Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 07 September 2026

Belum Terima Laporan dari DKI, Istana Ikut Pantau 115 Orang Terkait Corona

* Komisi IX Minta Kemenkes Buka-bukaan
Redaksi - Selasa, 03 Maret 2020 11:26 WIB
189 view
Belum Terima Laporan dari DKI, Istana Ikut Pantau 115 Orang Terkait Corona
news.detik.com
Pihak Istana mengaku belum menerima laporan terkait adanya 115 orang di DKI Jakarta yang dipantau terkait virus Corona. Namun, Istana menegaskan tetap akan ikut memantau perkembangan 115 orang di DKI tersebut.
Jakarta (SIB)
Pihak Istana mengaku belum menerima laporan terkait adanya 115 orang di DKI Jakarta yang dipantau terkait virus Corona. Namun, Istana menegaskan tetap akan ikut memantau perkembangan 115 orang di DKI tersebut.

"Jadi kalau statement-nya Pak Anies Baswedan itu saya juga baru tahu dari media, bahwa ada pasien yang diduga Corona gitu," kata Tenaga Ahli Utama Kepresidenan KSP Dany Amrul Ichdan saat dihubungi, Senin (2/3).

Namun, Dany meyakini sudah ada koordinasi dengan Dinas Kesehatan DKI Jakarta terkait pemantauan ini. Ia menegaskan orang-orang yang dipantau itu masih negatif virus Corona.

"Ya tapi mereka berkoordinasi nggak dengan Kemenkes? Kalau yang saya tangkap, mereka sudah berkoordinasi dengan Dinkes DKI untuk melihat lebih jauh tentang potensi-potensi kalau terjadi Corona. Tapi penanganan pasiennya memang ditangani sebagaimana suspect corona. Tapi kan sementara ini belum ditemukan, sementara ini negatif. Jadi jangan... bukan berarti itu pasien Corona, masih dalam pemantauan," ujar Dany.

Dany memastikan KSP sebagai pusat koordinasi terkait Corona di Indonesia akan tetap memantau perkembangan 115 orang yang dalam status pemantauan di DKI Jakarta. Menurutnya, KSP akan transparan memberikan semua informasi kepada masyarakat.
"Bahwa KSP ikut memantau perkembangan yang ada di Pemprov DKI, sambil kita melakukan koordinasi antar lembaga/kementerian, untuk mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan terburuk yang ada," tutur Dany.

"Tapi sekali lagi, jangan khawatir, ini baru sifatnya penanganan pasien yang diduga (Corona), belum positif. Tapi umpamanya worst case-nya, kita harapkan enggak, kita berdoa nggak terjadi. Seandainya pun ada, ya kita akan transparan sampaikan ke masyarakat untuk kita bisa mengantisipasi," imbuhnya.

Menurut Dany, pihaknya telah berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga serta menyiapkan langkah antisipasi penyebaran virus Corona, termasuk menyiapkan lebih dari 100 rumah sakit rujukan. Ia meminta masyarakat tidak panik dan meyakinkan pemerintah akan menindaklanjuti semua laporan dugaan virus Corona.

"Untuk memberikan juga ketenangan kepada masyarakat, setiap ada informasi-informasi yang ada di pemda, termasuk yang disampaikan oleh Pemprov DKI, kita sesegera mungkin akan menindaklanjuti. Jadi kan tidak bisa Pemprov DKI berjalan sendiri. Itu juga harus nanti begitu ternyata ada dugaan-dugaan yang mengarah, ya kita harus turun tangan. Kemenkes, Balitbang, semua harus turun tangan untuk mengantisipasi agar tidak terjadi penyebaran," tegasnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, dalam kurun satu bulan, ada 115 orang dalam pemantauan terkait virus Corona. Selain itu, Dinas Kesehatan DKI Jakarta tengah mengawasi 32 orang terkait virus mematikan ini.

"Sekarang saya bicara Corona. Ada beberapa hal, sampai saat ini, selama satu bulan lebih di DKI ada 115 orang yang dalam pemantauan dan ada 32 orang pasien dalam pengawasan. Ini semua mengikuti kriteria yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan," ujar Anies di sela acara HUT Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Keselamatan (Gulkarmat) Provinsi DKI Jakarta ke-101, Jakarta Pusat, Minggu (1/3).

Buka-bukaan
Sementara itu, Komisi IX DPR meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) buka-bukaan soal data virus Corona.
"Kita minta Kemenkes buka data-data, jangan masyarakat dininabobokan, nanti kita terkaget-kaget," kata Wakil Ketua Komisi IX Nihayatul Wafiroh kepada wartawan.

Nihayatul meminta Kemenkes tak menutupi data virus Corona. Dia mengatakan Komisi IX akan mengecek langsung data virus Corona ke Kemenkes.

"Kemenkes jangan menutup-nutupi data virus Corona. Kita nanti akan mengecek ke Kemenkes soal data," ujarnya.
Menurut Nihayatul, pemerintah tak perlu takut akan penurunan jumlah wisatawan dan ekonomi Indonesia terkait penyebaran virus Corona. Sebab, menurutnya, hal itu merupakan konsekuensi dari penyebaran virus Corona.
"Kalau yang ditakutkan ekonomi dan wisata turun, itu kan konsekuensi ya," ucap Nihayatul.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IX lainnya, Melki Lana Lana, menyakini 115 warga yang dipantau sesuai dengan protokol kesehatan WHO. Bila positif virus Corona, warga tersebut dikatakan pasti akan langsung ditangani secara ketat.

"Ini kan juga baru masuk kategori terduga, jadi jangankan 115, mau 1.000 orang pun juga sejauh dia terduga, kita memperlakukannya terduga bukan sebagai pasien COVID-19 kan. Jadi kalau dia betul-betul memang mau dia 10 orang pun kalau 1 orangnya terduga orangnya langsung dilokalisir dilakukan protokol sesuai dengan WHO dan sesuai dilakukan Kemenkes lakukan itu," sebut Melki.

"Sekarang ini, jangankan orang itu positif terduga ya, yang baru terduga saja dia langsung dikarantina, diobservasi di ruang khusus dipastikan dia sampai sembuh. Ini baru terduga loh, belom dinyatakan sebagai yang positif. Kalau positif penanganannya lebih ketat lagi, mungkin semua pernah bersentuhan dengan dia langsung dicek ya," imbuhnya. (detikcom/d)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru