemimpin Redaksi SIB GM Immanuel Panggabean BBA. Anton didampingi wartawan / kepala divisi Ekonomi-Bisnis (Ekbis) Drs Ads Franse Sihombing, sedangkan pimpinan BI Sumut itu didampingi Direktur Deputi Andiwiana, Asisten Direktur Kusnadi dan Staf Humas Fransiska Octaviany Sihalolo.

Kunjungan dan pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana akrab diwarnai dengan ungkap kisah dan pengalaman masing-masing. Wiwiek berpapar peran dan kinerja BI Sumut yang saat ini juga fokus pada program pernyaluran kredit investasi di berbagai bidang, termasuk sektor properti yang tampak berkembang di daerah ini dengan porsi 18 persen. Baik pembangunan properti dengan modal sendiri dari kalangan developer, maupun investasi dengan modal kredit perbankan dari paket subsidi pemerintah dalam proyek-proyek pembangunan perumahan rakyat.

Bincang-bincang meliputi topik prospek perkembangan usaha atau bisnis perbankan di Sumut, misalnya soal rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio-CAR) bank-bank yang mulai jarang terpublisir belakangan ini, soal batas maksimum penyaluran kredit (BMPK) dengan indikasi yang terjadi pada beberapa bank di daerah ini, soal tingkat penyaluran kredit atau non performance loan (NPL) yang dikaitkan dengan posisi dana bank yang tak tersalur (undersbud loan), soal bisnis properti yang tampak beragam pasca hapusnya kebijakan atau kewajiban bangun rumah dengan rasio 1-3-6 (setiap membangun rumah mewah 1 unit, harus membangun rumah menengah 3 unit dan rumah murah atau rumah sederhana 6 unit), dan juga tentang kehebatan Sumut dengan posisi pertumbuhan ekonomi (di atas lima persen) di atas angka pertumbuhan ekonomi nasional yang rata-rata di bawah lima persen.

"Saat ini kita (BI Sumut-Medan) juga sedang mengembangkan paket kredit yang disebut kredit jasa konstruksi dalam pembangunan properti ini, yang diterapkan dengan kebijakan survei harga properti residensial (SHPR). Soal kondisinya di lapangan yang terkait penjualan atau pemasaran, itu memang tergantung permintaan (suplay-demand) dari konsumen," katanya sembari menyebutkan sektor prioritas lainnya seperti perdagangan, industri dan jasa.

Pada sektor jasa, Wiwiek menyebutkan saat ini bisnis pariwisata tengah terdampak akibat wabah virus Corona dari Tiongkok, walaupun secara spesifik kasus belum terjadi di Sumut karena tidak ada akses penerbangan langsung Medan-Tiongkok-Medan. Sektor lain yang berpotensi terdampak wabah Corona ini adalah jasa ekspor sawit ke Tiongkok.

Sementara Anton Panggabean atas nama Pemred SIB menyambut baik kedatangan pimpinan BI Sumut, serta mengapresiasi agenda kerja sama BI Sumut dengan jajaran media di daerah ini, antara lain dengan pertemuan media sekali sebulan.

"Harian SIB sejak didirikan Pak DR GM Panggabean juga eksis dan rutin memuat dan menyiarkan berita-berita ekonomi, yang meliputi perbankan atau moneter, jasa, perdagangan, industri. Sedikit banyaknya, konsumen juga menjadikan berita-berita kita (SIB) sebagai salah satu referensi bagi kalangan dunia usaha," katanya sembari menyampaikan salam dari Pemred SIB GM Immanuel Panggabean. (M04/M12/c)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru