Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 07 September 2026
Jokowi Umumkan Dua WNI Positif Corona

Menkes: Corona Bukan Barang Menakutkan

* Indonesia Punya Peralatan Memadai Basmi Virus Corona
Redaksi - Selasa, 03 Maret 2020 10:02 WIB
263 view
Menkes: Corona Bukan Barang Menakutkan
Foto: Ant/Sigid Kurniawan
KONFERENSI PERS: Presiden Joko Widodo (kedua kiri) didampingi Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto (kedua kanan), Menseskab Pramono Anung (kiri) dan Mensesneg Pratikno menyampaikan konferensi pers terkait virus corona di Istana Merdeka, Jakart
Jakarta (SIB)
Setelah sempat dinyatakan nihil, kini ditemukan dua orang di Indonesia dinyatakan positif terjangkit virus Corona. Presiden Joko Widodo dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto angkat bicara.

Informasi tersebut disampaikan Jokowi di Istana Negara, Senin (2/3).
Dua orang tersebut diduga berinteraksi dengan WNI Jepang yang sempat masuk ke Indonesia.
"Ternyata orang (WN Jepang, red) yang terkena virus Corona berhubungan dengan 2 orang, ibu 64 tahun dan putrinya 31 tahun," kata Jokowi.

Jokowi mengatakan, dua korban, ibu dan anak, yang positif Corona tersebut berada di rumah sakit.
"Ibu itu di Indonesia. Sudah di rumah sakit. Saya sampaikan bahwa yang (WN) Jepang bertemu dengan anaknya ibu yang umur 31 tahun dan ibunya 64 tahun itu ada di Indonesia," kata Jokowi.

Meski begitu, Jokowi mengklaim Indonesia sudah mempersiapkan antisipasi dari jauh hari untuk mencegah masuknya virus ini.
"Tapi perlu saya sampaikan bahwa sejak awal pemerintah benar-benar mempersiapkan. Persiapan rumah sakit lebih dari 100 dengan ruang isolasi dengan standar isolasi yang baik. Kita juga miliki peralatan yang memadai standar internasional," katanya.

Ini pertama kalinya Indonesia memiliki kasus virus Corona. Sebelumnya, pemerintah menegaskan Indonesia masih nihil kasus Corona. "Kita juga miliki reagen yang cukup. Kita juga miliki tim gabungan TNI Polri sipil dalam penanganan ini. Kita juga miliki SOP yang standarnya sama dengan standar internasional yang ada. Kita juga miliki anggaran dan sudah diprioritaskan. Karena kalau tidak serius, ini sangat berbahaya karena penyakit ini perlu kita waspadai," ujar Jokowi.

Pelacakan WN Jepang
Dua orang ini terlacak positif terkena virus Corona setelah adanya pelacakan terhadap pergerakan warga Jepang.
"Begitu ada informasi bahwa orang Jepang yang ke Indonesia kemudian tinggal di Malaysia dan dicek di sana positif Corona, tim dari Indonesia langsung telusuri," kata Jokowi.

Jokowi menyatakan tim yang melakukan pengecekan terhadap WN Jepang tersebut kemudian mendapati siapa saja yang ditemui oleh warga negara Jepang ini. Dari situ ditemukan dua orang, dengan hubungan ibu dan anak, dinyatakan positif Corona.

Tertular di Depok
Dua orang ini tertular WN Jepang yang berkunjung ke Depok.
"Terkenanya di rumahnya, rumahnya di Depok," kata Menkes Terawan.
Dua orang itu disebut tinggal di Depok. Tempat tinggal keduanya sudah dicek.
Keduanya kini dirawat di RSPI Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara.
"Di Rumah Sakit Pusat Infeksi Sulianti Saroso, di ruang khusus yang tidak terkontak dengan yang lain," kata Terawan.
Usai Dansa
Dalam penjelasannya di RSPI Sulianti Saroso, Menkes menyebut semua berawal ketika satu di antara 2 WNI ini, yakni si putri, berdansa dengan WN Jepang yang merupakan temannya di Klub Paloma. Namun tak dijelaskan lokasi klub ini. Terawan menyebut wanita 31 tahun asal Indonesia ini berprofesi sebagai guru dansa. Selanjutnya, guru dansa merasakan sakit batuk-batuk dan dirawat jalan di salah satu rumah sakit. Si guru dansa mengaku batuknya tidak hilang-hilang.

