Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 15 April 2026
Mencegah Kota Medan Tenggelam Diterjang Banjir

Dishut Diminta Bentuk Tim Terpadu Selamatkan Hutan Laugedang dari Para Perambah

Redaksi - Rabu, 06 Januari 2021 09:09 WIB
437 view
Dishut Diminta Bentuk Tim Terpadu Selamatkan Hutan Laugedang dari Para Perambah
Foto Dok
Parlindungan Simangunsong, Zeira Salim Ritonga
Medan (SIB)
Kalangan anggota DPRD Sumut meminta Dishut (Dinas Kehutanan) Sumut segera membentuk tim terpadu untuk menyelamatkan kawasan hutan Laugedang di Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang dari para mafia perambah hutan yang sudah menjadikan ratusan hektare kawasan itu jadi areal pertanian.

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Komisi B DPRD Sumut Zeira Salim Ritonga dan Wakil Ketua Komisi D Parlaungan Simangunsong kepada wartawan di DPRD Sumut, Selasa (5/1) menanggapi ratusan hektare hutan suaka alam Laugedang luluh-lantak dibabat perambah dan dijadikan sebagai areal pertanian.

"Dishut Sumut harus segera membentuk tim terpadu untuk sesegera mungkin melakukan operasi pembersihan kawasan hutan Laugedang dari tangan-tangan mafia perambah yang telah menguasai bahkan memerjualbelikan lahan hutan kepada oknum-oknum pejabat dan oknum wakil rakyat," tegas Zeira Salim Ritonga.

Ditambahkan Parlaungan, Dishut Sumut jangan hanya melaporkan kasus tersebut kepada Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, tapi harus ikut menangkapi para mafia hutan dari kawasan hutan Bukit Barisan Sibolangit.

"Hutan Laugedang merupakan kawasan penyangga air, harus segera dihijaukan kembali, sebelum Kota Medan tenggelam diterjang banjir kiriman dari hulu sungai kawasan Bukit Barisan. Perusakan hutan ini jangan dianggap sepele, karena menyangkut nyawa penduduk Kota Medan," tegas Parlaungan sembari mengingatkan Dishut Sumut agar segera melakukan langkah-langkah konkrit penyelamatan hutan Laugedang.

Seperti diketahui, kata Parlaungan, hutan Laugedang yang persisnya berada di atas kawasan Bukit Barisan yang berbatasan dengan Kabupaten Karo dan Deliserdang, kini sudah gundul dibabat dan disulap menjadi areal pertanian, sehingga fungsi hutan sebagai penahan air tidak lagi bermanfaat.

"Maka tidak heran lagi, setiap hujan turun di Tanah Karo, Deliserdang dan Kota Medan, tiga sungai yang membelah Kota Medan meluap dan tidak mampu lagi menampung derasnya air dari hulu, sehingga dikuatirkan Kota Medan akan tenggelam, jika hutan Laugedang tidak dihijaukan dan dikembalikan fungsinya sebagai kawasan hutan suaka alam," tegas Parlaungan senada Zeira Salim.

Kedua politisi ini berharap adanya perhatian serius dari Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Kapoldasu Irjen Pol Martuani Sormin dan Pangdam I/BB untuk menyelamatkan kawasan hutan Laugedang dari para perambah dan penggarap, demi keselamatan warga Medan dari terjangan banjir kiriman. (M03/f)
Sumber
: Hariansib edisi cetak
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru