Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 13 April 2026

Jokowi Berulang Kali Singgung Absennya Ahok di Acara Imlek, Ada Apa?

Redaksi - Jumat, 31 Januari 2020 10:32 WIB
256 view
Jokowi Berulang Kali Singgung Absennya Ahok di Acara Imlek, Ada Apa?
news.detik.com
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut-nyebut nama Basuki Tjahja Purnama (Ahok) dalam acara Imlek Nasional. Jokowi juga sempat menyinggung absennya Komut PT Pertamina itu. Ada apa gerangan?
Jakarta (SIB)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut-nyebut nama Basuki Tjahja Purnama (Ahok) dalam acara Imlek Nasional. Jokowi juga sempat menyinggung absennya Komut PT Pertamina itu. Ada apa gerangan?

Pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia Ujang Komarudin menilai, ucapan Jokowi itu adalah kode untuk Ahok. Dia berpendapat, mungkin saja Jokowi kini mulai beranggapan bahwa Ahok sudah lupa kepadanya setelah diberi jabatan.

"Itu peringatan atau kode untuk Ahok. Mungkin dulu Ahok minta ke Jokowi agar bisa jadi Komut Pertamina. Tapi ketika sudah jadi lupa. Datang di acara tersebut pun tidak. Artinya, bisa saja Ahok dianggap sudah lupa dan tak menghormati Jokowi," kata Ujang kepada wartawan.

Meskipun ucapan itu disampaikan dengan nada yang santai dan sarat akan canda, Ujang mengatakan itu peringatan ringan. Menurutnya, cara seperti itu memang lumrah dilakukan orang Jawa seperti Jokowi.

"Ya. Peringatan ringan. Orang Jawa seperti Jokowi itu walaupun pelan atau halus memperingatkan dengan cara guyonan. Tapi memiliki makna yang dalam. Maknanya itu peringatan. Kalau sudah jadi, ya, jangan lupa sama teman," tutur Ujang.
Dia lantas menyoroti nama Ahok yang berulang kali disebut Jokowi, dari sapaannya ke anak Ahok hingga ke peserta acara yang mirip Ahok. Baginya, itu pertanda bahwa Jokowi tersinggung.

"Kalau diulang-ulang, itu artinya memang Jokowi merasa tersinggung karena Ahok tak datang," ungkapnya.
Sementara itu, peneliti politik dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Arya Fernandes, mengatakan tak ada yang spesial ketika Jokowi menyinggung absennya Ahok. Dia menyebut itu komunikasi biasa saja.

"Saya kira, itu cuma sekadar komunikasi biasa saja. Pak Ahok kebetulan tidak di situ, terus Pak Jokowi heran. Kalau untuk kode-kode politik, saya kira move politik Pak Jokowi untuk Pak Ahok kan sudah selesai. Pak Ahok sudah dapat kursi Komut," kata Arya kepada wartawan.

Sedangkan ucapan Jokowi yang berulang kali menyebut nama Ahok ia nilai sebagai tanda kedekatan Jokowi-Ahok. Apalagi, lanjutnya, acara imlek ini memang konteksnya pas dengan Ahok yang merupakan orang Tionghoa.

"Ya ini kan menunjukkan Pak Jokowi itu dari dulu sudah dekat dengan Pak Ahok, dari zaman masih jadi gubernur. Nah, ini acaranya kan Imlek, jadi pas sama Pak Ahok yang Tionghoa," ucapnya.

Sebelumnya, Jokowi beberapa kali menyebut nama Ahok dalam acara Imlek Nasional di ICE BSD City, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (30/1). Ahok pertama-tama menyapa Nathania Purnama yang merupakan putri Ahok dan Veronica Tan. Kemudian, Jokowi menyinggung soal Ahok yang tidak ada dalam acara itu.

"Teman baik saya Pak Ahok. Tapi nggak dateng, setelah jadi Komut Pertamina nggak dateng," ujar Jokowi sambil geleng-geleng kepala sembari tersenyum.

Jokowi juga menyinggung kembali nama Ahok ketika bertemu dengan salah seorang peserta bernama Ang-Joko. Jokowi menyebut wajah yang bersangkutan mirip Ahok. Jokowi sempat mengecek e-KTP milik Joko untuk membuktikan nama asli Joko.

Changshan Merah
Jokowi memasuki aula perayaan Imlek Nasional di ICE BSD City, pukul 09.08 WIB. Kepala negara mengenakan changshan, yang merupakan pakaian tradisional China yang dikenakan laki-laki, berwarna merah.

Sebelum memasuki acara, Jokowi sempat meninjau produk UMKM bersama Menteri Koperasi Teten Masduki. Perancang busana Anne Avantie juga terlihat hadir.

Para pejabat yang hadir antara lain Mensesneg Pratikno, Mendikbud Nadiem Makarim, Menag Fachrul Razi, dan Gubernur Banten Wahidin Halim. Acara diawali dengan menyanyikan Indonesia Raya.

Changshan yang dikenakan Jokowi merupakan rancangan Anne. Adapun desain baju tersebut disesuaikan dengan tema acara, yakni 'Bersatu untuk Maju'.

Kerah shanghai yang dipilih Anne Avantie juga punya makna tersendiri. Aplikasi sulaman emas juga ikut menghiasi pakaian yang memakan waktu pembuatan selama dua minggu itu.

"Ini merupakan sebuah simbol kekhasan masyarakat keturunan Tionghoa. Bila dikaitkan dengan keberagaman, kerah shanghai bisa menunjukkan bahwa ada banyak seni budaya yang terus berkembang di Indonesia," kata Anne, Kamis (23/1). (detikcom/d)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru