Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 04 April 2026

Sri Mulyani Lebih Khawatir Corona Dibanding Brexit

Redaksi - Sabtu, 01 Februari 2020 14:46 WIB
183 view
Sri Mulyani Lebih Khawatir Corona Dibanding Brexit
cnnindonesia.com
Menteri Keuangan Sri Mulyani ungkap lebih fokus dampak virus Corona daripada Brexit ke ekonomi Indonesia
Jakarta (SIB)
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa keputusan Inggris Raya keluar dari Uni Eropa tidak memberikan dampak signifikan bagi Indonesia. Dirinya pun dalam jangka pendek tidak begitu khawatir dengan adanya keputusan tersebut.
Sri Mulyani justru lebih mengkhawatirkan merebaknya virus corona yang belakangan ini terjadi di China.

"Saya rasa nggak (berdampak), mungkin kita sekarang lebih concern mengenai corona, karena magnitude pengaruhnya ini belum settle karena kita belum tahu penyebarannya, tingkat kematian yang meningkat secara cepat, itu mungkin yang memberikan ketidakpastian," kata Sri Muyani di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (31/1).

Inggris Raya akan resmi keluar dari Uni Eropa tepat pada Jumat pukul 23.00 waktu setempat. Itu artinya Inggris tak lagi membuka kerja sama termasuk urusan perdagangan via Uni Eropa.

Sri Mulyani menceritakan rencana Brexit sendiri sudah lama berhembus dan jika keputusan itu menjadi kenyataan maka dampak nyatanya lebih untuk Inggris dan Uni Eropa.

"Kita tentu harus waspada dalam artian kedua-duanya kalau bersikeras pasti ada agreement yang tidak menguntungkan kedua belah pihak menurut saya, dibandingkan pada saat UK di dalam EU," jelas dia.

"Artinya traffic manusia dan capital itu alan terpengaruh, dan jangan lupa UK selama ini sebagai financial center hub, jadi kemudian memberikan dinamika yang haris kita baca dengan teliti," tambahnya.

Oleh karena itu, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengaku dalam jangka pendek keputusan Brexit tidak memberikan dampak besar bagi Indonesia.

"Jadi sampai hari ini menurut saya tidak ada, namun dalam jangka panjang bagaimana antara Eropa dengan Inggris di dalam melakukan agreement pemisahan itu tetap bisa menjaga kepentingan keduanya, dalam artian dia tetap bisa menjaga kepentingan ekonomi kedua belah pihak," ungkap dia. (detikFinance/d)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru