Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 10 April 2026

New York City Tetapkan 14 Maret Sebagai Hari Peringatan Covid-19

* 83 Juta Orang di Dunia Positif Covid-19, di AS 20 Juta Lebih
Redaksi - Senin, 04 Januari 2021 08:40 WIB
348 view
New York City Tetapkan 14 Maret Sebagai Hari Peringatan Covid-19
Xinhua/Michael Nagle
Layar menunjukkan ucapan terima kasih terhadap petugas kesehatan terlihat di Times Square, New York, AS, Senin (27/4/2020). Menurut Center for Systems Science and Engineering di Universitas Johns Hopkins hingga 29 April 2020 WIB, jumlah kasus COV
Jakarta (SIB)
Tanggal 14 Maret ditetapkan menjadi Hari Peringatan Virus Corona Covid-19 di New York City (NYC). Penetapan hari bersejarah itu diumumkan Wali Kota NYC Bill de Blasio.

New York City melaporkan kematian pertamanya akibat coronavirus pada 14 Maret 2020, dan peringatan itu dilakukan untuk mengenang semua orang yang meninggal karena virus tersebut, kata de Blasio.

Sebanyak 25.099 kematian di New York dikaitkan dengan Covid-19, dengan 20.295 di antaranya dipastikan meninggal akibat virus tersebut, sementara 4.804 kematian lainnya dinyatakan "mungkin" kasus Covid-19, ungkap Departemen Kesehatan NYC.

Menurut de Blasio, penduduk dari "semua latar belakang" terkena dampaknya. Penyakit itu terutamanya juga memengaruhi lingkungan minoritas termiskin di kota New York.

"Begitu banyak yang meninggal merupakan korban disparitas ... korban dari rasisme yang terlalu kuat," kata de Blasio.

Kematian Pertama
"Kita pertama kali melaporkan kematian karena Covid-19 pada 14 Maret 2020. Pada 14 Maret 2021, kita akan mengenang semua korban meninggal dengan sebuah hari peringatan," cuitnya pada Kamis.

"Ini akan menjadi momen perenungan, tetapi juga akan menjadi momen untuk memandang ke depan dan menggunakan pelajaran yang kita dapatkan untuk membangun kota yang lebih baik," tambahnya.

Hingga Kamis sore waktu setempat, kematian akibat coronavirus bertambah menjadi 25.144 dan kasus terkonfirmasi naik menjadi 426.060 di NYC, menurut The City. The City adalah sebuah proyek yang melacak persebaran kasus terkonfirmasi dan kematian akibat Covid-19 di kota tersebut berdasarkan informasi dari Departemen Kesehatan dan Kesehatan Mental NYC, kantor gubernur, The Covid Tracking Project, dan Center for Systems Science and Engineering (CSSE) di Universitas Johns Hopkins.

Positif COVID-19
Sementara itu, total infeksi Covid-19 di seluruh dunia Sabtu per pukul 13.00 WIB telah mencapai 83.957.701 kasus, dan 47.271.835 di antaranya telah dinyatakan sembuh berdasarkan Covid-19 Dashboard by the Center for Systems Science and Engineering (CSSE) at Johns Hopkins University.

Total 1.827.121 orang dunia tercatat telah meninggal dunia akibat Covid-19, seperti dikutip dari gisanddata.maps.arcgis.com, Sabtu (2/1).

Data Johns Hopkins University juga menunjukkan bahwa India berada di posisi teratas untuk pasien pulih yakni 9.883.461 lalu disusul Brasil sebanyak 6.855.372.

Infeksi di Amerika Serikat, negara dengan jumlah kasus Covid-19 terbesar di dunia, telah mencapai 20.128.359.

Negara Bagian New York mencatat jumlah pasien sembuh Covid-19 terbanyak di AS, yaitu 102.968 orang pulih.

India, Brasil, Rusia, dan Prancis masih tercatat sebagai negara dengan kasus infeksi terbesar setelah AS.

India berada di posisi kedua dengan jumlah infeksi Virus Corona Covid-19 terbesar di dunia, sebanyak 10.286.709 kasus.

Selanjutnya, kasus Covid-19 terbesar ketiga di dunia tercatat di Brasil, sebanyak 7.700.578 infeksi.

Sementara di Rusia, 3.153.960 orang dinyatakan positif terkena Virus Corona Covid-19, dan 2.553.467 pulih.

Prancis kini berada di posisi kelima untuk kasus terbanyak, tercatat memiliki 2.697.014 infeksi dan 200.822 orang sembuh. (Liputan6.com/f)
Sumber
: Hariansib edisi cetak
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
5 Toko di Gunungsitoli Terbakar

5 Toko di Gunungsitoli Terbakar

Gunungsitoli(harianSIB.com)Kebakaran hebat melanda deretan toko di Jalan Gomo, Kota Gunungsitoli, Kamis (9/4/2026). Sedikitnya lima unit tok