Medan (SIB)
Pangdam I/BB Mayjen TNI MS Fadhilah bersama Kapolda Sumut Irjen Pol Drs Martuani Sormin MSi mengirim tim investigasi untuk mengusut insiden Pahae, Kabupaten Tapanuli Utara.
"Tim investigasi Kodam I/BB dipimpim Asintel Kasdam I/BB, Kolonel Inf Baginta Bangun bersama Danpomdam I/BB Kolonel Cpm Sudarma Setiawan. Mereka telah berangkat Kamis malam ke Tapanuli Utara," jelas Pangdam kepada media di depan Balai Prajurit Makodam I/BB, Jalan Gatot Soebroto Km 7,5 Medan, Jumat (28/2).
Mantan Kapuspen TNI itu menyatakan, pihaknya sangat menyesalkan insiden antara Danki A Yonif 123/RW dengan Kapolsek Pahae Julu. "Selaku Pangdam I/BB, saya menyampaikan permohonan maaf kepada Poldasu serta kepada semua komponen masyarakat di Kabupaten Tapanuli Utara," tegasnya.
Ia memastikan langkah-langkah pencegahan agar insiden ini tidak semakin membesar dan meluas. "Sampai Jumat pagi, suasana di Kecamatan Pahae Jahe sudah kondusif. Saya sudah kirim Asintel dan Danpomdam ke lokasi. Bahkan Danrem 023/KS, Dandim 0210/TU serta Danyonif 123/RW juga saya perintahkan ke lokasi untuk bersama-sama mengendalikan situasi agar tidak kembali bergejolak," terangnya.
Pati TNI AD abituren Akmil 1988 tersebut memastikan, insiden Pahae terjadi antar oknum, bukan institusi. "Karena secara institusi, sudah menjadi kewajiban kita bersama TNI-Polri di wilayah Sumatera Utara ini untuk menjaga sinergitas dan membangun soliditas. Dan hal ini pun sudah saya laporkan kepada pimpinan TNI di Jakarta," ungkapnya.
Jenderal bintang dua itu menjelaskan, Jumat pagi telah dilakukan langkah mediasi dengan para pihak agar insiden tidak berkelanjutan. Kemudian melakukan pemeriksaan, khususnya kepada Danki A Yonif 123/RW dan prajurit lainnya yang terlibat dalam insiden. "Hasil pemeriksaan tentunya akan mengarah kepada proses penegakan hukum sesuai yang berlaku di TNI," tegasnya. "Prosesnya sedang berjalan, berikan waktu, karena tidak bisa cepat, agar pemeriksaan tepat sasaran. Tapi saya pastikan, yang bersalah akan mendapatkan hukuman yang sesuai!"
Hal senada disampaikan Kapoldasu. Pria kelahiran Lumban Sormin itu memastikan, insiden ini hanya kesalahpahaman. "Saya tegaskan kepada personel di jajaran agar insiden kesalah-pahaman seperti ini tidak boleh terjadi lagi di masa depan," ucapnya.
Mengenai tim investigasi, mantan Kapolda Papua tersebut mengatakan, telah mengirim Kabid Propam Polda Sumut. "Begitu kejadian, saya langsung koordinasi dengan Pangdam I/BB, termasuk berbicara dengan Danrem 023/KS, Dandim 0210/TU, Danyon, serta Kapolres dan Kapolsek. Jadi sekali lagi, ini hanya kesalahpahaman saja, dan kalau Kodam I/BB mengirim Asintel serta Danpomdam, kita mengirim Kabid Propam," jelas Irjen Pol Martuani Sormin.
Alumni Akpol 1987 itu menegaskan, sinergitas dan soliditas TNI-Polri ke depan harus lebih dirajut dengan baik. "Baju yang kita pakai ini hanya beda warna, karena sesungguhnya tugas kita sama, yakni menjaga kedaulatan NKRI,†pungkasnya.
Di akhir kesempatan itu, Irjen Pol Martuani Sormin merencanakan akan ke lokasi bersama Pangdam I/BB. "Besok (maksudnya Sabtu, 29/2), kita akan bersama-sama ke lokasi. Semoga kehadiran kita nanti menjadikan situasi benar-benar kondusif," tutupnya.
Sudah Kondusif
Pasca penyerangan oknum TNI terhadap Polri di Taput, saat ini situasi sudah kondusif. Demikian dikatakan Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Tatan Dirsan Atmaja saat dikonfirmasi SIB, Jumat (28/2) sore melalui telephone selulernya.
Penyerangan yang diduga dilakukan oknum TNI terhadap personel Polri, khususnya dari Sektor Pahae Jahe, Polres Taput, Kamis (27/2) lalu, menurut Tatan Dirsan, kemungkinan hanya kesalahan pahaman atau miskomunikasi saja.
"Iya, mungkin peristiwa itu dikarenakan adanya kesalah-pahaman atau miskomunikasi saja, pihak Polda Sumut dan Kodam I/Bukit Barisan telah melakukan konsolidasi agar peristiwa itu tidak meluas dan tidak terulang kembali," ucap Tatan Dirsan.
Selain itu, Kabid Humas menegaskan sejak awal sudah ada perintah Kapolda Sumut agar jajaran kepolisian dari satuan paling bawah sampai pejabat selalu melakukan koordinasi dan membina hubungan baik kepada seluruh steakholder, termasuk jajaran TNI.
"Perintah Kapolda Sumut dari awal sudah jelas, Polri harus melakukan kordinasi dengan instansi terkait dan steakholder, termasuk jajaran TNI dari Kodam, Kodim maupun seluruh Batalyon. Kemudian, pada tataran di level bawah sekalipun harus melakukan kerjasama yang baik. Misalnya Bhabinkamtibmas kerjasama dengan Babinsa dan pemerintah daerah," kata Tatan.
Mantan Wakapolrestabes Medan ini menyebut, Kapolres Taput telah melakukan pertemuan dengan Danyon (Komandan Batalyon) yang turut dihadiri Dandim dan Kabid Propam Polda Sumut.
“Kabid Propam Sumut masih berada di Taput, kita tunggu saja apa hasilnya. Yang penting situasi sudah kondusif dan saat ini Kapolda dan Pangdam I/BB, serta seluruh pejabat Kodam dan pejabat Polda Sumut dan Kapolres, Dandim sudah silaturahmi dan konsilidasi di Makodam I/BB,†tegas Tatan Dirsan.
Tatan membenarkan sejumlah personel mengalami luka di bagian tubuh dan wajahnya. Menurut dia, sudah ada personel yang sembuh dan kembali bertugas. Sementara yang belum sembuh masih dalam perawatan di rumah sakit atau klinik terdekat.
Tatan mengaku bahwa Kabid Propam, Direktur Intelkam Polda Sumatera, bersama Kapolres Taput, Komandan Yonif, Komandan Kodim bersama tokoh masyarakat juga telah melakukan silaturrahmi dan konsolidasi sama seperti yang dilakukan di Kodam I/BB.
"Iya, saat ini mereka sedang duduk bersama dan sedang konsolidasi di Taput. Kita berharap agar kejadian ini tidak terulang kembali ke depan," terangnya. (R10/T04/d)