Kemudian WN Jepang teman dansanya menelepon dari Malaysia. WN Jepang ini menyatakan dia tengah dirawat di Malaysia dan dinyatakan positif Corona. Guru dansa ini lalu melapor kepada tim medis tentang telepon teman Jepang-nya itu. Dia kemudian dipindahkan ke RSPI Sulianto Saroso beserta ibunya yang tinggal bersamanya.

Dirumahkan
Dua warga Depok yang dinyatakan positif terinfeksi virus Corona tersebut sempat berobat ke RS Mitra Keluarga Depok. Usai menangani pasien tersebut, puluhan tenaga medis di RS Mitra Depok dirumahkan.

"Tujuh puluh (orang) itu bukan berarti positif, tapi yang berinteraksi dengan pasien, itu dirumahkan dan sedang kita pantau," ujar Wali Kota Depok M Idris Abdul Somad kepada wartawan di Balai Kota, Depok.

Idris menyampaikan pihak rumah sakit merumahkan ketujuh puluh tenaga medis itu untuk menghindari kontak dengan yang lain.
"Dikhawatirkan pihak RS, karena 70 ini yang berinteraksi mengobati mendampingi si pasien sementara dirumahkan agar tidak terjangkit ke yang lain," kata Idris.

"Tenaga medis yang berinteraksi, dikhawatirkan, karena mereka berinteraksi. Itu dihitung semua, mereka semua dirumahkan," sambung Idris.

Peralatan Memadai
Presiden Jokowi menegaskan, Indonesia mempunyai peralatan memadai untuk membasmi virus corona (Covid-19) di negeri ini.
"Perlu saya sampaikan bahwa sejak awal pemerintah benar-benar siap. Persiapan misalnya lebih dari 100 rumah sakit yang siap dengan isolasi mengenai virus corona dengan standar isolasi yang baik," kata Presiden Jokowi.

Presiden mengungkapkan, Indonesia memiliki peralatan yang memadai sesuai standar internasional dan memiliki persiapan untuk reagen yang cukup.

Selain itu, lanjutnya, Indonesia juga memiliki tim gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, dan sipil dalam penanganan kasus virus corona.

Indonesia juga memiliki standar operasional prosedur (SOP) sesuai standar internasional yang berlaku.
"Kita juga memiliki anggaran. Anggarannya ada dan ini juga diprioritaskan untuk menangani kasus ini. Kalau dianggap tidak serius, ini sangat berbahaya karena memang penyakit ini perlu kita waspadai dan perlu kita hati-hati," kata Presiden Jokowi.

Ditanggung Negara
Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan menanggung seluruh biaya penanggulangan infeksi virus corona. Selain anggaran Kementerian Kesehatan, biaya penanggulangan juga dibebankan kepada pemerintah daerah dan atau sumber dana lain yang sah.
Hal itu tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/104/2020 tentang Penetapan Infeksi Novel Coronavirus (Infeksi 2019-nCoV) sebagai penyakit yang dapat menimbulkan wabah dan upaya penanggulangannya.

Keputusan menkes ini ditandatangani Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto pada 4 Februari 2020. "Segala bentuk pembiayaan penanggulangan dibebankan pada anggaran Kemenkes, pemerintah daerah, dan atau sumber dana lain yang sah," ujarnya dikutip dari Keputusan Menkes.

Pembiayaan, tulis keputusan itu, termasuk biaya perawatan bagi kasus suspek yang dilaporkan sebelum keputusan menteri ini mulai berlaku dengan mengacu pada pembiayaan pasien penyakit infeksi emerging tertentu sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Kebobolan
Sementara itu, anggota Komisi IX dari Fraksi Golkar, Darul Siska menyebut Indonesia kebobolan virus corona. Darul meminta pemerintah menjamin kesembuhan kedua WNI tersebut.

"Nah saya kira tindakan yang pertama yang harus dilakukan, pemerintah menjamin 2 warga negara kita yang suspect itu betul-betul sembuh. Yang kedua, ini ternyata petugas-petugas kita di pintu masuk Indonesia kebobolan, jadi tidak teliti, nah menjadi perhatian pemerintah bahwa mulai detik ini jangan lagi pemeriksaan itu sampel-sampel, jangan random-random," kata Darul, di kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta.

Menurut Darul, dari kebobolan ini pemerintah harus menjadi pelajaran pahit bagi Indonesia. Dia menilai ini peringatan bagi pemerintah.

"Harus semua orang masuk di Indonesia itu diperiksa betul-betul dengan proses dan prosedur yang benar. Ini pelajaran yang pahit buat Indonesia, selama ini kan kita merasa 'ah aman kok Indonesia nggak ada virus', nah ini peringatan buat semua petugas kita," ujar Darul.

"Di bandara, di pelabuhan, bagi semua orang yang masuk ke Indonesia terutama dari luar negeri, harus diperiksa satu per satu secara teliti," sambungnya.

Bantah
Menkes Terawan Agus Putranto membantah pemerintah kecolongan terhadap masuknya virus corona ke Indonesia. Terawan menegaskan semuanya sudah bekerja keras menjaga ketahanan kesehatan nasional.

"Bukan masalah ada-tidaknya virus, tetapi ketahanan kesehatan nasional itu menunjukkan kesiapan kita, ini nggak ada istilah kecolongan, nggak ada. Kita sudah berjuang sudah berapa bulan, luar biasa, terima kasih semuanya," kata Terawan.

Dia berharap ketahanan kesehatan nasional Indonesia tetap terjaga. Memang, kini sudah ada dua orang warga negara Indonesia (WNI) yang positif terjangkit COVID-19, namun bukan berarti Pemerintah RI kecolongan dengan masuknya virus asal Wuhan China itu.

"Saya yakin ketahanan kesehatan nasional kita akan terjaga karena kekompakan kita bersama saling asah asih asuh bergotong royong untuk menghadapi virus yang sebenarnya biasa saja," kata Terawan.

Menakutkan
Menkes juga meyakinkan bahwa virus Corona bukanlah hal yang menakutkan. Terawan pun mengaku sangat percaya diri dalam menghadapi virus mematikan itu.

"Ya itu tergantung kita semua maunya ke mana, maunya apa, yang jelas pemerintah jujur selalu apa adanya. Kamu lihatlah Menkes confident (percaya diri) banget kok, yakin apa yang harus dihadapi," ujar Terawan.
"Yang dihadapi ini Corona, bukan barang yang menakutkan luar biasa. Yang menakutkan itu beritanya. Ini positif saja batuk-batuk biasa," sambungnya.

Terawan menambahkan, masker hanya dipakai mereka yang sakit. Bagi yang sehat, tidak disarankan. Apa alasannya?
"Kenapa? Karena apa? Kalau yang sehat pakai juga percuma, dia nanti megang-megang tangannya dan sebagainya. Tetap saja bisa kena," ujar Terawan.

Untuk itu, Terawan mengimbau masyarakat agar tidak melakukan kontak bagi yang tertular penyakit.
Pada kesempatan lain, Menko PMK Muhadjir Effendy menyebut, pemerintah berencana membuka crisis center untuk virus Corona. Crisis center itu akan dibuka menyusul dua warga negara Indonesia (WNI) di Depok, Jawa Barat, positif virus Corona.
"Ada, ada (rencana membuka crisis center)," kata Menko PMK Muhadjir Effendy di Gedung BNPB, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Senin (2/3).

Kendati demikian, Muhadjir tak menjelaskan lebih lanjut soal rencana tersebut. Dia hanya mengatakan rencana itu akan segera dirapatkan.
"Ini mau rapat mau kita bahas," ujarnya. (detikcom/SP/CNNI/d)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru