Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 13 Maret 2026

Legenda Sepakbola Diego Maradona Meninggal Dunia

Redaksi - Jumat, 27 November 2020 09:26 WIB
572 view
Legenda Sepakbola Diego Maradona Meninggal Dunia
Foto: Getty Images
RAYAKAN KEMENANGAN: Diego Maradona mengangkat trofi saat merayakan kemenangan Argentina sebagai juara Piala Dunia 1986. Salah seorang legenda sepakbola dunia asal Argentina tersebut meninggal, Kamis (26/11) pada usia 60 tahun karena serangan jant
Buenos Aires (SIB)
Salah satu pemain sepakbola terbaik dunia, Diego Armando Maradona meninggal karena serangan jantung pada usia 60 tahun. Maradona pernah memperkuat tim nasional Argentina juga menjadi pelatih timnas negeri itu, sebelum mengalami masalah kesehatan. Beberapa saat lalu dia baru saja menjalani operasi untuk mengeluarkan gumpalan darah di bagian otaknya.

Menurut media dan juga teman-teman dekatnya, Maradona menderita serangan jantung di rumahnya di pinggiran kota Buenos Aires, Rabu (25/11). Maradona menjadi kapten tim nasional Argentina ketika mereka menjuarai turnamen Piala Dunia tahun 1986 di Meksiko dan terpilih sebagai pemain terbaik dengan mendapat Hadiah Bola Emas (Golden Ball).

Dalam turnamen itu, Maradona juga dikenal dengan 'Insiden Tangan Tuhan' ketika dia mencetak gol dalam pertandingan melawan Inggris di perempat final, dimana Maradona menggunakan tangannya namun wasit tidak melihat dan tetap mengesahkan gol. Pihak berwenang di Buenos Aires mengukuhkan Maradona meninggal karena sebab alamiah, tidak ada hal yang mencurigakan yang menyebabkan kematiannya.

Bintang sepakbola legendaris Brasil Pele yang juga di sebut-sebut sebagai pemain terbaik sepakbola yang pernah ada bersama Maradona, juga menyatakan kedukaannya. "Mudah-mudahan, di satu hari nanti kita akan bermain bola bersama di atas langit," katanya dalam pernyataan singkat.

Lionel Messi yang juga disebut pemain terhebat Argentina setelah Maradona juga menyampaikan rasa sedihnya. "Hari yang sangat menyedihkan bagi seluruh warga Argentina dan sepakbola," kata Messi di Instagram. "Kamu sudah meninggalkan kami, namun kamu tidaklah pergi karena Diego adalah kekal. "Saya mengalami hal-hal yang indah hidup bersamanya, dan menyampaikan duka kepada seluruh teman dan keluarganya," kenang Messi. Sementara di Italia, Walikota Napoli mengusulkan nama Stadion San Paolo diganti menjadi Stadion Maradona.

Turut Berduka
Sementara itu, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dan Presiden Israel, Reuven Rivlin, turut menyampaikan duka cita atas kepergian Diego Maradona. Keduanya menyebut Maradona sebagai sahabat sejati Israel. "Anak saya, Avner, selalu memberi kami kabar secara berkala dari hasil pertandingannya. Atas nama seluruh rakyat Israel, saya menyampaikan bela sungkawa yang paling dalam atas kematian sahabat saya," kata Netanyahu dalam pernyataan, seperti dilansir The Times of Israel, Kamis (26/11).

Sedangkan Rivlin mengumpamakan Maradona sebagai seniman sepak bola yang membawa harapan dan kegembiraan kepada jutaan penduduk di dunia. "Dia seorang legenda sepakbola yang kisahnya akan terus diceritakan. Kita yang pernah melihatnya bermain sepak bola dengan lincah, sulit dihentikan saat hendak mencetak gol. Semua pihak berterima kasih kepadanya," ujar Rivlin.

"Terima kasih atas segala kenangan yang tidak terlupakan, baik dalam suka maupun duka, atas seluruh harapan dan kegembiraan yang engkau hadirkan bagi jutaan orang di dunia. Saya menyampaikan ucapan bela sungkawa kepada seluruh penduduk Argentina dan seluruh penggemar sepak bola di manapun berada," lanjut Rivlin.

Maradona tercatat dua kali berkunjung ke Israel untuk menghadiri pertandingan dengan kesebelasan Argentina di Ramat Gan. Yakni pada 1986 dan 1994. Anggota Partai Biru Putih Israel, Eitan Ginzburg, yang lahir di Argentina menyatakan turut berduka atas meninggalnya Maradona. "Sebagai pimpinan kelompok Persahabatan Israel-Argentina, saya menyampaikan ucapan bela sungkawa untuk masyarakat Argentina atas kematian pria berbakat yang menjadi legenda semasa hidupnya," kata Ginzburg.

Paus Fransiskus Berduka
Di tempat terpisah, pemimpin Tahta Suci Vatikan, Paus Fransiskus, menyatakan sedih mendengar kabar kematian legenda sepakbola Argentina, Diego Maradona. Dia disebut akan selalu mendoakan arwah mendiang. Juru Bicara Vatikan, Matteo Bruni, menyatakan mereka sudah menyampaikan kabar kematian Maradona kepada Paus Fransiskus.

"Beliau langsung teringat kembali saat-saat bertemu dengan Maradona beberapa tahun lalu, dan akan selalu mendoakannya," kata Bruni seperti dilansir Associated Press, Kamis (26/11).

Bruni mengatakan, Paus Fransiskus juga terus mendoakan Maradona ketika mendengar kabar kondisi kesehatan sang legenda memburuk dalam beberapa hari terakhir. Paus Fransiskus yang merupakan warga Argentina adalah penggemar berat sepakbola. Dia menjadi pendukung setia kesebelasan San Lorenzo.

Paus Fransiskus bertemu dengan Maradona di Vatikan enam tahun silam. Saat itu keduanya berjumpa dalam kegiatan pertandingan amal. Dalam kesempatan itu, Maradona memberikan seragam sepakbola bertuliskan Fransiskus dan tanda tangan nomor 10, yang menjadi nomor punggung Maradona. Keduanya kembali bertemu setahun kemudian.

Paus Fransiskus sejak 2013 bermukim di Vatikan karena dipilih sebagai pemimpin Vatikan. Dalam ulasannya, media massa Vatikan, Vatican News, menyebut Maradona sebagai seorang "penyair dalam sepakbola". Selain itu, mereka juga menuliskan Maradona adalah pemain yang luar biasa, tetapi juga manusia yang ringkih karena jalan hidupnya diwarnai oleh penyalahgunaan narkoba.

Maradona pertama kali dirawat di rumah sakit pada 3 November lalu karena dugaan dehidrasi, anemia, dan depresi. Ia kemudian didiagnosis mengalami pembekuan otak dan harus menjalani operasi mendadak. Operasi sebenarnya berjalan lancar. Namun pada Rabu (25/11), kuasa hukum Maradona, Matias Morla, mengonfirmasi bahwa kliennya itu sudah mengembuskan napas terakhir. (Times of Israel/Rtr/detikcom/CNNI/f)

Sumber
: Harian SIB Edisi Cetak
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru