Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 07 September 2026

Vaksin Virus Corona Siap Diuji Coba, Dibuat Perusahaan AS Hanya dalam 42 Hari

Redaksi - Senin, 02 Maret 2020 11:03 WIB
422 view
Vaksin Virus Corona Siap Diuji Coba, Dibuat Perusahaan AS Hanya dalam 42 Hari
padang.tribunnews.com
Ilustrasi
Amerika Serikat (SIB)
Perusahaan bioteknologi Moderna Therapeutics telah mengirimkan vaksin virus corona yang sejauh ini telah merenggut lebih dari 2800 nyawa. Perusahaan yang berbasis di Cambridge, Amerika Serikat tersebut membuat vaksin dalam waktu 42 hari setelah peneliti China merilis urutan genetik virus COVID-19 atau oleh peneliti China menyebutnya SARS-CoV-2.

Moderna mengatakan vaksin virus corona ini disebut sebagai mRNA-1273. Tahap pertama pengiriman vaksin telah dilakukan ke kantor Institut Nasional Penyakit Menular dan Alergi (National Institute of Allergy and Infectious Diseases/NIAID) Amerika Serikat.

Direktur NIAID, Anthony Fauci, mengatakan uji klinis vaksin ini dapat dimulai pada akhir April dan melibatkan sejumlah kecil manusia yang sehat atau tidak terjangkit coronavirus. Uji coba klinis merupakan langkah awal agar vaksin mRNA-1273 dapat tersedia untuk digunakan lebih luas.

Vaksin Moderna untuk COVID-19 dikembangkan dalam waktu singkat dengan mengandalkan metode genetik yang relatif baru serta tidak memerlukan pertumbuhan virus dalam jumlah besar. Sebagai gantinya, vaksin dikemas dengan mRNA, material genetik yang berasal dari DNA pembuat protein.

Moderna memuat vaksinnya dengan mRNA yang mengkode protein coronavirus dengan tepat, yang kemudian disuntikkan ke dalam tubuh. Sel-sel kekebalan di kelenjar getah bening dapat memproses mRNA itu dan mulai membuat protein dengan cara yang tepat bagi sel-sel kekebalan lainnya untuk mengenali dan menandai mereka untuk dihancurkan.

“mRNA benar-benar seperti molekul perangkat lunak dalam biologi. Jadi vaksin kami seperti program perangkat lunak bagi tubuh, yang kemudian pergi dan membuat protein [virus] yang dapat menghasilkan respons kekebalan,” ujar Stephen Hoge, presiden Moderna, kepada TIME dan dilansir Kamis (27/2) lalu, “Itu berarti bahwa metode vaksin ini dapat ditingkatkan dengan cepat, menghemat waktu kritis ketika penyakit baru seperti COVID-19 muncul dan mulai menginfeksi puluhan ribu orang.”

Moderna bukan satu-satunya perusahaan obat yang berharap menemukan vaksin untuk virus itu. Raksasa farmasi Johnson & Johnson, GlaxoSmithKline (GSK), dan Gilead, juga sedang mengerjakan vaksin, seperti yang dilakukan ilmuwan dan pemerintah negara.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada pekan ini mengatakan bahwa Remdesivir, salah satu obat produksi Gilead, menunjukkan tanda-tanda membantu mengobati virus corona. Remdesivir digunakan untuk mengatasi wabah ebola. Ia kemudian mulai diuji coba pada pasien yang terinfeksi virus corona SARS-CoV-2. Uji coba yang dilakukan para ilmuwan tersebut berada di bawah pengawasan tim ahli dari University of Nebraska Medical Center AS.

Berbeda dengan mRNA-1273, Remdesivir diberikan kepada pasien yang telah dinyatakan positif terjangkit coronavirus. Para ilmuwan akan melakukan uji coba terhadap seorang penumpang kapal pesiar Princess Diamond yang dinyatakan positif terjangkit coronavirus. Menyusul kemudian pasien COVID-19 lainnya yang saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Relawan yang berperan dalam uji coba ini diminta secara acak untuk menerima obat atau plasebo melalui injeksi selama 10 hari. Setelah itu, mereka juga akan menjalani tes darah dan usap hidung serta tenggorokan setiap dua hari untuk melacak jumlah virus dalam tubuh masing-masing.

Jika obat mengindikasikan kemujarabannya dalam menekan tingkat pertumbuhan SARS-CoV-2 dalam darah, ia akan membantu menahan penyebaran infeksi. Kabar baiknya lagi, Remdesivir disebut punya jejak rekam memuaskan saat diuji pada hewan yang terinfeksi virus SARS dan MERS.

Tidak hanya Moderna, beberapa perusahaan AS memang tengah berlomba-lomba membuat vaksin Covid-19 pertamanya. Termasuk perusahaan besutan Texas, Greffex, yang mengklaim akan segera menyelesaikan penggunaan vaksin pada pekan ini. Dibanding Greffex, mungkin Moderna jadi perusahaan yang pertama berhasil karena akan memasuki tahap uji klinis fase 1, atau diuji coba pada manusia di tahap pertama. (Time/kmpr/f)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru