Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 07 September 2026

2 Warga Depok Positif Corona, Pengawasan di Kualanamu Diperketat

* Komisi IX DPR Soroti Pemeriksaan di Bandara
Redaksi - Selasa, 03 Maret 2020 11:20 WIB
166 view
2 Warga Depok Positif Corona, Pengawasan di Kualanamu Diperketat
news.detik.com
Ilustrasi
Medan (SIB)
Pengawasan di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, diperketat usai Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan ada dua warga yang positif Corona di wilayah Indonesia. Pengawasan yang diperketat termasuk kedatangan dalam negeri.

"Terkait dengan info yang diumumkan oleh Bapak Jokowi itu pasti, pimpinan kita langsung (meminta) supaya dilakukan perketat pengawasan di lapangan. Kita koordinasi langsung dengan pihak KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan). Sudah pasti dari luar negeri jauh lebih ketat ya, tapi di dalam domestik tetap dilakukan pengawasan," ujar pelaksana tugas (Plt) Branch Communication & Legal PT Angkasa Pura II, Paulina Simbolon, kepada wartawan, Senin (2/3).

Dia mengatakan selama ini pengawasan ketat memang sudah dilakukan di Kualanamu untuk mencegah penyebaran virus Corona. Pengawasan dilakukan dengan memantau suhu tubuh para penumpang yang tiba di Kualanamu.

"Saat ini kita alat yang dipakai thermo scanner ya. Memang itu alat untuk mendeteksi suhu tubuh, kesehatan. Pokoknya dari thermo scanner kelihatan tubuh sehat atau ada gejala, demam. Nanti ditindaklanjuti dibawa ke ruang khusus," ujarnya.

Soroti Pemeriksaan
Sementara itu, Komisi IX DPR RI menyoroti pemeriksaan di bandara untuk mencegah penyebaran virus Corona menyusul 2 warga terkonfirmasi positif virus itu. Menurut dia, pemeriksaan di bandara masih belum sempurna.

"Sebenarnya kita sudah melakukan sidak ke Soetta yang saya omelin itu soal sanitizer yang soal cuci tangan, itu kan tidak terlalu banyak, padahal itu yang sangat basic. Terus juga soal pencegahan di mana sosialisasi juga nggak ada, KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan) juga kadang-kadang nggak orang, kadang-kadang ada, dan juga tidak ada petunjuk ke KKP itu ke mana," kata Wakil Ketua Komisi IX Nihayatul Wafiroh kepada wartawan, Senin (2/3).

Nihayatul juga mengkritik alat pemindai suhu tubuh di bandara. Menurutnya, pencegahan di bandara jangan hanya ketika ada kasus yang mengancam kesehatan.

"Thermal scanner itu sebenarnya lama ada di situ, tapi apakah itu difungsikan dengan baik apa tidak, petugasnya seperti apa, itu sebenarnya yang saya kritik soal tugasnya seperti apa. Nah jadi sebenarnya jangan sampai semuanya itu disikapi secara reaktif, dalam arti ketika ada masalah baru bergerak. Harusnya sudah dari jauh-jauh hari sudah prepare," ujarnya.

Diperketat
Selain itu, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Makassar juga akan memperketat pemeriksaan suhu tubuh di seluruh bandara dan pelabuhan yang ada di wilayah Sulawesi Selatan dan Barat, salah satunya Bandara Internasional Hasanuddin. Hal ini untuk mencegah penyebaran virus corona.

"Kalau dulu (karantina penumpang) awalnya harus ada panas, batuk, pilek, serta sesak. Kalau sekarang tidak, misalnya hanya sesak saja, atau batu pilek saja itu sudah harus kita curigai," ujar Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Makassar, Darmawali Handoko kepada wartawan, Senin (2/3). KKP Kelas I Makassar merupakan UPT di bawah Kementerian Kesehatan yang wilayahnya pelabuhan dan bandara se-Sulawesi Selatan dan Barat.

KKP Kelas I Makassar juga akan menambahkan alat deteksi suhu tubuh atau thermal scanner di pintu-pintu kedatangan domestik di Bandara Hasanuddin dan bandara lainnya. Sebelumnya KKP Kelas I Makassar hanya menyediakan thermal scanner di pintu masuk kedatangan internasional Bandara Hasanuddin.

"Kita sudah kita siapkan (thermal scanner) di kantor, jadi rencananya besok akan kita pasang. Kalau yang dari luar negeri kan memang sudah terpasang terus, dia memang siaga terus. Ini kita kasih tambahan lagi untuk lebih waspada lagi," Darmawali.

Untuk pencegahan di pelabuhan, KKP Kelas I Makassar akan fokus pengetatan pemeriksaan di Pelabuhan Pasangkayu, Mamuju Sulawesi Barat. Hal ini karena masih banyak kapal dengan pelayaran internasional yang sandar di Pelabuhan Pasangkayu.

"Pelabuhan Pasangkayu, itu pelabuhan yang banyak masuk dari China dan juga masih ada dari negara terjangkit masih masuk di sana. Kita akan membuat renkon (rencana kontingensi) di sana. Nanti tanggal 5 sampai tanggal 6 kami akan di sana membuat renkon dengan tim pelabuhan, Dinas Kesehatan Provinsi di Sulawesi Barat, dan lintas sektor di Sulawesi Barat," paparnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Adies Kadir meminta pihak Imigrasi Makassar segera menyiapkan alat khusus pendeteksi panas tubuh (thermal scanner) di Bandara Sultan Hasanuddin. Hal ini dianggap penting untuk mencegah masuknya virus corona di Makassar, pasca ditemukannya dua WNI yang positif terjangkit virus Covid-19.

"Imigrasi harus lebih ketat lagi mengawasi kedatangan WNA, harus punya alat deteksi panas tubuh, pemerintah harus memberikan alat kontrol berstandar WHO, saya usulkan ke Kakanwil Kemenkumham untuk menyiapkannya, kita harus antisipatif, karena sudah ada yang positif, seperti diumumkan Presiden," ujar Adies, selaku pimpinan rombongan kunjungan kerja di beberapa institusi mitra kerja Komisi III di Sulsel, Senin (2/3).

Menurut anggota Fraksi Golkar ini, pihaknya menerima laporan dari Kepala Kantor Imigrasi Makassar, bahwa sebelumnya ada WNA Perancis yang ditolak masuk ke Makassar, dan dikembalikan ke negaranya karena sebelumnya pernah singgah di Cina.

"Kalau ada yang masuk dari Cina, langsung dikembalikan, sebelumnya ada WNA Perancis yang tidak sempat turun pesawat karena sebelumnya dari Cina, dia langsung dipulangkan dengan pesawat yang sama," pungkas Adies. (detikcom/c)

SHARE:
komentar
beritaTerbaru