Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 07 September 2026

Generasi Milenial Sangat Antusias Mengetahui Sejarah Perjuangan dan Kepahlawanan Raja Sisingamangaraja

Redaksi - Senin, 02 Maret 2020 19:01 WIB
293 view
Generasi Milenial Sangat Antusias Mengetahui Sejarah Perjuangan dan Kepahlawanan Raja Sisingamangaraja
SIB/Dok
PEMAPARAN :  Ketua Umum DPP Siraja Oloan Brigjen TNI (Purn) Tarida Sinambela memberi pemaparan di Auditorium Museum Nasional Jakarta, Jumat (28/2).
Jakarta (SIB)
Generasi milenial sangat antusias mengetahui secara jelas sejarah perjuangan dan kepahlawanan Raja Sisingamangaraja. Bahkan sangat mendukung adanya gagasan dan niat membuat filmnya guna ditayangkan di layar lebar, sehingga masyarakat luas terutama generasi muda lebih gampang memahaminya, untuk kemudian ‘ditanamkan” bagi generasi berikutnya.

Hal ini mengemuka dalam sarasehan membangun identitas jati diri bangsa melalui sejarah dengan tema ”De Laatste Sisingamangaraja”, Jumat (28/2) di Auditorium Museum Nasional Indonesia Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta.

Acara yang dihadiri sekitar 700 orang ini digagas dan dilaksanakan Adventure Documentary Festival Akademy (ADFA) bekerjasama dengan Keluarga Pomparan Si Raja Oloan dan keluarga Sisingamangaraja. Juga didukung oleh Perlindungan Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dan Museum Nasional Indonesia.

Ketua Umum DPP Siraja Oloan, Brigjen TNI (Purn) Tarida H Sinambela menyatakan, kegiatan dimaksudkan untuk mendukung persiapan riset dan collecting data Sisingamangaraja dari berbagai sumber, penerbitan buku, seminar, wisata sejarah, dan produksi film Sisingamangaraja XII. Juga merupakan komitmen awal mempertahankan file-file sejarah Sisingamangaraja dan peradaban tanah Batak yang tersebar di pelosok negeri, mengingat Raja Sisingamangaraja bukan hanya milik masyarakat Batak, melainkan milik bangsa Indonesia.

Meskipun banyak pengagumnya, tetapi masih banyak pula masyarakat yang belum mengenali tokoh pahlawan pejuang di tanah air.

Misalnya, Sisingamangaraja hanya dikenali melalui nama jalan maupun uang seribu. Makanya, melalui sarasehan juga untuk menghargai jasa-jasa perjuangan Sisingamangaraja XII bersama panglima-panglimanya yang gugur mempertahankan tanah Batak.

Acara sarasehan dibagi dalam dua sesi Pertama mengangkat topik Jejak Perjuangan dan Kepahlawanan Raja Sisingamangaraja XII, dengan keynote speaker Brigjen TNI (Purn) Tarida Sinambela sebagai Ketua Umum Pomparan Si Raja Oloan.

Pembicara lainnya, Prof Nicolaus Lumanauw PhD (Pembina ADFA), Raja Batu Parlindungan Sinambela (Cucu Sisingamangaraja XI), Iman Sutan Baringin Situmorang (peminat kebudayaan, putra dari Sitor Situmorang), Dra Dedah Rufaedah Sri Handari MM (Pamong Budaya Madya Pelindungan Kebudayaan Kemendikbud), Agus Hariadi SH MHum (Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga Kemenkumham).

Menurut Tarida Sinambela, kekhawatiran bangsa pada era milenial ini adalah bagaimana generasi kita dapat melawan musuh-musuh seperti bahaya laten narkoba, sara, hoax, korupsi, maupun teknologi. Dulu, bangsa Indonesia memperjuangkan kemerdekaan dengan melawan penjajah Belanda. Kini momok terbesar bangsa kita adalah melawan pecandu dan pengedar narkoba.

Tarida Sinambela mengatakan di zaman milenial ini keteladanan Sisingamangaraja ada tiga, disebut Pulas, pertama, mengusir penjajah, kedua, melarang, sombong dan ketiga mengadakan negosiasi dengan raja-raja Batak.

Dalam bidang pariwisata Prof Nicolaus Lumanauw PhD mengatakan, akan mendatangkan tour operator sebanyak 135 orang untuk membuat track perjalanan Sisingamangaraja.

Pada sesi kedua mengangkat topik Rencana Produksi Film “De Laatste Sisingamangaraja”, dengan moderator DR Rahajeng Widya SE MM CPC (Ahli Strategic Communication).

Menampilkan para pembicara, yakni Astryd Diana Savitri (Ketua ADFA), Captain Andi Pakpahan (penggiat film), Haposan Bakara (researcher), Wilda Situngkir (Putri Indonesia Pariwisata), Adrianto Sinaga (sutradara & production designer cinema), Edmond Waworuntu (production designer cinema), Budi Suyanto, SSn MSi (Kepala Trisakti Multimedia).

Adrianto Sinaga dan Wilda Situngkir, menyadari bahwa masih ada masyarakat lebih membanggakan kebudayaan negara lain dibanding negeri sendiri atau bahkan negara lain lebih mengenal hanya Bali saja. Dengan membuat film biopic mengenai sejarah kebudayaan Sisingamangaraja, diharapkan publik lebih peduli dan mengenali budaya Batak. Bila perlu film yang dikemas nantinya berbahasa Batak.

Agus Hariadi SH MHum (Kemenkumham) mengakui bahwa generasi tua, muda, ibu, bapak, anak-anak, yang ada di penjara, 70% terkena kasus narkotika. Hal ini dapat diperangi melalui semangat kepahlawanan Sisingamangaraja. (J01/f)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru