Jakarta(harianSIB.com)
Dalam satu dekade terakhir, Indonesia telah memperluas akses pendidikan dan memperkuat upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Meskipun demikian, memastikan seluruh anak menguasai keterampilan dasar, terutama literasi dan numerasi, masih menjadi tantangan yang perlu terus diatasi. Tanpa keterampilan esensial ini, anak-anak akan menghadapi hambatan dalam mengakses pengetahuan yang lebih kompleks, dan kemajuan di berbagai mata pelajaran lainnya menjadi semakin sulit dicapai.
Dalam Pers Rilis Tanoto Foundation yang diterima harianSIB.com, Kamis (9/4/2026) disebutkan, hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2022 menunjukkan skor literasi
membaca dan matematika dari sebagian besar siswa Indonesia masih di bawah rata-rata negara OECD. Hanya 25% siswa yang berada diatas rata-rata skor literasi membaca, dan 18% yang diatas rata-rata skor matematika. Angka-angka ini mencerminkan urgensi dibutuhkannya intervensi sejak awal untuk meningkatkan literasi dan numerasi.
Baca Juga:
Berdasarkan hal tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) secara resmi melakukan Pencanangan Kolaborasi Multipihak untuk Peningkatan Literasi dan Numerasi Nasional dengan
Tanoto Foundation, Gates Foundation, dan
UNICEF, serta enam kota/kabupaten mitra program peningkatan tersebut. Kota/kabupaten tersebut berlokasi di empat provinsi, yaitu Kota
Medan dan
Pematangsiantar (Sumatera Utara), Kabupaten Batang Hari (Jambi), Kabupaten Tegal (Jawa Tengah), serta Kabupaten Ende dan Kabupaten Sikka (Nusa Tenggara Timur).