Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 13 April 2026

Disnaker Sumut Belum Ada Keluarkan Izin TKI ke China

Antisipasi Virus Corona
Redaksi - Jumat, 31 Januari 2020 09:38 WIB
369 view
Disnaker Sumut Belum Ada Keluarkan Izin TKI ke China
Foto: SIB/Dok
Harianto Butarbutar 
Medan (SIB)
Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sumut hingga saat ini belum ada mengeluarkan izin Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke China, namun ke Malaysia cukup banyak.

Hal itu disampaikan Kepala Disnaker Sumut Harianto Butarbutar kepada wartawan melalui telepon di Medan, Kamis (30/1).
Dia juga tidak menutup kemungkinan, adanya pekerja asal Sumut yang bekerja ke China melalui penyaluran TKI ilegal. Namun sampai dengan saat ini, pihaknya masih melakukan pendataan. "Kita belum tau apakah ada yang ilegal berangkat ke China," ucapnya.

Dia juga mengatakan, belum bisa menyampaikan data berapa jumlah warga Sumut yang bekerja di luar negeri, apalagi di negara China. Sampai saat ini, pihaknya masih menunggu data dari pemerintah pusat soal jumlah warga Indonesia, khususnya dari Sumut yang berada di China.

Untuk mengantisipasi masuknya virus corona ke Sumut, dia mengaku Disnaker Sumut mendapat perintah dari pemerintah pusat untuk mendata dan mengawasi seluruh tenaga kerja asing (TKA) di Sumut, khususnya dari China. Pengawasan ini dilakukan guna mengantisipasi adanya pekerja asing yang terkontaminasi virus corona. "Kami baru saja mendapatkan surat dari Kementerian Tenaga Kerja untuk dapat mengawasi dan mendata seluruh tenaga kerja asing di Sumut," ucapnya.

Dia mengatakan, pihaknya akan segera menjalankan perintah dari Kementerian Tenaga Kerja tersebut. Juga melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan dan aparat keamanan untuk melakukan pemeriksaan terhadap seluruh pekerja asing yang ada di Sumut. "Ya kita akan langsung koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk dapat melakukan pengawasan dan pemeriksaan para tenaga kerja yang ada," ujarnya.

Di Sumut, kata dia, ada seribu lebih tenaga kerja asing dari seluruh dunia, yang memiliki izin resmi bekerja di pabrik-pabrik yang ada. Setelah ini, pihaknya akan langsung rapat untuk segera melakukan tindakan.
Sementara Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut, Aris Yudhariansah mengatakan, tim saat ini tengah melakukan pendataan terhadap Tenaga Kerja Asing (TKA) dari China yang berada di Sumut. Pendataan ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya TKA yang terjangkit virus corona.

Nantinya, lanjut dia, tim gabungan akan langsung melakukan pendataan terhadap seluruh perusahaan-perusahaan yang ada di Sumut. "TKA, yang ada di Sumut sekarang sedang didata masing-masing kabupaten/kota," ucapnya melalui sambungan telepon genggam.

Dia mengatakan, jika nanti ditemukan adanya TKA yang terkontaminasi virus corona, akan langsung diisolasi ke rumah sakit. Perihal ini dilakukan agar virus tidak sampai menyebar di Sumut.

Lanjutnya, sampai saat ini pihaknya belum ada menemukan adanya warga Sumut ataupun pekerja asing hingga turis yang terkontaminasi virus ini. Agar virus tidak masuk ke Sumut, pihaknya sudah membentuk tim gabungan. Tim ini nantinya bekerja untuk melakukan pengawasan dan monitoring terhadap turis-turis, terkhusus dari China. Monitoring akan dilakukan di bandara dan pelabuhan, yang menjadi pintu masuk kedatangan wisatawan.

Pihaknya sudah menyediakan alat suhu tubuh. Nantinya, melalui alat ini, pihaknya akan langsung mengetahui bila ada turis-turis yang suhu tubuhnya mencurigakan. Selanjutnya, Dinas Kesehatan sudah melakukan koordinasi dengan rumah sakit rujukan bagi orang yang terkontaminasi virus corona. Ada dua rumah sakit yang ditunjuk, Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara (USU) dan Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Adam Malik. Kedua rumah sakit ini akan menyediakan ruang isolasi terhadap pasien yang positif terjangkit virus corona. (M11/c)

SHARE:
komentar
beritaTerbaru