Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 10 April 2026

Kunjungan Kerja Menparekraf Sandiaga Uno ke Danau Toba Direspon Beragam

* KJT Berharap Danau Toba Zero Keramba Bisa Terwujud
Redaksi - Selasa, 05 Januari 2021 09:18 WIB
527 view
Kunjungan Kerja Menparekraf Sandiaga Uno ke Danau Toba Direspon Beragam
Foto: Dok/Istimewa
SANDI SELFIE: Menparekraf RI Sandiaga Uno tampak sedang ber-selfie ria di salah satu titik pesona panorama Danau Toba di sela-sela kunjungan kerjanya yang pertama ke Sumut pada Rabu (30/12) lalu.
Medan (SIB)
Kunjungan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI, Sandiaga Uno ke Danau Toba, khususnya Parapat pada Rabu (30/12) lalu, direspon beragam oleh kalangan praktisi bisnis pariwisata di daerah itu.

Pengurus Geopark UGG Kaldera Toba, Ir Jonathan Ikuten Tarigan dan fungsionaris Badan Pariwisata Daerah Sumatera Utara (North Sumatera Tourism Board-Bawisda/NSTB) Maranti Tobing, menyebutkan kedatangan Menparekraf RI yang baru ini memang mengundang harapan optimis akan pemulihan prospek pariwisata Danau Toba di Sumatera Utara, namun kunjungannya dinilai sangat singkat sehingga banyak pihak yang tak sempat mencetuskan aspirasi.

"Semula kita berharap kunjungan Menteri Pariwisata yang baru ini bisa hingga dua hari dan meninjau objek-objek strategis di kawasan Danau Toba, namun nyatanya kunjungan itu hanya di sekitar Parapat saja," ujar mereka kepada SIB melalui hubungan seluler dan WA, Sabtu (2/1).

Hal senada juga dicetuskan pemerhati lingkungan dan pariwisata Mangaliat Simarmata SH dari Komunitas Jendela Toba (KJT), bahwa sejumlah pihak kurang puas karena Menparekraf yang baru ini tidak sempat meninjau zona-zona Keramba Jaring Apung (KJA) yang selama ini masih menjadi masalah krusial dalam pariwisata Danau Toba.

"Saya mengikuti berita di beberapa media tentang kedatangan atau kunjungan kerja Menparekraf Sadiaga Uno ke Danau Toba (Parapat), saya tidak mendengar atau membaca apa pendapatnya tentang pencemaran Danau Toba yang sudah parah akibat rambahan keramba-keramba (KJA) itu. Tapi kita terus berharap agar target dan tujuan Danau Toba Zero Keramba bisa terwujud segera," ujar Mangaliat melalui paparan WA kepada SIB.

Soalnya, ujar Mangaliat, hingga kini janji-janji pemerintah agar Danau Toba Zero Keramba belum juga terealisasi, walaupun masa atau waktu yang ditargetkan sudah terlewati.

Mangaliat yang praktis hukum di Bakumsu Medan, juga menyoroti masalah lain yang menyangkut lingkungan kawasan Danau Toba yang saat ini tampak sudah sangat gersang akibat perambahan hutan secara massif sehingga sangat rentan terhadap banjir atau longsor.

Bersama rekannya sesama aktivis lingkungan dan KJT, Mangaliat secara khusus mengisahkan peristiwa banjir yang pernah terjadi di beberapa daerah sekitar Danau Toba beberapa tahun lalu yang menimbulkan korban jiwa, harta, dan kerusakan areal pertanian.

"Padahal, kita dan semua pihak sudah tahu bahwa keunggulan kawasan Danau Toba (KDT) saat ini adalah predikat destinasi super prioritas, objek Kaldera kelas dunia yang sudah masuk UNESCO Global Geopark (UGG) plus pengelolaan dan pengembangan KSPN oleh Badan Otorita Danau Toba. Di sisi lain, area-area destinasi pariwisata yang akan dikembangkan adalah objek-objek pesisir yang dikelilingi bukit-bukit dan dinding Kaldera Toba yang penuh dengan variasi kearifan lokal. Inilah hal-hal yang kita harapkan menjadi perhatian dan kebijakan Menparekraf yang baru sehingga nasib Danau Toba tidak semakin merana dengan wabah-wabah baru setelah selama ini diterpa wabah keramba, wabah (aksi) ilegal logging, wabah pencemaran lingkungan, plus saat ini wabah pandemi Covid-19," ujar Mangaliat serius. (M04/a)

Sumber
: Hariansib edisi cetak
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
5 Toko di Gunungsitoli Terbakar

5 Toko di Gunungsitoli Terbakar

Gunungsitoli(harianSIB.com)Kebakaran hebat melanda deretan toko di Jalan Gomo, Kota Gunungsitoli, Kamis (9/4/2026). Sedikitnya lima unit tok