Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 04 April 2026

Pangkalan Elpiji Terbakar di Pematangsiantar, Lima Tewas Terpanggang

Redaksi - Senin, 28 September 2020 09:05 WIB
339 view
Pangkalan Elpiji Terbakar di Pematangsiantar, Lima Tewas Terpanggang
Foto: Dok/Polsek Siantar Barat
BERJIBAKU: Petugas berjibaku memadamkan kobaran api di rumah pangkalan gas elpiji milik Hendra Kie yang terbakar di Jalan Penyabungan, Kelurahan Timbang Galung, Kecamatan Siantar Barat, Ming
Pematangsiantar (SIB)
Lima orang tewas terpanggang akibat rumah pangkalan elpiji milik Hendra Kie (35) di Jalan Penyabungan Kelurahan Timbanggalung, Kecamatan Siantar Barat terbakar, Sabtu (26/9) malam.

Informasi dihimpun, kebakaran yang menewaskan lima orang yang masih ada hubungan keluarga itu, satu di antaranya Aminuddin alias Ameng (67) yang merupakan ayah pemilik rumah (Hendra red) ditemukan tidak bernyawa di lantai dasar rumah. Sementara istri pemilik rumah Yanti (39) dan tiga anaknya Clarissa Kie (15), Kenrick Kie (12) Kenjiro Kie (6) ditemukan tewas terpanggang di lantai dua rumahnya.

Kapolsek Siantar Barat, Iptu Esron Siahaan saat dikonfirmasi via telepon selulernya, Minggu (27/9) pagi sekira pukul 09.30 WIB, menyatakan, petugas telah mengevakuasi jasad korban dari lokasi kejadian ke ruang jenazah forensik RSUD Djasamen Saragih.

"Ada lima orang tewas yang masih ada hubungan keluarga. Jasad korban baru bisa kita evakuasi dari lokasi setelah kobaran api berhasil dipadamkan petugas, Minggu (27/9) dini hari sekira pukul 24.40 WIB," ujarnya.

Dijelaskan Kapolsek, dari keterangan saksi-saksi, Afandi Munthe (29) yang merupakan karyawan di Cafe Pelangi tak jauh dari lokasi kejadian menyatakansaat itu ia yang sedang memanggang ikan spontan mendengar suara ledakan gas dua kali.

Suara ledakan itu disusul kobaran api dari bagian tengah rumah yang terbakar Ia lalu memberi tahu kepada saksi lainnya bernama Bunguan, yang saat itu juga melihat kobaran api semakin membesar dan terlihat orangtua pemilik rumah Aminuddin keluar dari sisi kiri rumah mengendarai mobil Pick Up BK 9531 CP.

Namun karena melihat istri pemilik rumah menjerit dari jendela lantai atas rumah, Aminuddin selanjutnya masuk kembali ke dalam rumah yang sedang terbakar hendak menolong. Hanya saja kobaran api saat itu semakin membesar, dikarenakan adanya puluhan tabung gas yang masih berisi dan disertai bahan-bahan plastik, dua unit mobil dan unit sepeda motor di dalam rumah.

Selang beberapa waktu kemudian, petugas pemadam kebakaran dari Pemko Pematangsiantar dengan 6 unit armada dan dibantu mobil pemadam kebakaran STTC tiba di lokasi . Setelah berjibaku, akhirnya kobaran api berhasil dipadamkan petugas, Minggu (27/9) dini hari.

Setelah api berhasil dipadamkan sambung Kapolsek, petugas Tim Identifikasi Polres Pematangsiantar dibantu BPBD, Damkar dan Polsek Siantar Barat melakukan pencarian terhadap korban. Kelima korban dalam kondisi hangus dievakuasi dari dalam gedung dan dibawa ke ruang jenazah forensik RSUD Djasamen Saragih, Minggu (27/9) dini hari sekira pukul 24.40 WIB.

Diterangkan Esron, dugaan sementara penyebab kebakaran itu akibat adanya ledakan tabung gas, yang mana rumah yang terbakar menyimpan puluhan tabung gas elpiji ukuran 3-15 Kg yang berisi sehingga terjadi beberapa kali ledakan dan mudah terbakar.

Atas insiden itu, pemilik rumah mengalami kerugian material Rp 1,5 milliar. Pihaknya sudah memasang garis polisi di lokasi kejadian sembari melakukan penyidikan lebih lanjut atas insiden kebakaran rumah tersebut." Pihak keluarga sepakat tidak dilakukan autopsi terhadap jasad korban dengan dilengkapi surat pernyataan terlampir, sehingga langsung diserahkan sama keluarga bersangkutan," terang Esron. (S10/c)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru